Oleh Eti Nurjanah, S.Pd.
Doa adalah senjata kaum beriman. Doa adalah inti ibadah. Makna ibadah secara utuh adalah keharusan bagi setiap makhluk untuk melaksanakan tujuan penciptaannya. Apakah doa adalah aktivitas meminta pada Tuhan yang jauh dari dirimu?. Ataukah doa merupakan mengejawantahkan kekuatan Allah yang ada dalam pusat kesadaran diri yang menjadi sumber kehidupanmu?.
Doa tak lain adalah teknik mengejewantahkan kekuasaan Tuhan yang ada dalam diri kita sendiri. Itulah sebabnya kita sering menyaksikan hal yang tampak mustahil ternyata dapat terwujud karena doa yang penuh konsentrasi.
Sebagian Muslim berkeyakinan bahwa hal-hal yang telah ditentukan Tuhan pasti terlaksana. Lalu untuk apa berdoa?. Keyakinan ini terbentuk karena mereka telah dikondisikan oleh informasi yang menyesatkan. Sebenarnya Rasullulah SAW telah mempertegas kenyataan ini dengan penjelasannya yang mudah dipahami oleh orang awam sekali pun.
“Hanya doa yang dapat mengubah takdir. Hanya perbuatan baik yang dapat memperpanjang usia. Tidak diragukan lagi, seseorang akan mengalami kesulitan rezeki karena dosa yang ia lakukan. ”
Semua orang akan menerima konsekuensi dari apa yang ia perbuat. Itu sebabnya kita harus berbuat semaksimal mungkin. Jika engkau mampu berdoa, lakukanlah. Jika engkau punya kesempatan untuk berdoa lagi, segera lakukan. Sejatinya Allah menjadikan doa sebagai prasyarat sejumlah kapasitas mental yang akan Dia bukakan dari dalam diri hambanya dan menempatkan doa sebagai alasan bagi banyak hal yang telah Dia tetapkan. Itulah sebabnya doa menjadi senjata orang beriman. Doa adalah anugerah terbaik yang memungkinkan semua hal baik dalam takdir menghampirimu. Orang-orang yang memperoleh rahmat terbesar adalah mereka yang mengamalkan doa sebanyak dan seefektif mungkin.
Kita percaya bahwa zikir adalah paling bermanfaat yang dapat dilakukan seseorang semasa hidupnya yaitu :
- Zikir meningkatkan kapasitas otak mengikuti arah makna kata-kata yang diulang ulang dalam pikiran.
- Zikir memindahkan gelombang energi yang dihasilkan otak menuju roh seseorang.
- Zikir mengembangkan wilayah wilayah otak, seperti kemampuan menangkap, memahami dan mengaitkan berbagai makna dari kata yang diulang ulang.
- Zikir membawa keyakinan tentang Allah.
- Zikir menghasilkan pemahaman atas makna keilahian.
Mengapa doa tidak dikabulkan?. Kadang kala Allah ingin mengajarimu mengabdi sehingga Dia menjadikanmu berdoa dan menunda pengabulan doa itu agar Anda bisa merasakan nikmatnya mendekatkan diri kepada Allah. Allah bisa juga menunda pengabulan doamu karena dia senang mendengar suaramu. Kadang kala Dia untuk mengajarkanmu bagaimana berusaha melawan setan yang membisikkan. Jadi Tuhan menunda pengabulan doa untuk mengujimu atau mengajarimu cara mengusir setan dan Allah pasti mengabulkan.
Dengan demikian, ibadah bermakna ketundukan. Bisa saja seseorang melakukan shalat tetapi merasa tidak tunduk. Karena itu ketika berdoa kita harus menyadari bahwa kita tidak melakukannya sekadar untuk dikabulkan Allah, tetapi juga untuk belajar tunduk, mengabdi dan mendekat kepada-Nya.
Syarat terkabulnya doa apabila ingin doamu terkabul, ada 4 syarat yang harus dipenuhi, yakni :
- Yakin. Kita harus yakin bahwa Tuhan akan mengabulkannya.
- Khusyuk. Terkait hal ini setiap kali kita merendahkan diri, khusyuk dan bersimpuh di hadapan Allah.
- Tidak tergesa-gesa. Doa kita akan dikabulkan selama kita tidak tergesa-gesa dengan berkata ” Aku sudah berdoa tetapi belum juga dikabulkan “.
- Harta halal. Allah Maha Baik, Dia tidak menerima kecuali sesuatu yang baik.
Berdoalah dengan apa yang kita rasakan. Jangan memaksakan diri untuk membuat kata yang indah. Percayalah Allah akan mengabulkan setiap doa kita. Hanya tinggal kita bersabar dengan segala penundaan dari-Nya.
Penulis adalah guru Kampung Ilmu Purwosari

