Contagious, Rahasia Dibalik Produk dan Gagasan yang Populer

*Oleh Frensi Agustina, S.Pd.,M.Pd.

Contagious sekilas membaca kata ini memang terkesan asing. Ya benar karena kata ini memang berasal dari bahasa asing yaitu bahasa Inggris yang artinya menular, kalau orang Jawa sering menyebutnya dengan getok tular. Buku ini memang ajaib berisi banyak ilmu dan teori yang telah melalui proses riset, bukan sekadar teori yang absurd namun teori ini dapat dipraktikkan bagi siapa saja yang memiliki hasil karya berupa ide/gagasan, produk maupun jasa yang ingin dikenal, dibeli, dihargai, digunakan sebagai kebutuhan, menjadi sukses dan terus berkelanjutan dari generasi ke generasi. Contagious mengajari kita agar produk, ide atau jasa kita terus menjadi topik perbincangan, sudah dalam top minded atau bahasa sekarang menjadi viral. Tentunya siapapun yang memproduksi barang atau jasa maupun ide tentunya ingin dikenal dan tersebar luas dan dapat memengaruhi masyarakat. Maka dibutuhkan strategi pemasaran yang tepat agar mencapai target penjualan atau sasaran yang diinginkan. Bagaimana agar pemasaran kita berhasil tentunya menggunakan jurus yang akan kita pelajari di buku karya Jonah Berger ini.

Ada suatu produk/jasa/ide yang mudah sekali menjadi populer dan diminati masyarakat itu tidak terlepas dari adanya getok tular dari mulut orang ke orang. Konsumen yang puas dengan produk/jasa/ide kita cenderung akan menceritakan pengalamannya yang puas kepada orang lain dan akan sering dibicarakan di suatu acara keluarga, mengobrol ringan dengan tetangga, di tempat kerja ataupun tempat berkumpul yang lain. Mereka akan dengan sukarela merekomendasikan produk/jasa/ide kita kepada keluarga/teman/media sosial pribadi mereka. Sehingga akan dengan cepat produk/jasa itu terkenal dan mewabah ke masyarakat.

Getok tular lebih kepada pertemuan secara bertatap muka secara langsung antar manusia sehingga akan terjadi transmisi sosial. Transmisi sosial yang dimaksud dalam hal ini adalah pengaruh sosial yang kuat ketika orang lain berbicara langsung kepada kita dengan membangkitkan emosi turut kagum/senang/terbawa cerita, menatap mata, tertawa ketika puas, dengan gaya bicara alami, tidak ada motif yang berlebihan dan lebih meyakinkan. Apalagi yang menyampaikan itu adalah orang terdekat kita, saudara, teman akrab atau tetangga dekat. Tentunya kita akan lebih percaya dengan mereka daripada kita menonton iklan di televisi/radio, ataupun membaca berderet-deret iklan di surat kabar offline/online yang semuanya mengatakan bahwa produk/jasa mereka paling terbaik dan nomor 1. Getok tular ini adalah sarana promosi yang sangat murah bahkan gratis, karena orang yang melakukan getok tular tidak dibayar oleh perusahaan yang memproduksi barang/jasa tersebut. Mereka menjadi juru pemasaran dan sukarela sebagai bentuk kepuasan terhadap produk/jasa yang mereka beli. Terkadang harga mahal/murah bukan ukuran produk/jasa itu berhasil merebut hati masyarakat namun kepuasan pelanggan yang sangat memengaruhi faktor keberhasilan produk/jasa.

Berdasarkan riset Keller Fay Group getok tular melalui media online atau media sosial hanya memiliki pengaruh sebanyak 7% saja. Segi positif dari  media sosial adalah akan lebih banyak yang membaca dan tahu namun belum tentu bersunggung-sungguh untuk menjatuhkan pilihan ke produk/jasa kita. Karena memang interaksi di dunia maya hanya sebentar saja dan itupun bisa dimaknai interaksi yang tidak nyata. Orang lebih banyak menghabiskan waktu berbincang/berinteraksi sosial secara langsung di dunia nyata. Ketika 1 orang menceritakan tentang produk/jasa langsung berhadapan dengan 1 atau 2 orang namun mereka mendengarkan dengan seksama dan bersungguh-sungguh dan kebanyakan langsung menjatuhkan pilihan dan memberikan keputusan untuk segera mencoba produk/jasa tersebut. Dan jika orang ke-2 menceritakan kepada orang ke-3 dan seterusnya maka akan segera menular cepat mewabah produk/jasa tersebut. Apalagi jika orang yang bercerita adalah orang yang berpengaruh dalam buku Malcolm Gladwell dinamakan tipping point, salesmen atau connector.

Bagaimana produk/jasa itu cepat menular, terus dibicarakan, diceritakan dan direkomendasikan pastinya dipicu oleh hal yang penting. Berdasarkan penelitian Jonah Berger jurus itu disingkat STEPPS agar mudah diingat.

