Cahaya dari Mekkah

Oleh Qoniatul Qismah, S.Pd.

Buku ini menceritakan tentang perjalanan Rasulullah SAW dari lahir hingga hijrah. Menjelang Muhammmad lahir, Mekkah dan seluruh jazirah Arab diliputi kejahiliahan. Agama tauhid yang lurus dan diajarkan Nabi Ibrahim A.S diselewengkan. Penyembahan kepada Allah berganti menjadi penyembahan kepada berhala. Nilai-nilai kemanusiaan hilang. Para perempuan tidak punya nilai kehormatan. Perbudakan pun merajalela. Saat Muhammmad lahir kemudian diangkat menjadi Rasul Allah, segala kegelapan sirna dan berubah menjadi cahaya.

Menjelang kelahiran Rasul SAW, datang Raja Abrahah dari Yaman ke Kota Mekkah. Ia bersama pasukannya menunggangi gajah untuk menyerang Ka’bah. Di perjalanan menuju Mekkah, tentara Abrahah merampas harta benda penduduk, termasuk unta-unta milik Abdul Muthalib. Abdul Muthalib berdoa agar Ka’bah selamat dari kehancuran. Ia berdoa kepada Allah Swt. Allah lalu mengirimkan burung-burung ababil untuk menyelamatkan Ka’bah. Burung-burung itu membawa batu-batu kecil. Lalu mereka melempari pasukan gajah Abrahah dengan batu-batu yang dibawanya. Mahasuci Allah SWT. Pasukan gajah yang kuat itu tidak berdaya menghadapi serbuan burung-burung ababil. Gajah-gajah itu berjatuhan ke tanah. Ka’bah, tempat suci itu pun selamat.

Pada tahun itu lahirlah seorang bayi mulia. seorang bayi laki- laki. Dia adalah putra Abdulllah bin Abdul Muthalib, ibunya bernama Aminah binti Wahab, pada saat melahirkan Aminah melihat seberkas cahaya keluar dari tubuhnya.

Dengan tergopoh gopoh, utusan Aminah yakni Tsuwaibah memberitahukan kepada kakeknya Abdul Mutholib bahwa telah lahir cucunya, Abu Lahab pun anak dari Abdulloh ikut berbinar mendengar kabar bahagia itu. Abu Lahab segera berlari untuk mengabarkan hal itu kepada yang lain. Kegembiraan meliputi kediaman keluarga Abdul muthalib. Seluruh keluarga bersyukur atas kelahiran putra Abdulllah. Seorang bayi laki-laki sehat dan tampan telah lahir, kelak dia bukan hanya akan membawa kegembiraan untuk keluarga saja, tetapi juga kepada seluruh dunia.

Kemudian Abdul Muthollib membawa bayi itu ke Baitulloh. Abdul Muthollib berthowaf di Baitulloh dia berdoa dan bersyukur kepada Allah SWT. Dia memilihkan nama Muhammad untuk cucunya. Muhammad artinya terpuji, sama dengan Ahmad. Muhammad dikhitan pada hari ke tujuh, sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang Arab.

Beberapa hari kemudian, datanglah rombongan dari perkampungan Bani Sa’ad. Mereka adalah para perempuan yang biasa mengambil upah menyusui anak-anak Quraisy. Itulah tradisi orag Arab kala itu, setiap anak yang hidup di perkotaan harus dicarikan ibu susu dari warga pedesaan. Aminah menawarakan putranya kepaa perempuan Bani Saad namun mereka menolak karena Muhammad adalah anak yatim yang ibunya tak mapu membayar upah tinggi. Namun terdapat perempuan yang mau menyusui Muhammmad yakni Halimah. Halimah membawa Muhammad menuju perkampungan Bani Saad di pegunungan. Jalannya mendaki. Jauhnya sekitar 50-60 kilometer sebelah timur Kota Mekkah. Ketika bayi Muhammad diasuh olehnya banyak keajaiban keajaiban yang datang seperti tanaman tumbuh semakin subur, sumur berisi air, unta dan kambing menghasilkan susu. Keajaiban tersebut bukan hanya dirasakan oleh Halimah dan keluarganya melainkan seluruh penduduk Bani Saad merasakannya. Semua itu membuat Muhammad disayang sepenuh hati oleh seluruh penduduk.

Kini Muhammad sudah berusia 4 tahun dan masih dalam asuhan Halimah. Suatu saat Muhammad, saudara sesusuannya dan anak- anak lain bermain sambil menggembala kambing. Tiba-tiba seorang laki-laki berpakaian serba putih menarik tangan Muhammad dan membawanya ke bukit  sepi. Dia mengeluarakan sesuatu dari dada Muhammad dan mencucinya dengan air zam-zamyang disimpan di bejana emas. Lalu dia membuang sesuatu yang hitam. Peristiwa tersebut dikenal dengan pembelahan dada.

Kini Muhammad tinggal bersama ibunya . Suatu hari Aminah membawa Muhammad berkunjung ke keluarga mereka di Yastrib. Mereka menginap di rumah kerabatnya serta berziarah ke makam ayahnya. Saat kepulangan tiba, berat hati Muhammad meninggalkan Yastrib. Di tengah perjalanan ibunya mulai sakit. Hingga tiba di Abwa, sakitnya bertambah parah. Akhirnya ibunya meninggal di sana. Di usia 6 tahun Muhammad sudah menjadi yatim piatu.

        Kini Muhammad tinggal bersama kakeknya. Hari-hari Muhammad dipenuhi kasih sayang kakeknya. Namun 2 tahun kemudian sang kakek meninggal dunia, saat itu Muhammad berusia 8 tahun, duh betapa sedih hati Muhammad. Sesuai pesan kakeknya, Muhammad kemudian diasuh oleh pamannya yang bernama Abu Thalib. Pamannya bukan orang kaya, sedangkan anaknya banyak sering mereka menahan lapar karena kekurangan makanan. Namun sejak Muhammad tinggal bersama mereka, makanan yang ada dirasa mengenyangkan. Padahal jumlahnya tidak bertambah. Muhammad tumbuh dalam asuhan dan kasih sayang abu Thalib dan keluarganya.

            Saat berusia 12 tahun, Abu Thalib membawanya berdagang ke Syam. Pada saat itu mereka bertemu pendeta Nasrani yakni Buhaira. Buhaira melihat tanda kenabiaan di punggung Muhammmad. Tanda itu sama dengan yang dijelaskan di kitab agamanya. Tanda itu seperti bekas bekam di antara pundak. Diciumnya tanda itu, air matanya menetes. Buhaira menyuruh Abu Thalib untuk membawa pulang Muhammad. Akhirnya Abu Thalib menuruti perkataan Buhaira .

Ketika dewasa Muhammad menjadi pedagang hebat. Beliau terkenal dengan julukan “Alamin” yang artinya dapat dipercaya. Karena kejujurannys itu beliau dipercaya untuk membawa barang dagangan Khadijah binti Khuwailid. Seorang saudagar yang dihormati di Mekkah. Pada saat usia 25 tahun beliau telah mampu mengumpulkan harta senilai 125 ekor  unta. Harta itu dijadikan mahar untuk melamar Khadijah.

Menjelang usia 40 tahun, Muhammad sering menyendiri dan bertafakur di Gua Hira. Gua ini terletak di Bukit Hira, sekitar 6 kilometer di sebelah timur laut kota Mekah. Tingginya 155 sentimeter dan bisa memuat 4 orang. Di gua ini, Muhammad beribadah sepanjang Ramadan. Selama Muhammad menyendiri di gua Hira, Khadijah selalu datang. Dengan setia, Khadijah membawakan makanan dan minuman untuk suaminya. Semua itu dilakukannya dengan ikhlas. Khadijah berharap, Muhammad akan mendapatkan petunjuk kebaikan bagi semua orang.Di gua ini pula Muhammad menerima wahyu pertamanya pada tanggal 17 Ramadan 12 SH/6 Agustus 610 M. Malaikat Jibril menemui dan menyuruhnya membaca wahyu Allah SWT. Itulah peristiwa saat Muhammad diangkat menjadi nabi.

Setelah diangkat menjadi Rasul dimulailah perjuangan Nabi Muhammad. Khadijah adalah orang pertama yang beriman. Dia memberikan dukungan sepenuhnya untuk dakwah Rasullulloh, lalu Allah  SWT mewajibkan shalat. Malaikat Jibril turun ke atas gunung Mekkah . ia mengajari Rasullulah cara  wudlu dan shalat.  Lalu Rasulullah mengajarkan pada Khadijah.setelah itu masuk Islam sahabat dekat Rasulullah yakni Abu Bakar, Usman bin Affan, Zubair bin Awwam, Saad bin Abi Waqash. Berlalulah dakwah 3 tahun Rasululloh secara sembunyi-sembunyi. Beliau membina umat Islam di rumah Arqam bin Abi Arqam

Sebelum isra’ mi’raj , sholat yang diwajibkan kepada muslim adalah sholat 2 rakaat pada waktu pagi dan petang. Apabila hendak melakukan sholat mereka pergi ke lorong-lorong bukit secara sembunyi-sembunyi.

Rasulullah Saw. Hijrah ke Habasyah, Raja Najasyi melindungi Rasulullah SAW. Dan para sahabatnya dari ancaman kaum Quraisy. Setelah itu, tak lama kemudian Najasyi juga memeluk Islam. Najasyi juga sangat dermawan. Najasyi memberi Rasulullah SAW banyak hadiah. Rasul pun kemudian membagi-bagikan hadiah itu pada para sahabatnya.  Sebelum penaklukan Mekah, Rasulullah SAW mendapat kabar bahwa Raja Najasy meninggal.Saat itu pula, Rasulullah Saw lalu mengajak para sahabatnya untuk melakukan shalat ghaib. Padahal sebelum dan sesudah peristiwa itu, Rasulullah SAW tak pernah melaksanakan shalat ghaib untuk orang lain.

Sosok Rasululloh dalam kesehariannya selalu menjadi teladan bagi umatnya sepanjang massa. Segala ucapan dan perbuatannya, selalu menunjukkan akhlak mulia. Tidak ada satu pun ucapan atau perbuatan Rasul yang sia-sia dan tanpa hikmah di dalamnya.

 Buku ini sangat cocok  bagi semua kalangan terutama anak- anak karena dikemas dengan ilustrasi yang modern dan warna-warna menarik, disusun secara dramatis dengan dialog-dialog yang tidak membosankan dari sumber-sumber shohih terpercaya, lalu setiap tulisannya diakhiri oleh pertanyaan-pertanyaan yang merangsang keingintahuan anak untuk membuka halaman berikutnya, disertai seri akhlak (moral value) Rasullullah SAW yang dapat dicontoh oleh anak- anak.dan disertai kosa kata Indonesia-Arab-Inggris sebagai wawasan tambahan. (*/ykib)

Identitas buku

Judul:  Cahaya Dari Mekkah ; Perjalanan Hidup Rasululloh Saw Dari Lahir Hingga Hijrah.

Penulis: Nurul Asmayani, Dkk

Penerbit Utama: Sigma Creative Media Corp

Tahun Terbit: 2014

Lembar Halaman: 48

ISSBN: 978-979-055-503-7

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *