Sepotong Senja untuk Pacarku

*Oleh Puguh Prianggoro, S.Pd.

Sepotong Senja untuk Pacarku merupakan sebuah buku roman yang ditulis oleh sastrawan Indonesia yang sudah sering kita kenal namanya atas karya-karyanya serta berbagai penghargaan dalam bidang sastra yang didapatnya yaitu Seno Gumira Ajidarma atau bisa kita singkat SGA. Dalam buku ini ia menceritakan tentang kisah roman permintaan antara dua orang kekasih yang dipisahkan oleh jarak dan waktu, kisah cinta Sukab dan Alina. Dalam buku ini berisi 3 bab cerita dari yang pertama Trilogi Alina, Peselancar Agung, dan Atas Nama Senja. Cerita yang ada di buku ini selain diisi kisah roman Sukab dan Alina buku ini juga diisi begitu banyak tentang senja, sesuai dengan judul buku ini definisi dan gambaran tentang keindahan senja bisa kita temukan di setiap ceritanya. Senja memang menjadi fenomena alam yang  tergambar jelas keindahannya dan tiap orang pasti memiliki pandangannya masing-masing tentang senja. Semua senja yang ada di pikiran orang-orang bisa jadi tertuang dalam cerita yang ditulis oleh SGA ini dalam bukunya.

Bab pertama buku Sepotong Senja untuk Pacarku ini berjudul Trilogi Alina, di mana di dalam bab ini berisi 3  judul cerita yaitu Sepotong Senja untuk Pacarku, Jawaban Alina, dan Tukang Pos dalam Amplop. Untuk bab kedua Peselancar Agung berisi 10 judul cerita yaitu Jezebel, Ikan Paus Merah, Kunang-Kunang Mandarin, Rumah Panggung di Tepi Pantai, Peselancar Agung, Hujan, Senja, dan Cinta, Senja Hitam Putih, Mercusuar, Anak-Anak Senja, dan Senja yang Terakhir. Untuk bab ketiga Atas Nama Senja berisikan 3 buah cerita yaitu Senja di Pulau Tanpa Nama, Perahu Nelayan Melintas Cakrawala, dan Senja di Kaca Spion. Jadi dalam buku ini berisikan total 16 judul cerita. Setiap judul cerita yang ada dalam buku ini memiliki gambaran khasnya masing-masing tentang apa itu senja. Mulai dari senja yang dapat dikirim lewat amplop, senja yang mendatangkan bencana, senja yang berwarna merah keemas-emasan, senja yang berwarna hitam dan putih, bahkan senja yang abadi.

Sesuai dengan judul buku ini hal yang menarik untuk saya ceritakan dari buku ini ada pada bab 1 Trilogi Alina yang mengisahkan tentang Sukab yang kala itu ingin mengirimkan sebuah surat kepada kekasihnya Alina, namun di sini Sukab sudah tidak ingin lagi terlalu banyak kata yang ditulis dalam suratnya di mana bagi Sukab kata-kata sudah terlalu banyak dan banyak orang selalu berkata-kata kepada orang lain namun setiap orang tidak mempedulikan kata-kata dari orang lain, bahkan juga sudah tidak peduli dengan kata-kata kita sendiri, kata-kata memiliki banyak makna, dan setiap kata-kata dapat diganti artinya, setiap arti dapat diganti maknanya. Dari pemikiran itulah Sukab mendapat ide gilanya saat melihat keindahan senja di tepi pantai lengkap dengan sebutan ombak, siluet kapal yang berlayar, deru angin, kilauan pantulan cahaya di ombak dan segalanya yang ada pada senja. Sukab memotong senja yang indah itu untuk dimasukkan ke dalam amplop dan dikirimkannya kepada kekasihnya tercinta Alina. Namun semua tindakan Sukab ini membawa kegaduhan karena di kota itu mulai hari ini telah kehilangan senja yang telah dipotong dan dimasukkan ke dalam amplop oleh Sukab. Saat Alina menerima surat yang berisikan amplop itu waktu telah berlalu selama 10 tahun di mana waktu itu semua telah terlambat, Alina yang membuka surat terheran karena surat tersebut berisikan senja yang selama ini orang cari telah hilang berada di amplop kiriman Sukab. Air cahaya dan semua yang ada pada senja keluar begitu saja setelah amplop itu dibuka. Senja yang sebelumnya sangat indah dan dikagumi banyak orang menjadikan bencana karena senja dan isinya tumpah dari atas bukit kapur di mana Alina tinggal. Perlahan air dari amplop memenuhi bumi dan menenggelamkan segalanya. Cinta yang dimiliki Sukab memang sangat besar hingga dapat menjadikannya bencana dan membuat Alina menjadi marah karena rasa cinta Sukab yang terlalu besar itu. Juga dikisahkan tentang perjuangan tukang pos yang harus mengirim surat Sukab yang berisi senja di dalam amplop, di mana tukang pos ini sampai bersusah payah untuk dapat mengirimkan surat ini karena isinya yang terlampau berat juga menyilaukan dari cahaya senja yang keluar dari sela-sela amplop yang karena penasaran dibukanya amplop itu dan semua itu menjadi perjalan panjang tukang pos yang harus mengirimkan sepucuk surat berisikan senja di dalam amplop yang membutuhkan waktu 10 tahun lamanya agar sampai pada Alina.

Dalam buku ini sebenarnya masih banyak lagi cerita tentang senja yang menakjubkan yang membuat kita dapat berangan-angan membayangkan keindahan senja dan ini menjadi sebuah kelebihan pada buku ini, selain itu cerita dalam buku ini memuat ciri khas penulisan SGA di mana aliran surealisnya sangat kental membuat kita selalu bisa membayangkan cerita yang seperti fantasi. Dari keseluruhan cerita pada novel Sepotong Senja untuk Pacarku ini sangat menarik untuk dibaca. Cerita di dalamnya diungkapkan dengan kata-kata yang indah dan menarik. Cerita romansa yang ada pada buku ini juga diceritakan dengan bagus dan membuat pembaca larut dalam khayalan imajinasi ceritanya, serta memberi pesan moral bagi pembacanya.

Judul buku        : Sepotong Senja untuk Pacarku

Penulis               : Seno Gumira Ajidarma

Penerbit             : PT Gramedia Pustaka Utama

Tahun terbit      : Cetakan ke delapan November 2022

Jumlah halaman : 205 Halaman

*Penulis resensi buku adalah guru Kampung Ilmu Kalitidu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *