*Oleh Irene Fanidyas Berlianita, S.Stat.
Buku Selasa Bersama Morrie karya Mitch Albom ini menceritakan tentang pelajaran hidup yang didapatkan oleh seorang murid dari dosennya yang sedang berjuang melawan penyakit yang serius. Buku ini membahas berbagai hal penting dalam kehidupan, seperti kisah cinta, keluarga, persahabatan, pekerjaan, kebahagiaan, dan kematian. Melalui kisah nyata yang sederhana ini, penulis mengajak pembaca untuk memahami arti kehidupan yang sesungguhnya.
Dalam buku ini, penulis mengajarkan kita untuk memahami bahwa hidup bukan hanya tentang uang, jabatan, atau popularitas. Selain itu, juga mengajarkan bahwa kebahagiaan sebenarnya berasal dari rasa kasih sayang, hubungan yang baik dengan orang lain, serta kemampuan menjalani hidup dengan penuh rasa syukur. Buku ini tidak hanya memberikan motivasi, tetapi juga membuka sudut pandang baru mengenai bagaimana seseorang seharusnya dalam menjalani kehidupan.
Tokoh utama dalam buku ini adalah Mitch Albom dan dosennya, Morrie Schwartz. Morrie adalah seorang profesor sosiologi yang mengalami penyakit ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis), yaitu penyakit yang menyebabkan tubuh seseorang secara bertahap kehilangan kemampuan untuk bergerak. Meskipun fisiknya semakin lemah, Morrie tetap menjalani hidupnya dengan semangat, penuh rasa syukur, dan perhatian kepada orang lain.
Pada awal cerita, tokoh Mitch digambarkan sebagai seseorang yang sangat sibuk dengan pekerjaannya sebagai jurnalis olahraga dan menghabiskan seluruh waktunya untuk bekerja. Kesibukan itu membuat Mitch jarang memiliki waktu luang untuk dirinya dan keluarganya. Ia merasa kesuksesan dan pekerjaan adalah hal yang paing penting dalam hidup.
Namun, kehidupan Mitch mulai berubah ketika ia melihat acara televisi yang menayangkan seseorang bernama Morrie Schwartz. Dalam acara tersebut, Morrie menceritakan tentang penyakit ALS yang dideritanya. Penyakit itu membuat tubuh Morrie perlahan-lahan lumpuh. Meskipun demikian, Morrie tetap terlihat tenang dan tetap menjalani hidup dengan penuh semangat. Dari tayangan televisi, membuat Mitch dengan Morrie kembali bertemu.
Pertemuan kembali antara Mitch dan Morrie menjadi bagian penting dalam buku ini. Mitch memutuskan untuk mengunjungi Morrie setiap hari Selasa. Dalam setiap pertemuan, mereka membahas berbagai topik kehidupan. Pertemuan tersebut terasa seperti sebuah kelas kehidupan, pembaca memperoleh banyak nasihat dan pelajaran hidup yang sangat berharga dari tokoh Mitch dan Morrie.
Salah satu pembahasan yang paling menonjol adalah tentang arti cinta dan hubungan antara manusia. Morrie menjelaskan bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri. Menurutnya, kasih sayang merupakan kebutuhan penting dalam hidup. Banyak orang terlalu sibuk mengejar pekerjaan dan materi sehingga lupa meluangkan waktu bersama keluarga atau sahabat. Melalui nasihat Morrie, pembaca diajak memahami bahwa hubungan yang baik dengan orang lain jauh lebih berharga dibandingkan harta atau jabatan. Selain itu, Morrie juga mengajarkan pentingnya menikmati setiap momen kehidupan. Banyak orang menjalani hidup dengan terburu-buru sehingga tidak benar-benar menikmati apa yang sedang mereka dilakukan. Morrie mengingatkan bahwa hidup akan terasa lebih bermakna jika dijalani dengan penuh kesadaran dan rasa syukur.
Dalam buku ini, pembaca juga diajak memahami bahwa emosi bukan sesuatu yang harus dihindari. Morrie menjelaskan bahwa rasa sedih, takut, kecewa, dan marah merupakan bagian alami dari kehidupan manusia. Menurutnya, seseorang perlu menerima dan merasakan emosinya dengan baik agar dapat memahami dirinya sendiri.
Selain itu, pembahasan tentang kematian menjadi salah satu bagian yang paling menyentuh dalam buku ini. Morrie sadar bahwa hidupnya tidak akan lama lagi karena penyakit yang dideritanya semakin parah. Namun, ia tidak menyerah atau terus-menerus merasa takut. Sebaliknya, Morrie justru menggunakan sisa hidupnya untuk berbagi pelajaran dan kebijaksanaan kepada orang lain. Morrie percaya bahwa dengan memahami kematian, seseorang akan lebih menghargai kehidupan. Banyak orang hidup seolah-olah memiliki waktu yang tidak terbatas. Akibatnya, mereka sering menunda kebahagiaan dan terlalu sibuk mengejar hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu penting. Melalui Morrie, pembaca diingatkan bahwa waktu adalah hal yang sangat berharga.
Buku ini juga membahas tentang budaya masyarakat modern yang terlalu berfokus pada materi dan kesuksesan. Morrie menjelaskan bahwa banyak orang merasa harus selalu memiliki lebih banyak uang, pekerjaan yang lebih tinggi, atau kehidupan yang lebih mewah dibandingkan orang lain. Keinginan tersebut sering kali membuat hidup menjadi penuh tekanan dan tidak tenang. Menurut Morrie, kebahagiaan sejati tidak berasal dari kekayaan atau popularitas. Kebahagiaan justru berasal dari rasa syukur, perhatian kepada sesama, dan hubungan yang baik dengan orang-orang terdekat. Pesan tersebut membuat pembaca memahami bahwa hidup sederhana tetapi penuh kasih sayang jauh lebih berarti.
Selain membahas kehidupan, buku ini juga mengajarkan pentingnya memaafkan. Morrie percaya bahwa menyimpan rasa marah dan dendam hanya akan membuat hati menjadi berat. Oleh karena itu, seseorang perlu belajar memaafkan orang lain maupun dirinya sendiri agar dapat hidup dengan lebih damai.
Perubahan karakter yang dialami Mitch pun menjadi salah satu bagian menarik dalam buku ini. Pada awal cerita, Mitch hanya fokus pada pekerjaan dan kesuksesan. Akan tetapi, setelah sering berbicara dengan Morrie, ia mulai menyadari bahwa hidup bukan hanya tentang pekerjaan. Mitch belajar supaya lebih menghargai waktu, keluarga, dan hubungan dengan orang lain. Secara keseluruhan, buku Selasa Bersama Morrie memberikan banyak Pelajaran tentang cara menjalani hidup dengan lebih baik. Buku ini mengingatkan pembaca agar tidak selalu sibuk mengejar materi dan lebih menghargai hubungan dengan sesama.
Kelebihan Buku:
Buku ini menggunakan gaya bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh pembaca. Meskipun bahasanya ringan, isi dari buku ini tetap memiliki makna yang mendalam dan menyentuh perasaan pembaca karena membahas berbagai hal penting dalam kehidupan. Selain itu, buku ini mampu memberikan motivasi kepada pembaca untuk menjalani hidup dengan lebih bijaksana, menghargai waktu, dan lebih peduli kepada orang-orang di sekitar.
Kekurangan Buku:
Pada beberapa bagian isi buku mengalami pembahasan yang berulang. Selain itu, alur cerita dalam buku ini berjalan cukup lambat karena banyak berisi percakapan dan renungan tentang kehidupan sehingga membutuhkan konsentrasi yang lebih. Dalam cerita tidak banyak konflik yang menegangkan sehingga mungkin kurang menarik bagi sebagian pembaca. Tidak hanya itu, alur cerita yang mengharukan juga dapat membuat pembaca merasa sedih setelah selesai membaca.
Rekomendasi Buku:
Buku Selasa Bersama Morrie sangat direkomendasikan untuk dibaca oleh remaja maupun orang dewasa karena mengandung banyak pelajaran hidup yang bermanfaat. Buku ini cocok bagi pembaca yang ingin memahami arti kehidupan, pentingnya hubungan dengan keluarga, serta cara menghargai waktu dengan lebih baik. Selain itu, bahasa yang digunakan dalam buku ini ringan sehingga mudah dipahami oleh berbagai kalangan. Cerita yang diangkat dari kisah nyata juga membuat isi buku terasa lebih menyentuh dan bermakna. Buku ini juga sangat cocok bagi orang yang sedang merasa lelah dengan tekanan kehidupan karena isi ceritanya dapat memberikan ketenangan dan inspirasi. Oleh karena itu, buku Selasa Bersama Morrie layak dijadikan sebagai salah satu buku inspiratif yang dapat memberikan pandangan baru tentang makna kehidupan. (ykib/irine).
Identitas Buku
Judul Buku : Selasa Bersama Morrie
Judul Asli : Tuesday with Morrie
Penulis : Mitch Albom
Penerjemah : Alex Tri Kantjono Widodo
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2001
Tebal Buku : 224 halaman
Genre : Memoar, Non-Fiksi Biografi, dan Pengembangan Diri/Filsafat Kehidupan
*Penulis resensi buku adalah guru Kampung Ilmu Kalitidu

