172 DAYS

*Oleh Arum Nila Nadiya, S.Pd.

Novel 172 Days karya Nadzira Shafa menceritakan perjalanan kehidupan Nadzira bersama Ameer Azzikra. Buku ini mengangkat kisah cinta yang tidak hanya berisi tentang kebahagiaan, tetapi juga tentang perjuangan, pernikahan, sakit, kehilangan, dan keikhlasan. Cerita dalam buku ini terasa dekat dengan kehidupan karena menggambarkan perasaan seseorang ketika mendapatkan kebahagiaan, kemudian harus menghadapi kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan.

Cerita dimulai dari pertemuan Nadzira dengan Ameer. Pertemuan tersebut kemudian membuat keduanya semakin dekat. Ameer merupakan sosok yang memiliki pemahaman agama yang baik dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik. Kehadiran Ameer membuat kehidupan Nadzira mengalami banyak perubahan. Hubungan mereka kemudian berlanjut hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menikah.

Setelah menikah, Nadzira dan Ameer menjalani kehidupan bersama sebagai pasangan suami istri. Mereka menikmati berbagai momen sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Kebahagiaan mereka tidak selalu ditunjukkan melalui hal-hal besar. Percakapan, perhatian, kebersamaan, saling mendukung, dan kegiatan sederhana justru menjadi kenangan yang sangat berharga.

Namun, kehidupan mereka kemudian mendapatkan ujian. Ameer mengalami masalah kesehatan sehingga harus mendapatkan perawatan. Keadaan tersebut membuat Nadzira merasa sedih dan khawatir. Ia berusaha memberikan dukungan dan menemani Ameer melewati masa sulit tersebut.

Dalam keadaan seperti itu, Nadzira mulai memahami bahwa manusia hanya dapat berusaha dan berdoa, sedangkan hasil akhirnya merupakan kehendak Allah SWT. Tidak semua hal yang kita inginkan dapat terjadi sesuai dengan rencana. Ada saatnya seseorang harus menerima kenyataan meskipun kenyataan tersebut sangat berat.

Kisah dalam buku ini kemudian sampai pada bagian ketika Nadzira harus kehilangan Ameer. Kepergian Ameer menjadi salah satu bagian paling berat dalam kehidupan Nadzira. Ia harus menghadapi kenyataan bahwa orang yang selama ini menemani dan memberikan kebahagiaan kepadanya sudah tidak ada lagi di sampingnya.

Setelah kehilangan Ameer, Nadzira harus belajar untuk kembali menjalani kehidupan. Hal tersebut tentu tidak mudah karena banyak kenangan yang masih tersimpan. Namun, dari pengalaman tersebut Nadzira belajar untuk menerima keadaan dan berusaha mengikhlaskan kepergian orang yang dicintainya.

Judul 172 Days menggambarkan waktu kebersamaan Nadzira dan Ameer yang berlangsung selama 172 hari. Meskipun waktunya tidak panjang, banyak sekali pengalaman dan kenangan yang tercipta. Hal tersebut menunjukkan bahwa panjang atau pendeknya waktu bukan satu-satunya ukuran untuk menentukan berartinya sebuah hubungan.

Menurut saya, salah satu hal menarik dari buku ini adalah cara cerita menggambarkan bahwa cinta bukan hanya tentang kebahagiaan. Ketika mencintai seseorang, kita juga harus siap menghadapi berbagai keadaan. Cinta dapat mengajarkan seseorang untuk menjadi lebih sabar, memahami orang

Dari sisi agama, novel ini mengingatkan pembaca agar selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ketika menghadapi masalah, manusia tidak hanya membutuhkan kekuatan dari dirinya sendiri, tetapi juga membutuhkan doa dan keyakinan kepada Allah. Hal tersebut membuat buku ini tidak hanya menjadi cerita tentang percintaan, tetapi juga memberikan pelajaran tentang kehidupan dan keimanan.

Kelebihan buku:

Bahasanya cukup mudah dipahami. Ceritanya juga dapat membuat pembaca ikut merasakan berbagai emosi yang dialami oleh tokoh utama. Selain itu, banyak pesan positif yang dapat diambil, terutama tentang cinta, keluarga, kesabaran, keikhlasan, dan menghargai waktu.

Kekurangan buku:

Bagi pembaca yang menyukai cerita dengan konflik yang rumit dan banyak kejutan, alur buku ini mungkin terasa cukup sederhana. Beberapa bagian juga cukup emosional sehingga pembaca harus mengikuti cerita dengan perasaan yang lebih dalam.

Menurut saya, buku ini cocok dibaca oleh remaja maupun orang dewasa, terutama bagi pembaca yang menyukai cerita kehidupan, kisah cinta, dan cerita yang memiliki pesan tentang agama serta keikhlasan. 172 Days memberikan pesan bahwa terkadang seseorang hadir dalam hidup kita bukan untuk selamanya, tetapi untuk memberikan pengalaman, kenangan, dan pelajaran yang akan kita bawa sepanjang hidup. (ykib/arum).

Identitas Buku

Judul Buku          : 172 Days
Penulis                 : Nadzira Shafa
Penerbit              : Romantic Publisher

Jumlah Halaman : 241
Tahun Terbit      : 2022

Genre                   : Drama Religi/Romance

 

*Penulis resensi buku adalah Kepala Kampung Ilmu Kalitidu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *