Berani Tidak Disukai

 

*Oleh Eka Maya Septianing, S.Pd.

Buku ini merupakan buku terjemahan yang sebelumnya telah diterbitkan di Jepang pada tahun 2013 dengan judul asli The Courage to be Disliked: How to Free Yourself, Change Your Life and Achieve Real Happiness dan kemudian diterjemahkan dalam bentuk Bahasa Indonesia oleh Agnes Cynthia PT. Gramedia Pustaka Utama di tahun 2019 yang laris di pasaran dan sudah terjual lebih dari 3,5 juta eksemplar. Buku ini berisi ringkasan berbagai pemikiran serta ajaran filosofis dan psikologis Adler, yang disusun menggunakan metode “format dialog” klasik ala filsuf Yunani yaitu antara seorang filsuf dan seorang pemuda. Buku Berani Tidak Disukai karya Ichiro Kishimi dan Fumitake Koga ini menyajikan jawaban-jawaban yang sederhana dan tidak berbelit-belit tentang bagaimana manusia bisa meraih kebahagiaan, membebaskan diri, mengubah hidup serta meraih kebahagiaan sejati.

Di pinggiran kota berusia seribu tahun, tinggal seorang filsuf yang mengajarkan bahwa dunia ini sederhana dan kebahagiaan bisa diraih dengan sekejap mata oleh setiap manusia. Seorang pemuda yang tidak puas dengan hidupnya mengunjungi filsuf ini untuk mencari tahu inti masalahnya. Pemuda tersebut mendapati dunia ini sebagai gumpalan kontradiksi yang carut marut dan di matanya yang gelisah, gagasan apapun tentang kebahagiaan adalah hal yang tidak masuk akal. Dari dialog yang dilakukan antara dua tokoh tersebut diperoleh bahwa:

  • Seseorang tidak dibatasi dari masa lalunya.

Penolakan teori Adler terhadap pandangan psikologi Freud, di mana luka batin pada seseorang tidak dapat menjadikannya trauma yang menyebabkan ketidakbahagiaannya saat ini. Jika hanya berfokus pada sebab-sebab di masa lalu dan semata-mata melalui hubungan sebab akibat, akhirnya akan tiba pada determinisme. Padahal sebenarnya hidup yang sesungguhnya adalah masa saat ini bukan masa lalu atau masa yang akan mendatang. Tetap lakukan yang terbaik yang bisa dilakukan, jangan takut pada masa lalu yang suram dan jangan berandai-andai pada masa yang akan mendatang, hidupmu adalah saat ini tetap optimistis lakukan yang terbaik maka kelak akan menghasilkan hasil yang baik. Hidup tidaklah mudah, jika memilih untuk menetap pada masa lalu maka akan kesulitan untuk mengambil langkah ke depan menuju kehidupan yang lebih baik.

  • Semua permasalahan merupakan tentang interpersonal relationship yang muncul dalam diri manusia sendiri.

Perasaan inferior adalah asumsi yang subjektif, semua orang memiliki porsinya masing-masing dan jangan bandingkan hidupmu dengan pencapaian orang lain karena setiap orang mempunyai takaran yang berbeda dan jangan rendah diri dengan keberhasilan orang lain, gali potensi yang ada pada dirimu sampai benar-benar menjadi ahli di bidangmu. Hidup bukan tentang kompetisi atau persaingan dengan orang lain. Karena sebenarnya musuh terbesar dalam diri manusia yaitu dirinya sendiri. Dan tentu saja tidak ada gunanya membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain, kita semua berbeda gender, umur, pengetahuan, pengalaman tidak ada dua orang yang sama persis. Secara positif perlu mengakui kenyataan bahwa, orang lain berbeda dari kita, dan bahwa kita setara tapi tidak sama. Misal: teman atau rivalmu adalah orang yang kau sebut sebagai kawan seperjuangan ini mungkin akan mengarah pada peningkatan diri. Tapi, banyak kasus rival tidak akan menjadi kawan seperjuangan.

Mengakui kesalahan bukan berarti kalah, ketika mengendalikan amarah, kau sedang menahan diri sebaliknya kita perlu mempelajari cara untuk membereskan semua permasalahan. Hal pertama yang perlu dipahami, amarah merupakan satu bentuk komunikasi, dan kita tetap bisa berkomunikasi tanpa menggunakannya. Kita bisa menyampaikan pikiran dan niat kita, yang bisa diterima tanpa menggunakan amarah. Kalau kita belajar memahami hal ini lewat pengalaman, emosi tidak akan muncul lagi dengan sendirinya.

  • Ciptakan kebahagiaan melalui kemampuan menerima diri sendiri.

Jangan hidup untuk ekspektasi orang lain, diakui orang lain jelas sesuatu yang menggembirakan. Tapi keliru jika mengatakan bahwa diakui adalah hal yang mutlak perlu. Untuk apa seseorang mencari pengakuan atau secara lebih ringkas mengapa seseorang ingin dipuji oleh orang lain. Inilah bahaya dari hasrat untuk diakui. Apa sebabnya orang mencari pengakuan dari orang lain, dalam banyak kasus, ini dikarenakan pengaruh dari pendidikan dengan metode reward and punishment. Kalau seseorang mengambil tindakan yang tepat, ia akan menerima pujian, jika mengambil tindakan yang tidak tepat, ia menerima hukuman. Adler sangat kritis terhadap pendidikan dengan metode reward and punishment. Ini mengarah pada gaya hidup yang keliru, ketika berpikir, jika tidak ada yang memuji, maka tidak akan mengambil tindakan yang tepat dan jika tidak ada yang menghukum, maka juga tidak akan terlibat dalam tindakan yang tepat. Jadi jika seseorang mempunyai keinginan untuk terlibat, maka ia tidak membutuhkan pengakuan orang lain karena ia mempunyai keyakinan yang kuat bahwa dirinya berharga dan tidak perlu meminta pengakuan orang lain.

 

Kelebihan Buku:

  • Buku Berani Tidak Disukai ini berisi pendapat-pendapat serta pemaparan tentang permasalahan umum manusia sehingga menarik untuk dibaca serta dapat memotivasi semangat pemuda milenial yang masih bingung terkait kehidupan yang nyatanya sederhana.
  • Sangat direkomendasikan untuk dibaca bagi orang-orang yang tengah merasa kurang atau bahkan merasa tidak bahagia saat ini.

Kekurangan Buku:

  • Alur dalam buku Berani Tidak Disukai ini terlalu cepat sehingga terkadang harus membaca ulang untuk mengetahui makna atau pesan yang disampaikan penulis.
  • Buku ini terdiri dari banyak halaman sehingga membutuhkan waktu yang lama dalam menghabiskan ceritanya bagi orang yang produktif dalam bekerja.

Kesimpulan dari buku ini yaitu mengajarkan bagaimana cara hidup bodoamat, menjadi diri sendiri, menjadi berani untuk tidak disukai orang lain, berani untuk menentukan sikapnya sendiri tanpa mau dikendalikan oleh masa lalu, standar kebahagiaan orang lain serta ekspektasi orang lain. (*ykib/Maya).

Identitas buku  

Judul buku                  : Berani Tidak Disukai

Penulis                        : Ichiro Kishimi dan Fumitake Koga

Penerjemah                 : Agnes Cynthia

Penerbit                      : PT. Gramedia Pustaka Utama

Tahun terbit                : 2019

Tebal halaman            : 352 halaman

*Penulis resensi buku adalah guru Kampung Ilmu Padangan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *