*Oleh Min Qurin Amaliya Qori’a, S.Pd.
Usia 0-6 tahun adalah masa emas perkembangan sekaligus masa kritis anak, seluruh aspek perkembangan anak sedang berkembang pesat. Jadi manfaatkan masa emas ini agar kita sebagai orang tua dapat memberikan pendidikan yang baik sebagai bekal anak pada kehidupan selanjutnya.
Pendidikan di keluarga adalah yang pertama dan utama. Jika pengasuhan anak kita dalam keluarga dilakukan dengan tepat sesuai dengan usia, anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Salah satu caranya adalah mengajak anak belajar melalui bermain sehingga mendukung perkembangan anak yang meliputi aspek moral-spiritual, fisik-motorik, kognitif (berpikir), bahasa, sosial-emosional, dan seni.
Pada akhirnya perkembangan ini akan menyumbang pada kemampuan berpikir logis, kritis, dan kreatif serta mampu berkomunikasi dan bekerja sama. Kemampuan-kemampuan itu sangat diperlukan anak di masa-masa kehidupan selanjutnya dalam menghadapi tantangan hidup yang semakin beragam.
Selain untuk mengasah kecerdasan, peran Ayah dan Bunda yang tidak kalah penting adalah menumbuhkan budi pekerti dalam kehidupan sehari-hari anak kita. Caranya adalah melalui metode ACB, yaitu Ajarkan, Contohkan, Biasakan.
Manfaat keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak
- Manfaat untuk anak
- Meningkatkan kepercayaan diri anak
- Meningkatkan perilaku positif anak
- Meningkatkan pencapaian perkembangan anak
- Meningkatkan keinginan anak untuk bersekolah
- Manfaat untuk orang tua
- Meningkatkan harapan orang tua pada anak
- Meningkatkan keinginan orang tua untuk terus belajar
- Meningkatkan kerjasama orang tua dengan sekolah
- Manfaat untuk sekolah
- Meningkatkan semangat kerja Guru
- Mendukung iklim sekolah yang lebih baik
- Mendukung kemajuan sekolah secara keseluruhan
Ciri-ciri anak usia dini
Selalu ingin tahu, bertanya banyak hal yang belum dipahami, senang mencoba-coba, membangun, membongkar, mencoret-coret, aktif bergerak berlari melompat, berteriak, senang berimajinasi, membayangkan dunia seperti yang ia pikirkan, senang bernyanyi, menari dan berekspresi, senang dipuji dan diperhatikan, senang berteman dan berharap semua aktivitasnya ada yang menemani, belum bisa fokus pada satu objek dalam jangka lama.
Keterlibatan orang tua di lembaga PAUD
- Pertemuan dengan guru
- Mengikuti kelas orang tua
- Menjadi narasumber di kelas inspirasi
- Terlibat dalam paguyuban orang tua
- Membantu membuat alat permainan edukatif
- Membantu mengelola perpustakaan
- Hadir di hari Ayah
- Hadir pada batas akhir tahun ajaran
- Hadir pada pembagian rapor
Peran orang tua di rumah
- Pembiasaan di keluarga
Biasanya di keluarga itu terdapat pembiasaan sesuai kesepakatan di keluarga contohnya: beribadah sesuai dengan agamanya, membiasakan anak sarapan, berpamitan sebelum bepergian, menjemput atau menyambut saat anak pulang sekolah, memberikan rasa aman dan nyaman.
- Menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan menyenangkan
Kita sebagai orang tua harus memberikan rasa aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak kita dengan cara memberikan kesempatan pada anak untuk bermain bersama teman sebaya, mengajak anak membantu pekerjaan rumah sesuai dengan kemampuannya, berkomunikasi efektif dengan anak, pengembangan literasi keluarga dengan mengenalkan buku (bergambar) pada anak.
- Mencegah dan menanggulangi kekerasan pada anak
Peran orang tua dalam melindungi anak dari kekerasan seksual yaitu kita sebagai orang tua harus mengenalkan anggota tubuh yang harus dilindungi dan tidak boleh ada orang yang menyentuhnya kecuali Bunda, Ayah, pengasuh, dan dokter didampingi ayah dan/atau bunda dengan seizin anak.
Identitas buku:
Judul buku : Menjadi Orang Tua Hebat (Untuk Keluarga dengan Anak Usia Dini)
Pengarang : Palupi Raraswati, Agus M. Solihin, Yuwono Tri Prabowo, Mohamad Roland Zakaria, Lilis Hayati, Sri Lestari Yuniarti, Nugroho Eko Prasetyo, Nurmiyati, Surya Nilasari
Penerbit : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
ISBN : 978-602-427-230-2
*Penulis resensi buku adalah guru Kampung Ilmu Purwosari

