Kado Terbaik

*Oleh Ida Laelatur Rosidah, S.Pd.

Kado Terbaik merupakan novel remaja terbaik Islamic Book Fair 2024 karya J.S. Khairen yang menceritakan tentang kehidupan anak-anak di sebuah panti asuhan ilegal yang berjuang bertahan hidup dari kerasnya jalanan. Melalui kisah kakak beradik ini, J.S. Khairen sebenarnya menggambarkan potret kelam eksploitasi anak jalanan yang dibalut dalam perjuangan hidup penuh air mata. Cerita dalam novel ini berpusat pada nasib malang seorang anak laki-laki bernama Rizki dan kedua adik perempuannya, Rizka dan Khanza. Kehidupan mereka berubah drastis setelah sang ayah tewas tertembak dan ibu mereka yang tega meninggalkan ketiga bersaudara ini  di sebuah panti asuhan ilegal yang dikelola oleh seorang pria kejam bernama Pak Tono.

Di dalam panti asuhan tersebut, janji akan kasih sayang dan pendidikan yang layak ternyata hanyalah kedok belaka. Tempat itu tidak berbeda dengan penjara mengerikan yang mengeksploitasi anak-anak demi keuntungan finansial sepihak. Di bawah ancaman kekerasan fisik dan verbal, anak-anak asuh dipaksa turun ke jalanan ibu kota yang ganas setiap harinya. Mereka dibagi ke berbagai wilayah untuk mengemis, mengamen, dan berjualan demi memenuhi target setoran uang yang sangat tinggi.

Pukulan batin yang hebat sempat menimpa Rizki ketika sebuah keluarga datang dan memutuskan untuk mengadopsi salah satu adiknya, Rizka. Perpisahan paksa ini membuat Rizki terpukul, meski di sisi lain ia mencoba ikhlas demi masa depan sang adik yang lebih baik di luar panti. Sejak saat itu, fokus utama Rizki hanya tertuju untuk melindungi adik bungsunya, Khanza, yang kini menjadi satu-satunya keluarga yang tersisa di sisinya di dalam panti asuhan tersebut.

Tak tahan dengan siksaan di panti asuhan, Rizki yang mulai beranjak remaja akhirnya mengambil keputusan nekat untuk kabur sendirian. Ia terpaksa meninggalkan Khanza untuk sementara waktu demi bisa bertahan hidup di kerasnya jalanan Jakarta. Rizki bertekad untuk bekerja keras dan menjadi orang sukses di luar sana, dengan sebuah janji yang selalu ia pegang teguh: suatu hari nanti ia akan kembali untuk menjemput dan membebaskan adiknya dari panti asuhan terkutuk itu.

Namun, kenyataan hidup di jalanan ternyata jauh lebih kejam dan tidak berpihak pada Rizki. Tujuh hari menjelang hari raya Lebaran, impian suksesnya belum juga terwujud, sementara rasa rindu dan khawatir kepada Khanza sudah tidak bisa dibendung lagi. Dengan sisa-sisa keberaniannya, Rizki akhirnya memutuskan untuk kembali menyelinap ke dalam panti asuhan tersebut demi menemui sang adik dan mengabulkan permintaan sederhana Khanza yang menginginkan sebuah kado Lebaran.

Sampai pada puncak cerita,  ketika Rizki mengetahui rahasia mengerikan bahwa panti asuhan tersebut juga terlibat dalam sindikat gelap perdagangan organ tubuh anak. Salah satu korbannya adalah Rani, anak perempuan malang yang nasibnya di ujung tanduk. Bersama dengan teman-teman terminalnya yang tergabung dalam komplotan Tiga Sekawan, Rizki akhirnya bergerak melakukan aksi penyelamatan yang sangat menegangkan demi melindungi Khanza dan anak-anak panti lainnya dari ancaman maut.

Novel ini ditutup dengan akhir cerita yang sangat emosional sekaligus mengharukan. Pengorbanan dan keteguhan hati Rizki benar-benar diuji sampai batas maksimal dalam memaknai apa arti dari “kado terbaik” yang sesungguhnya bagi masa depan adiknya. Melalui kisah ini, J.S. Khairen berhasil menyampaikan pesan moral yang mendalam tentang arti ketulusan, persaudaraan, dan kritik sosial yang tajam terhadap nasib anak-anak jalanan yang sering terlupakan.

Kelebihan dari Novel Kado Terbaik

  1. Novel ini mengandung banyak nilai moral dan pendidikan karakter seperti tanggung jawab, kerja keras, kepedulian, kemandirian, dan nilai religius.
  2. Alur cerita dalam novel sangat menarik dan penuh perjuangan sehingga mampu menumbuhkan empati pembaca
  3. Gaya bahasa yang digunakan sederhana dan komunikatif sehingga cocok dibaca remaja maupun orang dewasa.

Kekurangan dari Novel Kado Terbaik

  1. Novel ini memiliki tema yang sensitif seperti isu kekerasan, eksploitasi anak, penculikan, dan kejahatan sehingga memerlukan kedewasaan dalam memahaminya
  2. Akhir cerita pada novel terkesan menggantung (open ending) sehingga meninggalkan rasa mengganjal dan terasa kurang tuntas. (ykib/ida).

Identitas Buku

Judul Buku          : Kado Terbaik

Penulis                 : J.S. Khairen (Jombang Santani Khairen)

Penerbit              : PT Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo)

Tahun Terbit      : 2022

Tebal halaman   : 245

Genre                   : Fiksi Remaja

ISBN                      : 9786020529325

 

*Penulis resensi buku adalah Wakil Kepala Kampung Ilmu Purwosari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *