*Oleh Ida Laelatur Rosidah, S.Pd.
Animal Farm merupakan novel karya George Orwell yang menceritakan tentang kehidupan hewan-hewan di sebuah peternakan yang memberontak terhadap pemiliknya. Melalui kisah sederhana tentang hewan, Orwell sebenarnya menggambarkan kritik sosial dan politik terhadap korupsi kekuasaan. Cerita pada buku ini dimulai di Peternakan Manor, sebuah peternakan milik Tuan Jones yang memperlakukan hewan-hewan ternaknya dengan kurang baik. Karena merasa tertindas, para hewan mulai memikirkan kehidupan yang lebih adil dan bebas dari manusia.
Gagasan pemberontakan pertama kali muncul dari seekor babi tua bernama Major. Pada suatu hari, Major mengumpulkan seluruh hewan dan menyampaikan pidato tentang mimpi bahwa di kehidupan mendatang hewan-hewan akan hidup merdeka tanpa ditindas manusia. Major juga mengajarkan lagu berjudul Binatang Inggris yang membangkitkan semangat persatuan. Meskipun Major kemudian mati, pemikirannya tetap hidup di benak para hewan dan menjadi dasar bagi rencana pemberontakan.
Beberapa waktu kemudian, hewan-hewan akhirnya memberontak ketika Tuan Jones lalai memberi mereka makan. Dipimpin oleh para babi yang dianggap paling cerdas, yaitu Napoleon dan Snowball, mereka berhasil mengusir manusia dari peternakan. Peternakan itu kemudian berganti nama menjadi Animal Farm atau Peternakan Binatang dan para hewan meyakini bahwa “Kaki empat baik, kaki dua jahat”. Selain itu, para hewan juga sepakat membuat aturan yang disebut Tujuh Perintah yang bertujuan menciptakan kehidupan yang setara bagi semua hewan. Tujuh perintah ini dituliskan pada dinding dan para hewan menetapkan hukum yang tak bisa diubah dan wajib dipatuhi oleh seluruh penghuni Peternakan Binatang.
Pada awalnya kehidupan di Peternakan Binatang berjalan dengan baik. Semua hewan bekerja bersama dan hasil panen meningkat. Snowball berusaha mengembangkan peternakan dengan berbagai gagasan, seperti membangun kincir angin untuk mempermudah pekerjaan hewan-hewan. Namun, persaingan kekuasaan mulai muncul antara Snowball dan Napoleon. Kedua hewan ini pada dasarnya tidak pernah akur bahkan Napoleon tidak setuju dengan gagasan Snowball terkait Pembangunan kincir angin. Pada akhirnya Napoleon menggunakan anjing-anjing peliharaannya untuk mengusir Snowball dari peternakan dan mengambil alih kepemimpinan.
Setelah Napoleon berkuasa, keadaan mulai berubah. Napoleon memerintah secara otoriter dan mulai melanggar tujuh perintah yang sebelumnya disepakati. Para babi mendapatkan perlakuan istimewa dibanding hewan lainnya. Squealer yang merupakan salah satu babi sering memberikan penjelasan kepada hewan lain agar mereka percaya bahwa semua keputusan Napoleon adalah demi kebaikan bersama. Sementara itu, hewan pekerja seperti Boxer tetap bekerja keras tanpa banyak bertanya. Boxer juga membuat semboyan untuk dirinya sendiri bahwa “Napoleon selalu benar” dan “Aku akan bekerja lebih keras”.
Seiring berjalannya waktu, aturan-aturan di Peternakan Binatang mulai diubah secara diam-diam. Kalimat “Semua hewan setara” perlahan berubah menjadi “Semua hewan setara, tetapi beberapa hewan lebih setara daripada yang lain.” Kehidupan hewan biasa justru tidak jauh berbeda dari masa ketika manusia masih memimpin. Bahkan beberapa hewan mulai merasa bahwa para babi bertindak sama seperti manusia yang dulu mereka lawan. Hal ini dikarenakan, para babi hanya bekerja dengan mengandalkan pikiran saja mendapat pakan yang layak, sedangkan hewan-hewan harus bekerja keras dua kali lipat namun pakan yang mereka dapat semakin hari semakin berkurang.
Pada suatu hari, Napoleon tiba-tiba mengatakan bahwa gagasan pembangunan kincir angin sebenarnya adalah miliknya. Dengan segala bujuk rayu dari Napoleon, hewan-hewan akhirnya setuju untuk membangun kincir angin tersebut. Setelah sepanjang tahun hewan-hewan bekerja keras untuk membangun kincir angin, tiba-tiba suatu hari cuaca kurang mendukung sehingga pembangunan diberhentikan sementara. Pada malam harinya, terjadi angin badai yang mengakibatkan sejumlah genting beterbangan, bangunan-bangunan peternakan bergoyang, dan yang paling mengerikan kincir angin hancur berantakan. Setelah kejadian ini, Napoleon tampak bingung dan diam seribu bahasa hingga memperoleh gagasan yaitu menuduh Snowball yang telah merobohkan kincir angin yang telah dibangun dan sengaja menggagalkan rencana hewan-hewan. Napoleon terus membujuk hewan-hewan agar mau membangun kincir angin kembali..
Cerita mencapai puncaknya ketika para babi mulai berjalan dengan dua kaki, mengenakan pakaian manusia, dan menjalin kerja sama dengan petani-petani di sekitar peternakan agar mendapatkan keuntungan. Pada suatu pertemuan makan malam antara babi dan manusia, hewan-hewan lain mengintip dari jendela dan merasa bingung karena tidak lagi bisa membedakan mana babi dan mana manusia. Saat itulah mereka menyadari bahwa cita-cita awal pemberontakan telah dikhianati.
Secara keseluruhan, buku Animal Farm adalah cerita yang sederhana tetapi mengandung makna tersirat. George Orwell berhasil menyampaikan kritik tentang kekuasaan, propaganda, dan pengkhianatan terhadap idealisme melalui kisah hewan-hewan di Peternakan Binatang. Buku ini juga mengingatkan pembaca bahwa kekuasaan yang tidak diawasi dapat berubah menjadi penindasan, bahkan oleh pihak yang awalnya berjuang demi keadilan.
Kelebihan buku Animal Farm
- Buku ini menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami sehingga pembaca dari berbagai kalangan dapat menikmati cerita.
- Buku ini mengandung pesan moral yang kuat terutama tentang kekuasaan, keadilan, dan kesetaraan.
- Buku ini menggunakan tokoh-tokoh hewan untuk menyampaikan kritik terhadap sistem politik secara halus namun tajam.
- Alur cerita pada buku ini menarik dan runtut, sehingga membuat pembaca penasaran dengan kelanjutan cerita
Kekurangan buku Animal Farm
- Buku ini menggunakan banyak tokoh hewan sehingga pembaca terkadang merasa kesulitan untuk mengingat nama serta jenis hewan yang ada dalam cerita.
- Buku ini hanya terdiri dari 166 halaman dengan 10 bagian sehingga cerita yang disajikan terasa cukup singkat bagi pembaca.
- Akhir cerita pada buku ini terasa terlalu cepat dan tidak memberikan solusi bagi beberapa tokoh hewan yang merasa tertindas sehingga meninggalkan kesan tragis. (ykib/ida).
Identitas buku
Judul buku : Animal Farm
Penulis : George Orwell
Penerjemah : M. Dhanil Herdiman dan Laila Qadria
Penerbit : Immortal Publishing
Tahun terbit : 2021
Tebal halaman : 166
*Penulis resensi buku adalah guru Kampung Ilmu Purwosari