Jurus 1: Social Currency (Mata Uang Sosial)

Apa sih mata uang sosial ini? sebenarnya sudah sering dilakukan orang, namun mungkin belum tahu sebutannya. Seseorang akan senang menceritakan hal yang istimewa, rahasia yang belum diketahui banyak orang dan dimotivasi oleh hasrat tampak hebat di mata orang lain. Ketika orang mendengarnya langsung ingin merasakan pengalaman yang hebat dan merasa istimewa/eksklusif ingin menjadi bagian dari komunitas tersebut mereka merasa memiliki status penting ketika merasa sebagai orang dalam. Jadi singkatnya mata uang sosial adalah hal istimewa yang membuat orang senang membicarakannya.

Jurus 2: Trigger ( Pemicu)

Pemicu bisa disebut juga stimulus yaitu landasan untuk getok tular yang menggerakkan kesuksesan. Makin sering sesuatu dipicu maka besar peluangnya untu naik daun/viral dan makin besar kesuksesan yang diraih. Jadi produk/jasa/ide jika dipicu terus menerus maka akan terus dibicarakan terus menerus sehingga akan dipilih dan terus digunakan.

Jurus 3: Emotion (Emosi)

Pesan yang disampaikan tentang produk/jasa/ide berfokus pada perasaan dan dapat membangkitkan gairah seseorang. Konten yang kita buat dapat mengobarkan semangat dan dirasakan oleh hati. Rasa bahagia, takjub, semangat, senang, humor membawa energi positif dan akan cenderung dibagikan ke orang lain.

Jurus 4: Public (Umum)

Produk/jasa/ide yang kita buat bersifat umum, mudah terlihat oleh banyak orang sehingga mudah populer, mudah diikuti orang dan orang terpicu untuk bereaksi meniru orang lain yang sudah lebih dulu melakukan.

Jurus 5: Practical Value (Nilai Praktis)

Produk/jasa/ide yang bernilai praktis, efesien dan efektif. Dapat menghemat waktu, memberi solusi, menghemat biaya, bernilai yang luar biasa, memiliki banyak manfaat sehingga seseorang akan turut serta membantu menyebarluaskan informasi. Agar informasi tidak terlewat begitu saja maka diperlukan pesan yang menonjol sehingga terkesan informasi ini penting dan sayang untuk dilewatkan. Kita perlu menjelaskan mengapa produk/jasa/ide kita begitu penting sehingga orang lain merasa wajib membantu menyebarluaskannya.

Jurus 6: Story (Cerita)

Kita perlu mengemas dan membangun produk/jasa/ide kita dalam cerita yang menarik untuk diceritakan ke masyarakat sehingga menciptakan kondisi yang mewabah/endemi. Pesan yang kita buat sangat berharga dan diterima oleh orang banyak.

6 jurus jitu penularan ini dapat dipahami secara sederhana yaitu produk/jasa/ide yang mengandung mata uang sosial, mudah dipicu, membangkitkan perasaan/emosi, bersifat umum, berguna/praktis serta dikemas dalam cerita menarik.

Kelebihan Buku Contagious

            Memberikan informasi yang ilmiah berdasarkan riset dan sudah diimplementasikan oleh perusahaan nasional dan internasional. Setiap prinsip yang dikemukan dilengkapi dengan contoh produk/jasa/ide yang telah berhasil mengaplikasikannya. Hal ini akan membuat pembaca lebih yakin dan bisa meniru dengan mudah.

Kekurangan Buku Contagious

            Buku ini aslinya berbahasa Inggris yang diterjemahkan oleh Alex Tri Kantjono Widodo dalam bahasa Indonesia. Ada beberapa kalimat terjemahan yang dirasa kurang pas karena terlalu diterjemahkan saklek sesuai katanya. Sehingga terkesan padunan katanya kurang harmonis ketika dibaca.

Rekomendasi Buku Contagious

            Sangat recommended dibaca untuk kalangan pebisnis, akademisi, praktisi dan wirausahawan. Sangat tepat untuk dipelajari pihak manajemen lembaga khususnya bagian marketing. Buku ini berisi jurus marketing yang mudah dipahami dan dipraktikkan agar produk/jasa/ide yang dijual ke masyarakat dapat diterima dan digunakan masyarakat terus menerus.

Agar lebih jelas dan memahami selengkapnya tentang buku ini silakan membeli dan membaca buku bagus karya Jonah Berger ini. Selamat membaca dan salam sukses. (*/ykib).

Identitas Buku Contagious

Judul Buku                  : Contagious

Pengarang Buku          : Jonah Berger

Penerbit Buku            : PT Gramedia Pustaka Utama

Kota Terbit                  : Jakarta

Tahun Terbit                : 2014

Tebal Buku                  : 297 halaman

Penulis resensi buku adalah Manajer Kampung Ilmu

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *