Pulang

*Oleh Septiani Ika Wulandari, S.Pd.

Novel ini ditulis oleh Darwis yang lebih dikenal dengan nama pena Tere Liye merupakan seorang penulis dan akuntan kebangsaan Indonesia. Memulai kepenulisan pada tahun 2005 melalui novel Hafalan Sholat Delisa. Beliau telah menerbitkan lebih dari 50 buku di sepanjang karirnya. Novel dengan judul Pulang ini tidak hanya sekedar novel biasa, akan tetapi sebuah cerita fiksi, petualangan dan perjuangan, menjadikannya pengalaman membaca tidak hanya menghibur tetapi juga mengajarkan pelajaran hidup yang sangat berharga.

Buku “Pulang” menceritakan tentang perjalanan seorang anak remaja bernama Bujang “Si Babi Hutan” yang merupakan anak satu-satunya Samad seorang jagal dan Midah. Pada usia lima belas tahun Bujang dijadikan anak angkat oleh Tauke Besar dan kemudian dirawat dan dipenuhi semua kebutuhannya, dan pendidikannya yang diarahkan langsung oleh Frans si Amerika yang memiliki anak bernama White yang merupakan mantan komandan mariner dan sahabat Bujang. Guru Bushi seorang master samurai dari Jepang yang memiliki dua cucu hebat bernama Yuki dan Kiko serta Salonga si penembak ulung terbaik yang ada di Benua Asia. Tauke besar melakukan ini untuk menjadikan Bujang sebagai penerus dalam keturunannya agar terus maju dan berkembang.

Kehidupan Bujang di keluarga Tauke Besar sebagai penguasa shadow economy membuat Bujang menjadi pribadi yang tangguh, cerdas, dan pemberani. Bujang tak pernah melupakan bapak ibunya yang sudah meninggal dunia. Keluarga Tong yang awalnya memiliki kejayaan yang sangat besar, telah berubah karena adanya penghianatan sangat besar oleh sahabat Bujang yang bernama Basyir. Basyir bersatu dengan keluarga Lin. Keluarga Lin yang merupakan musuh besar keluarga Tong (Teuke Besar) sehingga terjadilah pertarungan yang sangat besar dan mengakibatkan Tauke Besar meninggal dunia sehingga membuat Bujang kehilangan kekuatan dan keberaniannya. Basyir melakukannya karena balas dendam di masa lalunya. Tuanku imam satu-satunya orang dalam hidup Bujang yang memanggilnya dengan sebutan Agam. Memberikan nasihat begitu hebat sehingga membuat Bujang kembali bangkit menyusun strategi untuk bangkit kembali dan merebut semuanya yang telah dirampas oleh Basyir.

Pada akhirnya kemenangan diambil oleh Bujang “Si Babi Hutan” dan kekuatan anggota timnya yang baru dan beberapa keluarga Tong yang masih setia dengannya termasuk Parwez sehingga dapat memenangkan penghianatan itu. Setelah kejadian itu Bujang menjadi penerus di keluarga Tong dengan kekayaan terbesar di kawasan Asia Pasifik. Setelah kejayaannya Bujang pulang ke kampung untuk menjenguk pusara Bapak dan Ibunya dengan masih memegang janji yang ibunya katakan dulu bahwa Bujang tidak boleh memakan daging babi dan meminum minuman keras sebelum Bujang pergi ke keluarga Tauke Besar. Akan tetapi nama Bujang “Si Babi Hutan” tetap melekat di dirinya.

“Hidup ini tidak tentang mengalahkan siapapun. Hidup ini hanya tentang kedamaian di hatimu. Saat kau mampu berdamai, maka saat itulah kau telah memenangkan seluruh pertempuran. Pulanglah kepada Tuhanmu” Imamku Imam.

Kelebihan dari novel ini terdapat nasihat-nasihat yang disampaikan oleh penulis untuk dijadikan inspirasi pembacanya, dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Novel ini dikemas dengan cerita yang menarik ditambah banyaknya perjalanan hidup yang dapat diambil. Kekurangan dari novel ini adalah gambaran tokohnya hampir semua berkarakter keras dan novel ini masih menggantung. (ykib/septi).

Identitas buku        

Judul buku                   : Pulang

Penulis                         : Darwis (Tere Liye)

Penerbit                      : Replubika Penerbit

Jenis novel                   : Fiksi

Tahun terbit                : 2015

Tempat penerbit         : Jakarta

Halaman                     : 400 halaman

Genre                          : Aksi-Thriller, Petualangan

 

*Penulis resensi buku adalah guru Kampung Ilmu Padangan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *