*Oleh Septiani Ika Wulandari, S. Pd.
Buku ini ditulis oleh Brian Khrisna yang dikenal sebagai penulis novel fiksi yang piawai mengemas isu-isu berat. Brian Khrisna mengawali karirnya sebagai penulis platform digital Tumblr bernama pena “Mbeeer” sambil menjaga warung, sebelum akhirnya karyanya menembus industri penerbitan lewat buku debut Merayakan Kehilangan (2016).
Buku Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati menceritakan tentang Ale (Ruslan Abdul Wardana). Seorang pria berumur 37 tahun yang sangat lelah dengan hidupnya. Merasa gagal dalam pekerjaan, asmara, dan keluarga, sehingga dia depresi.
Tokoh utama dalam buku ini adalah Ale, seorang pria yang mengalami perlakuan tidak menyenangkan dari lingkungannya. Ia merasa tidak diterima, sering diremehkan, hidup dalam berkesepian yang berkepanjangan. Bahkan keluarganya Ale sendiri tidak memberi dukungan kepadanya. Semua pengalaman pahit yang Ale rasakan membuat Ale mengalami depresi berat dan kehilangan semangat menjalani kehidupan.
Ale merasa hidupnya tidak memiliki arti, dia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Namun, sebelum dia melakukan keputusannya tersebut, dia mempunyai keinginan sederhana untuk menikmati seporsi mie ayam untuk terakhir kalinya. Dalam waktu 24 jam sebelum rencananya terlaksana, Ale melakukan berbagai hal yang selama ini tidak pernah ia lakukan. Ia berbicara dengan orang-orang yang selama ini diabaikannya, berbagi dengan sesama, dan melihat kehidupan dari sudut pandang yang berbeda. Dari pertemuan-pertemuan itu, ia mulai melihat bahwa hidup tidak hanya berisi kesedihan dan penolakan. Ada kebaikan, kepedulian, dan harapan yang selama ini tidak ia sadari. Perjalanan mencari mie ayam itu akhirnya menjadi perjalanan menemukan kembali alasan untuk hidup.
Inti dari bagian tersebut bukanlah bagaimana Ale menikmati semangkuk mie ayam terakhirnya, melainkan bagaimana keinginannya untuk makan mie ayam justru membawanya pada pengalaman-pengalaman yang mengubah cara pandangnya terhadap kehidupan.
“Demi menyelamatkan kita dari jalan yang salah, terkadang Tuhan akan mematahkan kita sepatah-patahnya”.
Kelebihan dari buku ini, ceritanya terasa dekat dengan realitas kehidupan modern, terutama bagi mereka yang mengalami kelelahan mental atau krisis eksistensi. Banyak kalimat yang relevan untuk dijadikan bahan renungan. Kekurangan dari buku ini, tidak semua permasalahan diselesaikan secara jelas, ada bagian- bagian yang diulang sehingga dapat membuat pembaca yang menyukai cerita cepat menjadi kurang tertarik. (ykib/septi).
Identitas Buku
Judul Buku : Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati
Penulis : Brian Khrisna
Penerbit : Grasindo
Tahun Terbit : 2025
Halaman : 216 halaman
Genre : Fiksi Kontemporer, Slice of Life, dan Drama Reflektif
*Penulis resensi buku adalah guru Kampung Ilmu Padangan

