*Oleh Chantika Putri Yenata, S.Pd.
Buku SELF-HEALING #3 karya Alvi Syahrin, yang berjudul Overthinking Is My Hobby, and I Hate It membahas tentang cara menghadapi kebiasaan overthinking yang sering membuat seseorang cemas, dan meragukan diri sendiri. Melalui pengalaman pribadinya, penulis memberikan dorongan, dan motivasi yang menenangkan pembaca agar mampu berdamai dengan pikiran. Melalui buku ini, pembaca juga diajak untuk menemukan ketenangan dengan lebih mendekatkan diri kepada Allah dan memandang setiap masalah sebagai bagian dari proses kehidupan.
Buku ini terdiri dari 45 bab yang membahas berbagai pengalaman dan refleksi tentang overthinking. Pembahasan dalam buku ini dapat dirangkum menjadi tujuh bentuk overthinking yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, yaitu:
- Overthinking Masa Depan
Pada bagian ini, penulis menjelaskan bahwa overthinking merupakan monster yang sangat manipulatif karena dapat membuat seseorang meragukan dirinya sendiri dan bahkan merusak hubungan dengan orang-orang terdekat. Penulis mengingatkan bahwa kita harus berani melawan overthinking dengan cara berpikir positif dan berprasangka baik kepada Allah. Hal ini sesuai dengan hadis yang menyatakan bahwa Allah akan memperlakukan hamba-Nya sesuai dengan prasangka hamba tersebut kepada-Nya (H.R. Bukhari).
- Overthinking Merasa Tidak Berguna
Dalam bab ini, penulis meyakinkan pembaca bahwa setiap orang memiliki potensi dalam dirinya. Namun, untuk menemukan dan mengembangkan potensi tersebut diperlukan komitmen untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat. Selain itu, seseorang juga harus berani mencoba hal-hal baru, tidak takut gagal, dan terus berusaha memperbaiki kekurangan yang dimiliki.
- Overthinking Sampai Merasa Tidak Bisa Tidur
Bagian ini membahas bagaimana pikiran yang terus bekerja dapat mengganggu waktu istirahat. Penulis menjelaskan beberapa penyebab overthinking, salah satunya adalah ketika pikiran terlalu kosong. Untuk mengatasinya, penulis menyarankan agar kita membuat rencana kegiatan sehari-hari yang bermanfaat. waktu luang sebaiknya tidak hanya dihabiskan untuk membuka media sosial. Walaupun media sosial dapat memberikan hiburan, membaca buku dapat menambah pengetahuan dan akan membuat pikiran lebih terisi sehingga mengurangi ruang bagi overthinking.
- Overthinking Tentang Teman, Sahabat, Cinta
Pada bagian ini, penulis mengingatkan agar kita tidak langsung meluapkan semua pikiran overthinking kepada orang yang menjadi sasaran pikiran tersebut karena hal itu dapat menimbulkan konflik. Sebaiknya kita terlebih dahulu memahami dan menenangkan diri sendiri. Penulis juga menekankan pentingnya fokus pada pengembangan diri, meningkatkan nilai diri, serta tidak membiarkan orang lain atau pikiran negatif menguasai diri kita.
- Overthinking Kalau Ternyata Tidak Dicintai
Pada bagian ini, penulis membahas bagaimana seseorang bisa terjebak dalam perasaan bergantung karena takut tidak akan diterima oleh orang lain. Penulis mendorong pembaca untuk fokus memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas diri. Semakin seseorang berusaha menjadi pribadi yang lebih baik, semakin ia akan merasa layak dicintai
- Overthinking Tentang Nilai Diri dan Kebahagiaan
Dalam bagian ini, penulis menjelaskan bahwa nilai diri seseorang dapat dilihat dari apa yang diperjuangkannya. Setiap orang pasti menghadapi kesulitan dalam hidup. Penulis juga memberikan contoh cobaan berat yang dialami para nabi sebagai bentuk ujian dalam kehidupan. Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa setelah kesulitan pasti ada kemudahan, dan setiap peristiwa yang terjadi selalu memiliki hikmah di baliknya.
- Overthinking Kalau Overthinking Kejadian
Pada bagian terakhir, penulis membahas ketakutan bahwa hal-hal buruk yang dipikirkan akan benar-benar terjadi. Penulis mengajak pembaca untuk menyadari bahwa tidak semua hal yang ditakuti benar-benar berbahaya. Selama suatu tindakan secara umum tidak membahayakan, rasa takut tersebut perlu dilawan. Jika hal yang ditakuti benar-benar terjadi, hal itu bukanlah akhir dari segalanya. Pembaca dianjurkan untuk tidak takut mencoba kembali dan terus melangkah maju.
Kelebihan buku:
Buku ini menggunakan bahasa yang ringan dan mudah dipahami sehingga cocok dibaca oleh remaja maupun orang dewasa. Penulis juga mengangkat pembahasan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti overthinking tentang masa depan, hubungan pertemanan, hingga perasaan tidak dicintai. Selain itu, buku ini memberikan solusi yang disertai dengan nilai-nilai keimanan sehingga pembaca tidak hanya mendapatkan motivasi, tetapi juga diingatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Kekurangan buku:
Beberapa penjelasan dalam buku ini terasa singkat sehingga pembaca mungkin menginginkan pembahasan yang lebih mendalam. Selain itu, ada beberapa bagian yang penyampaiannya cukup sederhana sehingga pembahasannya terasa seperti berulang dibeberapa bab.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, buku ini memberikan banyak pelajaran tentang cara menghadapi overthinking dalam kehidupan sehari-hari. Penulis mengajak pembaca untuk berpikir lebih positif, memperbaiki diri, serta memperkuat keimanan kepada Allah. Buku ini cocok dibaca oleh siapa saja yang sering merasa cemas atau terlalu memikirkan banyak hal, karena dapat memberikan motivasi dan sudut pandang yang lebih baik dalam menjalani kehidupan.
Dengan perpaduan pengalaman pribadi, motivasi, serta nilai-nilai keagamaan, buku ini memberikan pesan bahwa kecemasan bisa dikelola dengan usaha, pola pikir yang sehat, dan kepercayaan kepada Tuhan. Buku ini sangat cocok bagi pembaca yang mencari self-healing dengan sentuhan religius. (ykib/chantika).
Identitas buku
Judul buku : Overthinking Is My Hobby, and I Hate It
Penulis : Alvi Syahrin
Penerbit : Alvi Ardhi Publishing
Tahun terbit : 2023
Halaman : 268
ISBN : 978-623-97002-3-2
Genre : Self-Healing
*Penulis resensi buku adalah guru Kampung Ilmu Purwosari

