Less Sensitive

*Oleh Ananda Silviana Putri, S.Kom.

Di dunia ini, ada orang yang sangat serius dan kaku, ada juga orang yang easy-going dan santai. Ada orang yang sensitif dan mudah baper, ada juga yang cuek dan bodo amat. Bagi orang yang sensitif, mereka cenderung memikirkan sesuatu secara mendalam.

Lantas apakah menjadi orang yang sensitif itu sebuah kesalahan? Oh, belum tentu. Meskipun mereka terkesan “baperan” dan butuh waktu lebih lama untuk memutuskan sesuatu, tetapi mereka terkenal sangat peduli terhadap perasaan orang lain.

Sensitif adalah cara merespon sesuatu dengan yang lebih dalam. Namun sensitivitas itu ternyata menjadi gangguan untuk diri sendiri ataupun orang lain, tentunya kita perlu mengendalikannya. Apakah  berarti bahwa sensitif itu kelemahan?

Sensitif itu hanyalah sifat dan pembawaan, tetapi bukan kelemahan.

Kalau selama ini, sensitivitas perasaan selalu diidentikkan dengan orang yang mudah tersinggung, lemah, atau cengeng, ternyata itu tidak selalu benar. Ada juga sisi positifnya memiliki empati tinggi, kreatif, teliti, dan memiliki passion yang kuat.

Dalam psikologi populer, kepribadian sensitif itu digolongkan keadaan psikologis di mana seseorang mempunyai kepekaan lebih dalam istilah Highly Sensitive Person (HSP). Di buku ini menjelaskan bahwa orang sensitif sering kali kreatif, tetapi juga lebih mudah mengalami stres. Perbedaan antara orang yang sangat sensitif (HSP) dan orang yang lebih santai atau less sensitive. Orang sensitif biasanya lebih berhati-hati dan banyak berpikir sebelum bertindak, sedangkan orang less sensitive cenderung lebih berani mengambil tindakan tanpa terlalu ragu.

Di buku ini juga mengingatkan bahwa kita tidak perlu terlalu memikirkan apa kata orang lain. Setiap orang memiliki pandangan yang berbeda, dan tidak semua komentar harus kita dengarkan. Melalui cerita tentang katak yang berhasil mencapai puncak menara karena tidak mendengar ejekan penonton, pembaca diajak memahami bahwa fokus pada tujuan jauh lebih penting daripada memikirkan penilaian orang.

Hidup terlalu singkat untuk terus khawatir dengan pendapat orang lain. Selama kita melakukan hal yang baik, kita tidak perlu memaksakan diri untuk menyenangkan semua orang. Fokuslah pada tujuan dan ikuti kata hati dengan percaya diri.

Pentingnya tahan terhadap kritik dan memiliki rasa percaya diri. Kritik sering terasa tidak menyenangkan karena berkaitan dengan kesalahan atau kelemahan seseorang. Namun, jika disikapi dengan bijak, kritik sebenarnya bisa menjadi sarana untuk belajar dan berkembang. Orang yang terlalu sensitif cenderung mudah tersinggung ketika dikritik. Oleh karena itu, kita perlu belajar mengendalikan diri dan tidak langsung terbawa perasaan. Dengan sikap yang lebih tenang dan terbuka, kritik justru dapat membantu kita memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih kuat.

Kritik bukan selalu serangan, tetapi bisa menjadi dorongan untuk tumbuh. Dengan percaya diri dan pikiran yang terbuka, kita dapat menjadikan kritik sebagai langkah menuju perkembangan diri yang lebih baik.

Sensitif atau tidak sensitif sebenarnya bukanlah masalah benar atau salah. Setiap orang memiliki karakter dan tingkat kepekaan yang berbeda.

Penulis menekankan bahwa yang terpenting adalah menjaga keseimbangan dalam berpikir dan bersikap. Ada saatnya kita perlu bersikap cuek agar tidak mudah tersinggung, tetapi ada juga waktu ketika kita perlu menjadi sensitif agar dapat memahami perasaan orang lain dan memiliki empati.

Melalui berbagai tips sederhana, pembaca diajak untuk membangun kebiasaan yang lebih positif, menjaga kesehatan fisik dan mental, berpikir lebih fleksibel, serta menebarkan energi positif kepada orang lain. Pada akhirnya, hidup tidak selalu berjalan sesuai keinginan, tetapi dengan sikap yang bijak kita bisa memaknai setiap pengalaman dengan lebih tenang.

Penutup buku ini memberikan pesan yang hangat bahwa menjadi diri sendiri adalah hal yang paling penting, selama kita terus belajar menjadi versi terbaik dari diri kita dan menjalani hidup dengan hati yang seimbang.

Kelebihan buku:

Kelebihan buku ini adalah bahasanya ringan, sederhana, dan sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Contoh-contoh yang diberikan juga mudah dipahami sehingga pembaca merasa seperti sedang diajak ngobrol santai.

Kekurangan buku :

Kekurangan buku ini adalah beberapa pembahasannya terasa cukup singkat sehingga pembaca mungkin ingin penjelasan yang lebih mendalam. (ykib/silvi).

Identitas buku

Judul Buku       : Less Sensitive

Penulis             : Restia Ningrum

Penerbit          : Anak Hebat Indonesia

Penyunting      : Jemima Jannah Darla Putri

Tahun Terbit    : 2023

Tebal Buku                  : 122

 

*Penulis resensi buku adalah Kepala Kampung Ilmu Padangan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *