As Long As The Lemon Trees Grow

*Oleh Christin Nur Aisyah, S.Sos.

As Long as the Lemon Trees Grow merupakan novel debut bertema fiksi remaja karya penulis asal Suriah, Zoulfa Katouh. Melalui edisi terjemahan Bahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Penerbit Mizan, novel yang mengambil latar di kota Homs di tengah kecamuk revolusi dan perang saudara Suriah ini terasa begitu dekat dan hidup. Buku ini tidak sekadar menceritakan penderitaan akibat perang, melainkan hadir sebagai sebuah penghormatan atas ketabahan, rasa cinta terhadap tanah air, dan daya tahan manusia di tengah tragedi yang luar biasa. Lewat alih bahasa yang mengalir halus di setiap lembarnya, Katoh berhasil menguraikan penderitaan rakyat Suriah yang sering kali hanya terlihat sebagai angka statistik di media, serta mengubahnya menjadi narasi kemanusiaan yang sangat pribadi dan menyentuh hati.

Kisah novel ini berfokus pada Salama Kassab, seorang gadis berusia 18 tahun yang dulunya merupakan seorang mahasiswa farmasi. Ketika konflik di Suriah meletus dan menghancurkan kehidupannya, ia terpaksa mengambil peran sebagai sukarelawan medis sekaligus ahli bedah darurat di Rumah Sakit Zaytouna, Homs. Di sana, ia berjuang merawat korban pengeboman, penembak jitu, dan blokade militer di tengah keterbatasan obat-obatan serta peralatan medis. Kehidupan Salama dipenuhi trauma mendalam setelah kehilangan ibunya dan tidak mengetahui nasib ayah serta kakaknya, Hamza, yang ditangkap oleh militer. Di rumah, ia tinggal bersama Layla, kakak iparnya yang sedang hamil tua dan merupakan satu-satunya keluarga yang tersisa. Salama telah berjanji kepada Hamza untuk selalu menjaga Layla beserta janin yang dikandungnya.

Pergumulan batin Salama berkisar pada dilema moral yang sangat berat. Ia harus memilih antara tetap tinggal di Homs untuk membantu para korban yang selamat, atau membayar penyelundup demi melarikan diri melalui jalur laut Mediterania menuju Eropa demi keselamatan Layla dan calon bayinya. Dilema dan trauma mendalam ini bahkan memanifestasikan halusinasi fisik dalam wujud “Khawf” yang berasal dari kata dalam bahasa Arab yang berarti ‘rasa takut’, sesosokbayangan yang terus memburu dan menuntutnya untuk segera meninggalkan Suriah. Namun, di tengah kegelapan dan penderitaan tersebut, Salama bertemu dengan Kenan, seorang pemuda yang juga berjuang merawat adik-adiknya serta bertekad untuk tetap menyuarakan kebebasan di Suriah. Pertemuan ini memberikan Salama harapan baru dan membantunya memahami arti sejati dari perjuangan serta cinta.

Kekuatan utama dari buku ini terletak pada penyampaian karakter dan penggambaran psikologis trauma yang dialami oleh Salama. Penulis secara luar biasa menjadikan manifestasi Khawf sebagai lambang atau perumpamaan dari ketakutan sekaligus mekanisme pertahanan diri, yang menjadi perangkat naratif sangat kuat. Selain itu, detail emosional dan realitas perang disajikan secara apa adanya dan memilukan melalui kondisi rumah sakit, pengorbanan para tenaga medis, ketakutan anak-anak, hingga perjuangan warga sipil di bawah pengepungan. Meskipun dipenuhi kepedihan, buku ini menyisipkan pesan kuat bahwa perang Suriah adalah perjuangan rakyat demi menuntut kebebasan. Penulis juga berhasil mengaitkan kiasan pohon lemon dan bunga daisy sebagai simbol ketahanan serta harapan yang tak pernah padam.

Di sisi lain, buku ini memiliki kekurangan pada temanya yang cukup berat sehingga memerlukan perhatian khusus. Pembaca akan dihadapkan pada adegan operasi medis tanpa anestesi, kematian anak-anak, trauma berat, serta penderitaan fisik akibat perang secara gamblang, yang mungkin terasa kurang nyaman bagi sebagian orang.

Secara keseluruhan, As Long as the Lemon Trees Grow adalah karya sastra yang amat menyentuh dan menggugah empati. Novel ini sangat direkomendasikan bagi siapa saja yang ingin memahami penderitaan rakyat Suriah dari sudut pandang kemanusiaan, keberanian para sukarelawan medis, serta arti mendalam dari sebuah pengorbanan dan harapan. (ykib/christin).

Identitas Buku

Judul Buku                   : As Long As The Lemon Trees Grow

Penulis                         : Zoulfa Katouh

Penerbit                      : Mizan (PT Mizan Pustaka)

Penerjemah                : Berliani Mantili Nugrahani & Esti Ayu Budihabsari

Jumlah Halaman      : 512 halaman

Tahun Terbit            : 2025

ISBN                             : 9786024413903

Genre                          : Fiksi Sejarah (Historical Fiction)

 

*Penulis resensi buku adalah Wakil Kepala Kampung Ilmu Padangan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *