*Oleh Muslikhatun Nafiah, S.H.
Buku ini berasal dari mata kuliah tentang bisnis startup yang Peter ajarkan di Universitas Stanford pada tahun 2012. Di dalam kelasnya tersebut, Peter mengajarkan tentang bagaimana membantu mahasiswa-mahasiswanya untuk dapat memandang hingga ke luar batas dari jalur-jalur yang telah digariskan oleh berbagai bidang kejuruan akademis, untuk dapat menuju ke masa depan yang kelak mereka akan ciptakan. Pengajaran tersebut Peter lakukan karena kesadarannya bahwa para siswa dapat menjadi luar biasa terampil dalam beberapa bidang, tetapi kenyataannya banyak di antara mereka yang justru tidak pernah mempelajari cara memanfaatkan berbagai keterampilan itu di dunia yang lebih luas.
Gagasan utama buku ini tercermin dari judulnya, yaitu “Zero to One”. Menurut Thiel, menciptakan sesuatu yang benar-benar baru berarti bergerak dari 0 ke 1, sedangkan meniru atau mengembangkan sesuatu yang sudah ada berarti bergerak dari 1 ke n. Perbedaan tersebut menjadi dasar pemikiran buku ini. Menciptakan sesuatu yang baru memang lebih sulit dan penuh ketidakpastian, tetapi justru dapat menghasilkan kemajuan yang besar.
Bagian I: Tantangan Masa Depan
Pada bagian awal, Thiel mengajak pembaca memikirkan masa depan dan perubahan yang akan terjadi di dunia. Ia membedakan kemajuan horizontal dengan kemajuan vertikal. Kemajuan horizontal atau 1 ke n terjadi ketika seseorang meniru atau mengembangkan sesuatu yang sudah ada. Sementara itu, kemajuan vertikal atau 0 ke 1 terjadi ketika seseorang menciptakan sesuatu yang benar-benar baru.
Untuk menciptakan dunia yang lebih makmur dan sejahtera di abad ke-21 ini maka Thiel berpendapat bahwa perkembangan teknologi memiliki peran yang sangat besar, mencerminkan keyakinan banyak orang yang membayangkan masa depan dunia ditentukan oleh globalisasi. Misalnya, Tiongkok. Tiongkok selama ini meniru segala sesuatu yang telah berhasil di negara-negara maju seperti penyejuk udara, dan lainnya. Jika Tiongkok menggandakan produksi energinya selama dua dasawarsa mendatang, negara itu juga akan menggandakan polusi udaranya. Akibat bencana lingkungan yang masif. Di sebuah dunia dengan sumber daya yang sudah langka maka globalisasi tanpa teknologi tidak akan berkelanjutan.
Bagian II: Monopoli dan Persaingan
Salah satu gagasan menarik dalam buku ini adalah pandangan Thiel mengenai monopoli. Pada umumnya, monopoli sering dipandang sebagai sesuatu yang buruk karena berkaitan dengan penguasaan pasar. Namun, Thiel melihat monopoli dari sudut pandang perusahaan inovatif.
Menurut Thiel, perusahaan yang benar-benar menciptakan sesuatu yang unik dapat memiliki posisi yang berbeda dari para pesaingnya. Produk yang memiliki keunggulan dan sulit ditiru dapat memberikan perusahaan tersebut kekuatan untuk berkembang dalam jangka panjang.
Sebaliknya, persaingan yang terlalu ketat dapat membuat perusahaan hanya berusaha mengalahkan pesaing tanpa benar-benar menciptakan sesuatu yang baru. Karena itu, Thiel mendorong para pendiri perusahaan untuk mencari keunikan dan membangun keunggulan yang sulit ditiru.
Bagian III: Membangun Startup
Bagian berikutnya membahas bagaimana sebuah startup seharusnya dibangun. Thiel menekankan pentingnya memiliki gagasan yang kuat sebelum memulai sebuah perusahaan. Sebuah bisnis tidak cukup hanya memiliki produk, tetapi juga harus memiliki alasan mengapa produk tersebut dibutuhkan dan bagaimana produk tersebut dapat menciptakan nilai.
Salah satu pertanyaan penting yang ditekankan dalam buku ini adalah apakah sebuah perusahaan mampu menciptakan sesuatu yang benar-benar baru. Pendiri startup harus mampu melihat peluang yang belum banyak diperhatikan oleh orang lain.
Di dalam Buku ini juga digambarkan gambaran mengenai pengalaman nyata Peter Thiel sendiri mengenai startup yang didirikannya, yaitu PayPal, terkait dengan karakter para pendirinya (PayPal Didirikan oleh 6 orang; Peter Thiel, Yu Pan, Luke Nosek, Max Levchin, Russ Simmons, dan Ken Howery). Dijelaskan juga dalam buku ini bahwa karakter dari para pendiri perusahaan-perusahaan raksasa memang sangat sering eksentrik dan tidak lazim. Misalnya saja Steve Jobs, sang Pendiri Apple, dia tidak menyelesaikan kuliahnya, malas mandi, dan senang berjalan bertelanjang kaki, dan termasuk suka melakukan praktik-praktik aneh seperti melakukan diet yang hanya terdiri atas apel, dan sebagainya. Dan tokoh-tokoh besar lainnya (para Pendiri ) yang juga memiliki sifat eksentrik dan tidak lazim juga ikut diceritakan dalam Bab 14 Buku ini.
Bagian IV: Teknologi, Manusia, dan Masa Depan
Thiel juga membahas hubungan antara manusia dan teknologi. Menurutnya, teknologi tidak seharusnya hanya dipandang sebagai pengganti manusia. Teknologi dapat menjadi alat yang membantu manusia melakukan pekerjaan dengan lebih baik.
Perkembangan teknologi memberikan peluang besar bagi manusia untuk menyelesaikan berbagai permasalahan. Namun, kemajuan teknologi membutuhkan keberanian untuk berpikir berbeda dan menciptakan sesuatu yang belum pernah dibuat sebelumnya.
Pada bagian ini, pembaca diajak untuk tidak takut menghadapi masa depan. Masa depan memang penuh ketidakpastian, tetapi manusia dapat memengaruhinya melalui keputusan, inovasi, dan tindakan yang dilakukan saat ini..
Kelebihan buku:
- Memberikan sudut pandang yang berbeda mengenai inovasi dan kewirausahaan.
- Gagasan “0 ke 1” mudah diingat dan dapat diterapkan dalam berbagai bidang.
- Ditulis berdasarkan pengalaman langsung Peter Thiel dalam dunia teknologi dan bisnis.
- Membahas startup tidak hanya dari sisi keuntungan, tetapi juga dari sisi visi, teknologi, tim, dan masa depan.
- Mendorong pembaca untuk berpikir kritis dan tidak sekadar mengikuti kesuksesan orang lain.
Kekurangan buku:
- Beberapa pembahasan cukup berat bagi pembaca yang belum mengenal dunia bisnis dan startup.
- Pandangan Peter Thiel cukup kuat sehingga beberapa gagasannya dapat terasa kontroversial bagi pembaca.
- Contoh yang digunakan cukup banyak berkaitan dengan perusahaan teknologi sehingga pembaca dari bidang lain mungkin membutuhkan penyesuaian.
- Buku lebih banyak membahas cara berpikir dan strategi daripada memberikan langkah teknis yang rinci untuk memulai bisnis. (ykib/nafiah).
Identitas Buku
Judul Buku : Zero to One
Pengarang : Peter Thiel dan Blake Masters
Penerjemah : Alex Tri Kantjono Widodo
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2015
Kota Terbit : Jakarta
Jumlah Halaman : 244 halaman
ISBN : 978-602-03-2146-2
Genre : Buku Nonfiksi Bisnis
*Penulis resensi buku adalah guru Kampung Ilmu Cepu

