Oleh Ananda Silviana Putri
Rahasia terbesar dalam semesta ini adalah hidup itu sendiri. Kelahiran, kematian dan setiap detik yang ada di antaranya, rahasia besar Tuhan. Kita bisa berusaha, bisa berdoa, bisa memproyeksi secara scientific, bisa mencoba berhitung, beberapa bahkan mengklaim bisa meramal, pada akhirnya yang membuka rahasia itu sendiri waktu.
Jakarta bukan jenis kota pertama yang membuatmu jatuh cinta pada pandangan pertama. Semua orang yang tiba di kota ini berharap bahwa Jakarta menjadi tempat mereka sukses padahal pada realitanya ada beberapa pencopet yang siap menyambut mereka, taksi yang sengaja membawa mereka berputar berjam-jam tanpa tahu kapan sampai tujuan. Tiga puluh enam tahun hidup di Jakarta sudah cukup membuat Ellen paham bahwa kota ini tidak cocok untuk mereka yang lemah dan gampang menyerah dan membuatnya sukses di usia muda.
Novel ini menceritakan Ellen seorang single mom yang mempunyai seorang putri yang bernama Kiara. Mereka tinggal bersama Oma Agatha. Ellen pengacara muda yang sukses dan berbakat. Karena kesibukannya, Ellen jarang meluangkan waktu bersama Kiara. Hal itu membuat Kiara merasa kurang kasih sayang. Oma Agatha yang merawat Kiara dari kecil dan Oma sangat sayang kepada Kiara.
Semua terjadi dengan tiba-tiba. Oma Agatha meninggal karena serangan jantung. Tangis Ellen pecah dan tungkainya tidak kuat menahan beban kenyataan. Ibu bukan hanya yang melahirkan dan membesarkannya tetapi teman bicara dan pilar kehidupanya. Begitu pun dengan Kiara yang sangat merasa kehilangan. Dia selalu beranggapan bahwa Oma adalah satu-satunya orang yang peduli dan menyayangi dia lebih dari apapun. Betapa remuk hati orang yang sedari kecil merawatnya telah tiada .
Ponsel Ellen bergetar mendapat panggilan dari guru BP karena Kiara bermain instagram saat jam pelajaran. Guru BP prihatin atas kondisi Kiara dan menyarankan untuk berlibur menghabiskan waktu berdua antara Kiara dan Elllen untuk mempererat hubungan keduanya . Kiara butuh waktu untuk memulihkan diri. Akhirnya mereka memutuskan untuk pergi ke Sumba.
Tiba di Sumba tidak dapat mengakses jaringan di sana susah sinyal. Mereka menginap di hotel Tante Maya dan bahkan Kiara dekat dengan salah satu pegawai hotel. Perlahan Ellen dapat memahami perasaan Kiara mereka saling terbuka antara satu sama lain.
Mereka kembali ke Jakarta dengan perasaan senang hubungan mereka pun semakin dekat. Namun Ellen ada masalah kantor yakni kasus yang ditanganinya hampir hancur . Karena Ellen berjanji untuk menonton Kiara tampil di audisi ajang pencarian bakat yang sudah di impikan sejak lama. Kiara marah langsung pergi ke Sumba sendirian untuk menenangkan diri, Ellen pun menyusul Kiara ke Sumba. Betapa marah Kiara karena mamanya tidak menepati janjinya selalu sibuk dengan pekerjaannya. Bahkan menjaga jarak pada Kiara apa karena papa tanya Kiara. Ellen mengakui memang salahnya menikah terlalu muda untuk membahagiakan ayahnya yang sudah tua dan sakit-sakitan karena ayahnya ingin memiliki cucu. Tapi suami Ellen selingkuh dan tidak cukup dengan satu wanita. Kemudian mereka berpisah. Tapi sungguh Ellen sangat menyayangi Kiara lebih dari apapun. Pelan-pelan Kiara memahaminya. Akhirnya hubungan mereka pun sangat baik dan tidak ada jarak di antara mereka bahkan Kiara berduet menyanyi bersama mamanya.
Pesan yang dapat dipetik dari novel ini adalah hargai waktu karena waktu tidak bisa diulang dan terus berjalan. (*/ykib).
Identitas buku
Judul buku : Susah Sinyal
Penulis : Ika Natassa dan Ernest Prakasa
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : 2018
Tebal halaman : 272 halaman

