Oleh Tsamrotul Ulum, S.P.
Buku yang berjudul “Petualangan Menyelamatkan Kunang-kunang” ini menceritakan tentang kisah petualangan seorang anak laki-laki dan seekor kunang-kunang. Pada suatu malam, ia ingin tidur lebih awal dengan harapan jika ia tidur lebih awal ia akan menjadi tumbuh tinggi dan lebih sehat karena kualitas tidurnya. Akan tetapi, cahaya lampu yang menerobos jendela kamarnya menyilaukan matanya sehingga membuat ia tidak dapat tidur. Kemudian dalam kamarnya ada seekor kunang-kunang yang tersesat. Kunang-kunang tersebut dapat berbicara dan meminta bantuan si anak laki-laki agar dapat mencarikan tempat yang lebih baik dan nyaman untuknya.
Si anak laki-laki itu pun bergegas membawanya ke taman. Sesampainya di sana kunang-kunang itu pun masih merasa tidak nyaman. Hingga pada akhirnya ia teringat sebuah kisah di buku, yang menceritakan bahwa kunang-kunang menyukai tempat yang gelap dan sunyi seperti sebuah gua.
Saat akan menuju ke gua, mereka bertemu dengan bebek berpipi putih. Bebek tersebut bercerita bahwa cahaya lampu mercusuar juga berakibat buruk bagi makhluk hidup, seperti burung. Karena mereka tidak dapat menentukan arah dengan pasti bahkan beberapa ada yang mati karena menabrak tiang.
Ternyata dengan adanya pencahayaan lampu yang teramat terang, justru tidak selalu berdampak baik bagi makhluk hidup lain. Di satu sisi penerangan pada malam hari dapat menambah keindahan malam dan menerangi kegelapan. Tetapi disisi lain juga berdampak pada kelangsungan makhluk hidup. Lampu yang teramat terang menimbulkan polusi cahaya, tumbuhan yang diharapkan dapat tumbuh subur ketika mendapat pencahayaan (pengganti sinar matahari dalam proses fotosintesis) justru hanya dapat membuat tumbuhan menjadi berdaun lebat tetapi buah atau bijinya tidak dapat berkembang dengan baik, penerangan yang berlebihan juga mengganggu waktu istirahat beberapa hewan. Yang seharusnya ia hanya aktif di siang hari, tetapi dengan adanya cahaya ia tidak dapat membedakan mana cahaya matahari dan mana cahaya lampu, sehingga para makhluk hidup tersebut memiliki waktu aktif beraktifitas yang lebih lama, serta pada beberapa makhluk hidup pencahayaan yang terang dan menyilaukan dapat mengganggu aktivitas migrasi karena tidak dapat menentukan arah migrasi dengan baik.
Pada akhirnya anak laki laki tersebut menemukan sebuah gua yang dianggap sesuai untuk tempat tinggal si kunang-kunang. Ternyata di sana banyak kawanan kunang-kunang lain, dan tugas si anak pun selesai. Kemudian ia kembali pulang ke rumah dan beristirahat dengan nyenyak karena kelelahan setelah berpetualang.
Kelebihan buku :
- Mengajak kita semua untuk lebih bijak dan hemat dalam penggunaan energi, terlebih energi cahaya agar tidak menimbulkan polusi cahaya.
- Dengan mematikan lampu pada malam hari banyak manfaat yang akan didapat yaitu hemat energi listrik, tidur menjadi lebih nyenyak dan tenang, tidak mengganggu ekosistem baik hewan maupun tumbuhan.
- Mengajak kita untuk menggunakan produk dengan efisien tinggi namun dampak negatif rendah, yaitu dengan menggunakan lampu LED. Karena cahaya yang dikeluarkan dari lampu LED aman atau tidak terlalu mengganggu baik hewan maupun tumbuhan.
- Meskipun judulnya “Petualangan Menyelamatkan Kunang-Kunang” tetapi dalam buku ini tidak hanya menceritakan tentang kunang-kunang tetapi juga makhluk hidup lain. Seperti tumbuhan, hewan yaitu burung, kura-kura, ikan, zooplanton dan lain sebagainya.
- Sangat cocok untuk pembelajaran anak-anak.
Kelemahan Buku :
Alur ceritanya yang melompat-lompat. Sehingga memecah fokus pembaca.
Identitas Buku
Judul : Petualangan Menyelamatkan Kunang-kunang
Penulis : Kang, Gyeong A
Penyunting : Novalya Putri
Penerbit : Bhuana Ilmu Populer
Tahun Dicetak : 2015
ISBN : 978-602-455-711-9

