Kios Pasar Sore dan Cerita Orang-Orang Biasa Lainnya

*Oleh Ananda Silviana Putri, S.Kom.

Di balik setiap wajah yang kita jumpai, ada kisah yang nyaris tak pernah terucap. Melalui Kios Pasar Sore dan Cerita Orang-Orang Biasa Lainnya, penulis merangkai tiga puluh satu cerita pendek yang mengingatkan kita, bahwa hidup tidak pernah benar-benar biasa. Cerita orang-orang biasa berubah menjadi potret kehidupan yang hangat, lucu, dan terkadang menyayat serta membuat kita sadar, mungkin kita pun salah satunya. Ada kehangatan yang mudah meresap ke dalam hati saat membaca buku ini. Buku kumpulan cerita pendek ini terasa seperti pelukan hangat di penghujung hari yang lelah, mengajak kita melangkah sejenak keluar dari hiruk-pikuk kehidupan.

Cerita pendek yang berfokus pada sosok-sosok yang sering kali terlewatkan dalam deru kehidupan sehari-hari. Penulis membawa kita mengintip fragmen hidup manusia biasa mereka yang tidak masuk berita utama, namun menyimpan ketabahan dan ruang hangat di hatinya.

Ada beberapa cuplikan di buku ini.

Kios Pasar sore:

Terbakarnya Pasar Sore untuk kesekian kalinya. Dalam suasana panik itu, pertanyaan yang paling utama diajukan bukanlah seberapa besar kerugian kerugian materi, melainkan satu hal sederhana: “Koh Lauw aman?” Cerita ini memperlihatkan bagaimana kehadiran seorang penjual atau tetangga biasa di pasar bisa menjadi jalinan pengikat rasa saling peduli antarwarga.

Rahmat: Sosok yang Sedikit Bicara, Banyak Memberi

Rahmat adalah seorang opas (petugas kebersihan/penjaga) kantor yang selalu datang paling awal dan pulang paling akhir. Di balik diamnya, ia memikul beban berat merawat anaknya yang sakit radang otak. Meski hidupnya pas-pasan, ia masih menyisihkan sedikit persenan uangnya untuk membantu anak janda tua di sekitar rumahnya. Tanpa publisitas, Rahmat menjadi penyangga hidup bagi orang lain.

Tarjo Sang Biduan: Kelana Seorang Manusia Biasa

Perjalanan hidup Tarjo bergerak dinamis tanpa alur yang mulus. Mulai dari pengemudi bajaj, beralih menjadi penyanyi atau biduan, hingga akhirnya bekerja sebagai sopir pribadi. Melalui sosok Tarjo, Reda memperlihatkan fleksibilitas orang biasa yang terus melangkah dan beradaptasi menghadapi gelombang hidup.

Madame Usherette: Keberanian Menemukan Diri Sendiri

Seorang perempuan berusia 60 tahun bernama Madame Usherette bekerja mengantar penonton ke kursi teater. Pekerjaan itu membahagiakannya karena ia mencintai seni. Di balik senyum mewahnya, ia pernah membuat keputusan besar dalam hidup: meninggalkan suami yang selama bertahun-tahun melarangnya bersenandung dan menikmati musik. Meski harus menghadapi rasa sepi dan penolakan dari keluarga yang tak memahaminya, ia menemukan kedamaian pada pilihannya sendiri.

Lelaki dengan Tas Kertas:

Tokoh kerap kali berpapasan dengan Kamal di berbagai pusat perbelanjaan. Lucunya, Kamal selalu pura-pura lupa atau bersikap dingin jika bertemu berdua saja. Namun, saat ada teman yang memperhatikan, Kamal mendadak bersikap sangat ramah seolah-olah mereka bersahabat erat.

Suatu tengah malam, Kamal mendadak menelepon dengan panik. Ia memohon agar profil dirinya yang dijadwalkan terbit di majalah tempat tokoh utama bekerja ditunda atau dibatalkan. Profil tersebut sejatinya hanya berisi bahasan ringan tentang gaya hidup, tiga rumah baru, serta hobi belanjanya yang konsumtif.

Keesokan harinya, rahasia di balik kepanikan Kamal terkuak. Nama Kamal muncul di berita utama sebagai tersangka kasus penggelapan uang dalam jumlah fantastis yang melibatkan para pejabat dan selebritas.

Cerita ini menelanjangi kepalsuan gaya hidup glamor yang sering dipamerkan seseorang untuk menutupi kejahatan atau rasa cemas di dalamnya.

Penulis menulis cerita ini dengan tutur kata yang sangat manusiawi. Tidak ada bahasa yang rumit atau terkesan menggurui. Penulis menatap setiap karakternya dengan penuh rasa hormat dan empati. Buku ini membuat kita tersadar bahwa.

  1. Setiap orang yang kita temui di jalan pembawa belanjaan, penjaga toko, hingga tetangga sebelah rumah memiliki perjuangan, kerinduan, dan cintanya masing-masing.
  2. Kebahagiaan tidak selalu berwujud pencapaian besar. Terkadang ia hadir dalam bentuk sapaan ramah di pagi hari, aroma kopi yang diseduh di pasar sore, atau keberanian kecil untuk bertahan satu hari lagi.

Kelebihan buku:

  1. Bahasa hangat dan sederhana, gaya tutur mengalir santai, jujur, dan sangat mudah dipahami.
  2. Sangat empatis, mengangkat kisah rakyat biasa yang terasa dekat, dan relevan dengan kehidupan nyata.
  3. Pesan moral halus, menyampaikan makna hidup secara alami tanpa kesan menggurui.

Kekurangan buku:

  1. Alur cenderung datar
  2. Akhir menggantung, ada beberapa cerpen selesai secara open-ending. (ykib/silvi).

Identitas Buku

Judul                     : Kios Pasar Sore dan Cerita Orang-Orang Biasa Lainnya

Penulis                 : Reda Gaudiamo

Genre                   : Kumpulan Cerita Pendek/Fiksi

Penerbit              : Shira Media

Tahun Terbit      : 2025

Tebal Halaman  : xii + 126 halaman

 

*Penulis resensi buku adalah Kepala Kampung Ilmu Padangan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *