Oleh Muhammad Roqib
Bojonegoro – Dr Suyoto, dosen Universitas Muhammadiyah Gresik dan mantan Bupati Bojonegoro periode 2008-2018, berbagi ilmu dalam kuliah umum Pendidikan dan Revolusi Industri 4.0 di Rumah Belajar Kampung Ilmu di Desa/Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, pada Minggu, 23 Desember 2018.
Kang Yoto, sapaan akrab Suyoto, mengungkapkan, perkembangan revolusi industri 4.0 mengubah cara hidup dan cara bekerja, serta berinteraksi manusia zaman sekarang. Revolusi industri 4.0 ini merupakan kelanjutan dari revolusi industri sebelumnya yang dimulai dengan ditemukannya mesin uap, produksi barang secara massal, dan perkembangan elektrik.
Menurutnya, ada pekerjaan yang hilang, tetapi juga banyak peluang pekerjaan yang muncul. “Sekarang sudah tidak relevan lagi menanyakan pada anak nanti mau kerja apa, tetapi nanti itu mau jadi apa, mau menciptakan apa,” ujarnya.
Masa sekarang, kata dia, disebut internet of thing dan internet of everything, big data. Definisi kerja sekarang sudah berubah. Kreativitas menjadi begitu penting.
“Orang orang tua sekarang seperti terganggu, karena disrupsi, sedangkan anak anak muda merasa seperti belum disiapkan menghadapi perubahan ini. Jadi, semua kebingungan” ujarnya.
Perubahan ini, kata dia, mau tidak mau harus dihadapi sehingga yang harus dilakukan adalah terus mengembangkan diri, meningkatkan kemampuan dan keterampilan vokasional. Sekarang ini, kata dia, aset bukan lagi berupa lahan sawah dan lainnya, tetapi kemampuan memanfaatkan kemampuan diri.
Sementara itu, Dr Sri Minarti, M.Pd.I, mengatakan, di era revolusi industri ini selain kemampuan nalar, juga penting penanaman karakter.
“Orang bahagia itu bukan karena punya materi yang banyak, melainkan karena kasih sayang,” ujarnya. (*/kik)

