Kisah Pak Jokowi

Oleh Eti Nurjanah, S.Pd.

Buku berjudul Kisah, Perjuangan, dan Inspirasi karya Punto Ali Fahmi ini menceritakan perjalanan hidup Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi. Jokowi lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961. Ia adalah anak sulung dari pasangan Noto Miharjo dan Sujiatmi. Memiliki 3 adik perempuan yang bernama Iit Sriyantini, Ida Yati dan Titik Relawati. Jokowi dikenal akan kesederhanannya dan keuletannya dalam melakukan apapun. Jokowi juga dikenal sebagai pemimpin dengan wajah ndeso tapi pemikirannya bisa dikatakan sangat visioner alias kota banget, terbukti segala bentuk kebijakannya dalam pemerintahan maupun usaha mebel miliknya.

Dalam hidup dengan kesederhanaan, Jokowi juga terbiasa miskin, hal ini terbukti semasa kecil ia sering berpindah – pindah rumah yang dikontraknya. Mulai dari kontrakan yang terletak di bantaran Kali Dawung Kidul, kemudian daerah Munggung, bantaran Kalianyer, Kampung Cinderejo sampai menumpang di rumah Pakde Miyono. Dengan berjualan kayu dan bambu keliling pasar.

Sejak kecil Jokowi hidup dengan dikelilingi kayu. Dengan latar belakang keluarganya sebagai tukang kayu juga membuat Jokowi makin lekat dengan bidang tersebut. Tidak heran jika kemudian Jokowi mengikuti langkah ayahmya menjadi seorang tukang kayu. Tidak peduli apapun pekerjaannya Jokowi harus bisa menghargai lingkungan. Hanya dengan cara itulah, alam akan memberikan berkah yang tidak ada habisnya.

Walaupun begitu Jokowi sangat pintar membagi waktu, kapan saat belajar dan kapan saatnya membantu orang tuanya. Menurutnya orang sukses tidak boleh membuang – buang waktu yang sudah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa, karena memanfaatkan waktu dengan baik adalah salah satu wujujd rasa syukur.

Jokowi memiliki istri yang bernama Iriana. Sosok iriana yang selalu mendukung dan menegur Jokowi ketika melakukan kesalahan kecil yang sering dilupakan suaminya tersebut. Kehadiran Iriana benar – benar melengkapi Jokowi. Pernikahan itu dianugerahi 3 anak, 2 laki – laki dan 1 perempuan.

Awal memasuki dunia politik sebenarnya Jokowi tidak memiliki pengalaman berpolitik. Dirinya pun tidak pernah berdekatan dengan para birokrat atau orang – orang yang berkecimpung di partai. Namun apa yang ingin dicapai Jokowi saat itu bukanlah untuk kepentingan berpolitik. Ia ingin menyejahterakan kehidupan para pebisnis mebel serta pengrajin.

Kiprah Jokowi dalam bisnis mebel membuat namanya dikenal oleh masyarakat Solo. Melihat potensi Jokowi yang terus berkembang di dunia politik, partai PDI Perjuangan pun melirik Jokowi sebagai calon Wali Kota Solo.tahun 2005. Ini adalah tahun di mana Joko Widodo menjadi Wali Kota Solo. Hampir semua masyarakat Solo senang memiliki wali kota seperti Jokowi karena walaupun Jokowi telah menjadi wali kota, sikap sederhananya masih melekat, bahkan sampai sekarang. Dengan begitu Jokowi tidak pernah bercita – cita menjadi tokoh politik, apalagi menjadi pemimpin. Ia hanya ingin menjadi orang yang berguna untuk lingkungan sekitar dengan cara tidak menyakiti hati dan selalu menolong orang lain.

Berkat rentetan prestasi yang diraih Jokowi selama menjadi Wali Kota Solo, ia pun dicalonkan untuk untuk menjadi Gubernur Jakarta. Jokowi menerima pencalonan dirinya setelah melalui perenungan yang panjang. Ia sadar, meski telah mencicipi dunia politik, apa yang ada dihadapannya saat itu pasti lebih besar dan tentu lebih sulit. Dengan pencalonannya tersebut Jokowi menggandeng Ahok sebagai wakilnya.

Selama memimpin Jakarta , Jokowi membawa banyak perubahan. Mulai dari mengatasi banjir, revitalisasi Taman Waduk Pluit dan Waduk Rio, menata PKL Tanah Abang, mengatasi kemacetan program penataan kampung, layanan kesehatan gratis, dan bantuan dana pendidikan

Jokowi makin popular pada saat yang bersamaan masyarakat mengingingkan sosok  Jokowi menjadi Presiden Indonesia lantaran kinerjanya yang luar biasa. Saat itu masa kepemimpinan Jokowi sebagai gubernur Jakarta sebenarnya belum habis. Untuk maju ke Pilpres Jokowi ditemani oleh Jusuf Kalla. Jokowi dan Jusuf Kalla ditetapkan sebagai Presiden dan Wakil Presiden ke 7 Indonesia pada hari Selasa, 22 Juli 2014.

Jokowi adalah pribadi yang selalu membuat mata publik tertuju padanya. Dengan raut muka yang terkesan ndeso hingga gaya bicara yang pelan dan sering diselingi guyonan jenaka. Jokowi juga sering menunjukkan sisi – sisi unik dirinya. Di antaranya,

  1. Presiden kuis dengan hadiah sepeda
  2. Jarang sarapan
  3. Tidur dimana pun
  4. Marahnya Jokowi adalah diam
  5. Pecinta binatang

Tidak perlu melalui acara megah dan membahana, justru dari tindakan sederhanalah Jokowi mampu meninggalkan kesan untuk orang – orang yang akan diingat di masa depan nanti. (*/ykib).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *