Hanya Saja Definisi Cinta Kita Berbeda

*Oleh Ainun Dyan Suttie P, S.Pd.

Buku  ini  menceritakan tentang  perbedaan  sudut  pandang  laki-laki  dan  perempuan  dalam  menanggapi  segala  macam  hal  yang terjadi.  Mengisahkan  tentang  pemahaman  kepada  lelaki  bahwa  jangan  pernah  mengetuk  pintu  seorang  perempuan  jika  tidak  berniat  memasukinya.  Mengisahkan  kepada  perempuan  di mana  saja  bahwa  jangan  membuka  pintu jika  tidak  berniat  memberikan  izin  masuk  seseorang.

Banyak  perbedaan  yang digambarkan  di setiap  halamanya dengan  berbagai  kata- kata  yang  indah dan sangat  puitis. Kisah ini  lebih  tepatnya  terjadi  pada  Danar  dan  Raya.  Danar  yang jatuh cinta  kepada  Raya sejak  duduk  di  bangku  SMP kelas 1.

Diam-diam Raya juga  memiliki rasa yang sama. Tapi, hingga  kelas 3 SMP, baik  Raya dan  Danar tidak  berani  menyatakan  perasaannya dan  memilih untuk  diam serta  memendam rasa.  Kemudian  mereka masuk SMA yang sama dan lagi-lagi duduk  di kelas  yang sama  pula.

Danar  sering mencuri – mencuri  pandang kepada  Raya. Tentu  Raya juga ingin  seperti  itu,  tapi  naluri perempuannya membuatnya untuk  menahan  diri. Sampai kelas  3 SMA, baik  Danar  maupun  Raya  masih  tetap  sama  memendam  rasa  cinta  dan  tidak  berani  mengungkapkan.

Selesai  SMA, Danar  melanjutkan  kuliah  di Malang sedangkan Raya kuliah  di Mataram.  Mereka terpisah jarak dan  komunikasi  sampai  empat  tahun  lamanya. Namun  takdir  membawa  mereka bertemu  kembali  di balai  desa  tempat  tinggalnya  dengan  sama-sama  ditunjuk sebagai  staf  pengembangan  desa.

Tak ada  yang  berbeda dengan  perasaan  mereka  berdua, dan  tak ada  yang  berbeda  pula  masih  sama- sama  memendam  rasa  tersebut. Mereka bekerja  sama  di tempat  yang sama  dengan  perasaan  yang  sama  namun  dengan  ego  yang  tak bisa  mereka  redam.

Rasa  yang  masih  tumbuh  itu  bersemi sepanjang hari  tanpa  sebuah  keputusan  yang  mampu  mereka  jalani.  Meski  orang  tua  sudah  ingin  menimang  cucu  namun  apalah  daya  Danar  masih  saja  merasa  takut.

Mereka  memasrahkan  semua  kepada  Yang  Maha  Kuasa  akan  segala  rasa  yang  ada  namun  mereka  seakan  lupa  bagaimana  mereka  juga  harus  berusaha  untuk  menyatukan  rasa. 

Raya  yang  akhirnya  mengalah dan  mengubur  dalam rasa  cintanya  terhadap  Danar karena  memang sudah  waktunya  ia  memikirkan  masa  depan. Memasrahkan  kepada  Yang  Maha  Kuasa  dan  meminta  bantuan  orang  tua  untuk  memilihkan  jodoh  yang  terbaik.  Karena  untuk  hal  itu  setiap  orang  tua  tidak  akan  menjerumuskan  anaknya  ke lembah  kesengsaraan.  Itulah  sebuah  pemikiran  yang  dimiliki  oleh  Raya.

Sedangkan pemikiran  yang  dimiliki  Danar  bahwasanya ia memasrakan  pada  Sang  Pencipta  bahwa  setiap  hambanya  akan  bersatu  dengan  perempuan yang  diimpikan dengan  jalan  berdoa. Berdoa terus sambil  menyebut  namanya sehingga  ia  lupa  bahwa  cinta  pun harus  diperjuangkan.

Akhirnya  Raya menikah dengan Taro,  pengusaha muda  dari  desa sebelah.  Raya awalnya  merasa  berat  hati karena  memendam  rasa dari  SMP  sampai  sekarang  kepada  Danar  namun  takdir  ternyata  berkata  lain.

Memang  susah  melupakan Danar, tapi  inilah kehidupan yang sekarang  ia  jalani.  Seiring  berjalannya waktu, Raya mulai  melupakan Danar dan  kini  mencintai  Taro sepenuh  hati karena memang  Taro  yang sekarang  menjadi  suaminya.

Meminangnya dan  memintanya  dari  orang  tua, dengan  bermodalkan cinta dan  kerja kerasnya  ingin  membahagiakan  Raya dan  membimbingnya  agar lebih  dekat  kepada  Sang  Pencipta. 

Adapun  Danar  begitu  menyesal  karena tak  bersegera  melamar  Raya.  Namun  apalah  daya  nasi  telah  menjadi  bubur. Sesuatu  yang  sudah  dimiliki  orang  tak  patut  untuk  diperjuangkan.  Hingga  akhirnya  Danar  juga  bertemu  dengan  Arum.

Arum  nama  perempuan  yang dinikahi  Danar. Meskipun sebenarnya  sangat  susah  untuk  mencintai  Arum yang  sebenarnya  di hatinya  masih  bertahta  nama  Raya.  Namun  dengan  kesabaran dan  kelembutan  Arum  akhirnya  Danar  mencintai  Arum  dengan  sepenuh  hati.

Mereka  sama-sama  memiliki  keluarga  yang  harmonis dan  selalu  dekat  dengan  Tuhannya.  Hingga  mereka  mencapai  umur  50 tahun  dan  menceritakan kehidupan  masa  lalunya  kepada  cucu  mereka.

Cerita  bagaimana  mendekatkan  kepada  Tuhan  untuk  meminta  orang  yang  dicintainya  menjadi  pendampingnya.  Namun  ternyata  mereka  memang  tidak  ditakdirkan  berjodoh  namun  tak  mengahapus  rasa  cintanya  kepada  Tuhan  mereka.  Tetap  menjadikan  Allah  tempat  bercurah, berkeluh  kesan  dan  memohon  apapun  yang  mereka  inginkan.  Lebih tepatnya  meminta  didekatkan dengan  kebahagiaan  meskipun  tidak  dengan  orang  yang  dicintai. Karena  dengan  orang  yang  dicinta  belum  tentu kita  akan  bahagia  dunia  akhirat  namun  berbeda  dengan hidup dengan  orang  yang mencintai  kita  karena  sudah  pasti  kebahagiaan  dunia  akhirat  yang  ia  tawarkan.

Amanat  : Beranilah mengungkapkan  perasaan  selama  perasaan  itu  tidak  lebih  besar  dari  cinta  kita  kepada  Tuhan. Sambutlah jodoh  kita  jangan  menunggu  takdir  mempersatukan.  (*/ykib)

Identitas buku:

Judul : Hanya saja  definisi  cinta  kita  berbeda

Karya : Febriawan Jauhari

Banyak  halaman : 184

*Penulis resensi buku adalah guru Kampung Ilmu Purwosari

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *