Cahaya di Tirai Sakura

Oleh Iin Vina Noviana, S.Pd.

Novel ini ditulis oleh Muhammad Riza Perdana Kusuma yang lahir dan menghabiskan masa kecilnya di Jogjakarta hingga menyelesaikan studinya di Universitas Islam Indonesia lalu merantau ke Jakarta untuk melanjutkan kuliah magister di Universitas Indonesia. Karirnya 20 tahun dihabiskan di Garuda Indonesia yang menyelami posisi General Manajer di Jepang, Hong Kong dan Taiwan.

Pengalaman karir selama 20 tahun yang membuatnya dipercaya untuk menjadi General Manager di perusahaan penerbangan ternama di Indonesia yang bercabang di Nagoya Jepang, hingga dengan pengalaman tersebut Riza Perdana Kusuma menulis sebuah novel pertamanya “Cahaya di Tirai Sakura”. Buku ini banyak menceritakan curhatan penulis, pengalaman, segala apa yang dialami di Jepang selama 5 tahun. Hampir setiap ceritanya di Jepang terselip dengan cerita masa kecil penulis saat masih di kampung halamannya. Novel ini terdiri 12 bab yang tidak terlalu panjang ceritanya dan cerita yang disampaikan membuat penasaran untuk membuka halaman selanjutnya.

Dalam novel ini pertama menjelaskan bahwa ada ketakutan yang memenuhi pikiran Pak Riza atau penulis novel sebelum berangkat tugas ke Jepang, karena terbayang akan cerita yang kurang menyenangkan tentang Negara Jepang yang pernah didengar salah satunya seperti minum wine atau sake demi melancarkan bisnis, selain itu budaya yang bertentangan dengan prinsip dalam dirinya sebagai seorang pria Jawa yang sejak kecil telah dididik oleh kedua orang tuanya dengan nilai-nilai keislaman, apalagi bapaknya adalah seorang guru ngaji di kampungnya.

Namun ternyata ketika sampai di Jepang dan telah bertempat tinggal selama 2 setengah tahun di Jepang, ketakutan-ketakutan tersebut tidak terbukti, justru semakin banyak hal-hal yang dipelajari mulai dari kedisiplinan orang Jepang, cara kerja, budaya yang dipertahankan oleh masyarakat Jepang, kepemimpinan orang Jepang yang sangat baik tidak menyalahkan bawahannya, teknologi yang super canggih seperti toilet Jepang yang dipenuhi oleh sensor yang secara otomatis dapat membersihkan sendiri, tata ruang yang ada di Jepang juga sangat terstruktur seperti adanya tol di lorong bukit yang membuat perjalanan menjadi cepat.

Di dalam novel ini menggabungkan antara cerita culture shock, cross culture management dan pelajaran menarik terkait dengan marketing, sales skill, negotiation skill, leadership di mana pemimpin yang sangat menghargai dan membela bawahannya, self development, creative idea exploration dan self strater.

            Melalui novel ini, pembaca diajak untuk selalu berperan positif dan aktif dalam berbagai manfaat pada sesama dan dalam kondisi apapun. Saat membaca novel ini seolah-olah diajak terbang bersama penulis ke Jepang bekerja dan menjalani hidup. Pak Riza menghadapi culture shock antara Jepang dan Muslim-Indonesia mulai dari pekerja di kantor, tes mengemudi super ketat dan detail, bagaimana menghormati orang yang baru saja meninggal, gaya hidup dan pergaulan dengan orang Jepang, teknologi Jepang yang canggih , disiplin waktu, hingga didikan dari generasi ke generasi secara turun temurun.

Dari buku ini saya bisa belajar kerja sama tim di Jepang terutama soal kepemimpinannya. Seorang pemimpin yang baik tidak menyalahkan bawahannya justru fokus kepada solusi. Tentunya kerja sama tim sangat baik. Dari buku ini di mana pun kita bekerja dan berbisnis di kota dan negara manapun jangan pernah untuk melepaskan kepercayaan kita kepada Tuhan demi mengejar karir dan kesuksesan. Di Jepang terkenal dengan yang namanya harakiri dimana ketika orang Jepang terkena masalah memilih untuk mengurung diri, depresi, dan lain-lain. Bersyukur kita sebagai orang Indonesia memiliki agama sebagai pegangan hidup. (*/ykib).

Kelebihan

  1. Cara penulis dalam menyampaikan alur ataupun latarmya jelas sehingga pembaca tidak bingung walaupun bahasanya sulit untuk dipahami
  2. Penulis kreatif dalam mencantumkan hal yang membuat pembaca mendapatkan ilmu baru.
  3. Dari isi cerita pembaca dapat membayangkan bagaimana kondisi di Jepang karena kata kata dan ceritanya dikemas sangat menarik.

Judul Novel                 : Cahaya di Tirai Sakura

Penulis                         : Riza Perdana Kusuma

Penerbit                       : PT Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit                : 2017

ISBN                           : 978-602-03-6775-0

Jumlah Halaman          : 224 Halaman

*Penulis resensi buku adalah guru Kampung Ilmu Purwosari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *