Strawberry Generation

*Oleh Ika Rosita Ristiana, S.Pd.

Menurut Rhenald, kesuksesan tidak bisa diraih melalui jalan pintas. Maka, mentalitas rapuh itu harus diubah. Passenger harus diubah menjadi driver. Fixed mindset digantikan growth mindset.

Dalam buku ini berisi tentang :

Bagian 1 : Pada Mulanya adalah Mindset

Bagian 2 : Hi-Tech and Hi-Touch Parenting

Bagian 3 : Memetik Moral dari yang Viral

Bagian 4 : Bianglala Entrepreneurship

Bagian 5 : Mencegah Rajawali jadi Merpati

Apa itu generasi strawberry?

Secara alamiah, strawberry merupakan buah yang mana secara gambar memiliki keindahan dan kenyamanan. Tetapi secara tekstur mudah hancur ketika menemukan gesekan. Strawberry ini diibaratkan mayoritas anak-anak sekarang yang terlahir jauh lebih sejahtera dari sebelumnya. Mereka lebih cerdas dan kreatif dengan bantuan teknologi, tetapi ketika semuanya dihadapi dengan mudah ketika ada masalah mereka mudah menyerah/rapuh.

  • Bagian 1 : Pada Mulanya adalah Mindset

Mindset : kita diharuskan memiliki mindset yang fleksibel dan kreatif

Growth Mindset : memiliki daya juang, sudah terdidik menghadapi tantangan, mampu beradaptasi, dan terus belajar.

Fix Mindset : generasi manja. Bagus dari luar, tapi rapuh dari dalam, pola pikirnya kaku.

Cognitive Flexibilitiy : anak-anak dibentuk kemampuannya dalam self-regulation, inhibitory control dan focus.

Working Memory : anak-anak harus diberikan habitat working memory sejak kecil, pola ini harus diterapkan agar terlatih

Sarjana Kertas : anak-anak dibentuk kemampuannya dalam self-regulation, inhibitory control dan focus. Tantangan sekarang ialah banyak sarjana yang tak inginkan ilmu, hanya sekedar ijazah.

Generasi Wacana : anak-anak harus diberikan habitat working memory sejak kecil, pola ini harus diterapkan agar terlatih. Anak generasi sekarang sering merasakan galau karena faktor paksaan atau gengsi sehingga kesusahan dalam memilih dan lebih banyak berwacana daripada tindakan.

Orang dewasa mini: anak-anak yang belajar harus dialihkan pada berpikir mendalam, bukan sekedar tahu.

Deep Understanding  : sangat diperlukan dalam dunia pendidikan dan guru dituntut untuk sabar dan memeriksa apakah muridnya sudah faham dan bisa mengerjakan.

Keluar dari sangkar emas : kebanyakan anak zaman sekarang berada dalam keterbelengguan akibat dari kekhawatiran orang tua yang berlebihan.

Jadilah Driver : bangsa yang hebat adalah driver nation. Ada 3 hal yang harus dilakukan:  drive yourself, drive yourpeople, drive your nation.

  • Bagian 2 : Hi-Tech and Hi-Touch Parenting
  1. Menjelaskan tentang pola parenting baik dari dalam kehidupan kepada anak-anak
  2. Kecanggihan teknologi bisa memberikan dampak yang berbeda terhadap anak
  3. Dunia maya dipandangan anak-anak lebih indah daripada dunia nyata
  4. Mengenali bakat yang terbentuk karena latihan
  • 3 : Memetik Moral dari yang Viral

Berisikan cerita viral yang bermoral, bisa saja yang mungkin dinilai kurang bernilai justru membantu instansi tertentu. Nilai kejujuran karena kejujuran tidak dapat dipalsukan.  Orang yang tidak menjalani hidup beresiko tidak akan memiliki apa-apa dan tidak ada apa-apanya.

  • Bagian 4 : Bianglala Entrepreneurship
  1. Guru tidak hanya pengajar, namun alam dan sosial juga bisa jadi guru.
  2. Jangan menjadi manusia yang kaku
  3. Pengemudi yang baik
  4. Keluar dari zona nyaman dan jangan takut gagal
  • Bagian 5 : Mencegah Rajawali jadi Merpati

Manusia hebat, bukanlah manusia yang memperoleh nilai mata pelajaran yang tertinggi, melainkan manusia berkarakter kuat, dapat dipercaya, mudah diterima, memiliki growth mindset, berjiwa terbuka, dan pandai mengungkapkan isi pikiran dengan baik.

Mulai dari sekarang kita harus mulai membiasakan mereka untuk mengerjakan, menyelesaikan, dan mengambil sebuah keputusan yang berkaitan dengan diri mereka sendiri. Orangtuanya hanya berperan sebagai pendamping dan mengevaluasi setiap kemajuan dan kemunduran yang terjadi pada diri mereka. Karena jika mereka memiliki sifat bergantung pada orang lain secara tidak langsung akan membentuk karakter anak menjadi anak yang tidak mandiri, tidak kreatif, dan memiliki mental passenger. Sehingga pada akhirnya mereka akan menjadi sosok yang mudah menyerah dan lebih memilih jalan yang instan.

Buku ini sendiri merupakan buku bacaan yang cocok dibaca oleh siapapun terutama orang tua dan para anak muda. Buku ini sangat mudah dipahami dan tidak terdapat istilah-istilah yang rumit. Penjelasan yang dijelaskan pun sangatlah ringkas dan jelas. Untuk para generasi muda diharapkan bisa membaca buku ini agar kalian juga tahu bagaimana menata masa depan yang baik untuk diri kita.

Judul buku      : Strawberry Generation

Penulis             : Prof.Rhenald Kasali, Ph.D.

Penerbit           : Mizan

Tahun terbit     : 2017

Tebal               : 296 Halaman

 

*Penulis resensi buku adalah Kepala Kampung Ilmu Kalitidu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *