*Oleh Muslikhatun Nafiah, S.H.
Buku Rembulan Tenggelam di Wajahmu merupakan salah satu novel terbaik karya Tere Liye yang mengangkat tema kehidupan, takdir, cinta, dan pencarian makna hidup. Novel ini menceritakan perjalanan hidup seorang laki-laki bernama Ray yang penuh dengan penderitaan sejak masa kecil hingga akhir hayatnya. Melalui kisah Ray, kita diajak merenungkan berbagai pertanyaan besar tentang kehidupan, keadilan, dan kehendak Tuhan.
Tere Liye berhasil menggambarkan berbagai peristiwa kehidupan yang membuat kita berpikir tentang arti kebahagiaan, kehilangan, dan penerimaan.
Bagian I: Masa Kecil dan Perjuangan Hidup Ray
Pada bagian awal, novel memperkenalkan Ray sebagai anak yatim piatu yang tumbuh di sebuah panti asuhan yang keras dan penuh ketidakadilan. Sejak kecil, Ray mengalami berbagai penderitaan, perlakuan kasar, serta kehidupan yang jauh dari kasih sayang. Kondisi tersebut membuatnya tumbuh menjadi pribadi yang keras, penuh kemarahan, dan mempertanyakan banyak hal tentang hidup.
Ray sering bertanya mengapa kehidupan begitu tidak adil. Ia melihat orang-orang baik mengalami kesulitan, sementara orang yang berbuat jahat sering kali mendapatkan keuntungan. Pertanyaan-pertanyaan tersebut terus membekas hingga dewasa dan menjadi konflik utama dalam novel.
Melalui bagian ini, Tere Liye menunjukkan bagaimana lingkungan dan pengalaman hidup dapat membentuk karakter seseorang. Namun, di balik segala penderitaan yang dialami, Ray tetap memiliki semangat untuk bertahan hidup dan mengubah nasibnya.
Bagian II: Kesuksesan, Cinta, dan Pertanyaan Tentang Takdir
Setelah dewasa, Ray berhasil meraih kesuksesan dalam dunia bisnis. Ia menjadi seorang pengusaha yang kaya dan berpengaruh. Akan tetapi, kesuksesan materi ternyata tidak mampu menghapus luka batin dan berbagai pertanyaan yang selama ini menghantuinya.
Dalam perjalanan hidupnya, Ray bertemu dengan berbagai orang yang memberikan pelajaran berharga tentang persahabatan, pengorbanan, dan cinta. Ia juga mengalami kehilangan orang-orang yang dicintainya. Peristiwa-peristiwa tersebut membuat Ray semakin mempertanyakan makna kehidupan dan alasan di balik setiap kejadian yang dialami manusia.
Pada bagian ini, pembaca diajak melihat bahwa kebahagiaan tidak selalu berasal dari kekayaan atau kesuksesan. Banyak hal yang tampak buruk ternyata menyimpan hikmah yang tidak langsung terlihat oleh manusia.
Baguan III: Lima Pertanyaan dan Jawaban Kehidupan
Menjelang akhir hayatnya, Ray memperoleh kesempatan untuk memahami jawaban atas lima pertanyaan besar yang selama hidup ia simpan. Melalui perjalanan spiritual yang unik, ia melihat kembali berbagai peristiwa penting dalam hidupnya dari sudut pandang yang berbeda.
Ray akhirnya menyadari bahwa setiap peristiwa, baik yang menyenangkan maupun menyakitkan, memiliki tujuan dan makna tersendiri. Banyak kejadian yang dahulu dianggap sebagai ketidakadilan ternyata justru menjadi jalan menuju kebaikan yang lebih besar.
Bagian ini menjadi inti dari novel karena menyampaikan pesan bahwa manusia sering kali hanya melihat sebagian kecil dari keseluruhan rencana kehidupan. Oleh karena itu, tidak semua hal dapat dipahami secara langsung oleh akal manusia.
Epilog: Makna Kehidupan dan Penerimaan
Pada bagian akhir, Tere Liye menegaskan bahwa kehidupan tidak selalu berjalan sesuai keinginan manusia. Namun, setiap kejadian memiliki hikmah yang mungkin baru dapat dipahami setelah waktu berlalu.
Novel ini mengajarkan bahwa manusia perlu belajar menerima, bersyukur, dan memandang kehidupan dengan perspektif yang lebih luas. Tidak semua penderitaan merupakan hukuman, dan tidak semua kebahagiaan merupakan hadiah semata. Kehidupan adalah rangkaian peristiwa yang saling terhubung dan membentuk makna yang lebih besar.
Kelebihan Buku:
- Alur cerita menarik dan penuh kejutan.
- Mengandung pesan moral, spiritual, dan filosofis yang mendalam.
- Bahasa yang digunakan mudah dipahami dan menyentuh emosi pembaca.
- Karakter tokoh digambarkan dengan kuat dan realistis.
- Mampu membuat pembaca merenungkan makna kehidupan dan takdir.
Kekurangan Buku:
- Beberapa bagian cerita terasa cukup panjang dan lambat.
- Tema filosofis yang mendalam mungkin sulit dipahami oleh sebagian pembaca muda.
- Terdapat beberapa alur yang membutuhkan konsentrasi tinggi untuk memahami hubungan antarperistiwa. (ykib/nafiah).
Identitas Buku
Judul Buku : Rembulan Tenggelam di Wajahmu
Pengarang : Tere Liye (Darwis)
Penerbit : Republika Penerbit
Tahun Terbit : 2009
Kota Terbit : Jakarta
Jumlah Halaman : 426 halaman
ISBN : 978-979-1102-55-1
*Penulis resensi buku adalah Wakil Kepala Kampung Ilmu Cepu

