*Oleh Umi Latifah, S.Pd.
Buku Hidup Damai Tanpa Berpikir Berlebihan ditulis oleh Tsuneko Nakamura dan Hiromi Okuda, dua penulis asal Jepang yang memiliki latar belakang dalam bidang psikologi dan pengembangan diri. Dalam buku ini, mereka membahas cara mengelola kecemasan dan kebiasaan berpikir berlebihan yang sering menjadi penghambat seseorang untuk hidup dengan lebih tenang. Dengan gaya penulisan yang empatik serta disertai solusi praktis, buku ini menjadi panduan bagi pembaca untuk mengendalikan pikiran dan menjalani hidup dengan lebih ringan.
Buku ini termasuk dalam kategori pengembangan diri yang membahas kebiasaan berpikir berlebihan atau overthinking. Penulis menjelaskan bahwa kebiasaan tersebut dapat menguras energi mental dan menimbulkan kekhawatiran yang sebenarnya belum tentu terjadi. Oleh karena itu, pembaca diajak memahami cara mengelola pikiran agar dapat menjalani kehidupan dengan lebih tenang.
Dalam buku ini dijelaskan bahwa overthinking dapat mengganggu ketenangan pikiran, menurunkan produktivitas, serta berdampak pada kesehatan mental. Penulis juga memberikan berbagai strategi praktis untuk mengatasinya, seperti menenangkan pikiran, mengatur prioritas, dan fokus pada hal-hal yang dapat dikendalikan.
Secara keseluruhan, buku ini tidak hanya berisi teori, tetapi juga dilengkapi dengan penjelasan sederhana serta contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dengan bahasa yang mudah dipahami, buku ini cocok dibaca oleh berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga orang dewasa yang ingin hidup dengan lebih tenang dan damai.
Pada bagian isi, buku Hidup Damai Tanpa Berpikir Berlebihan menjelaskan pengertian overthinking, yaitu kondisi ketika seseorang terus memikirkan suatu masalah secara berulang-ulang tanpa menemukan solusi yang jelas. Kebiasaan ini dapat membuat seseorang merasa ragu, sulit mengambil keputusan, serta takut untuk bertindak. Penulis juga menjelaskan beberapa penyebab overthinking, seperti rasa takut melakukan kesalahan atau kegagalan, pengalaman buruk di masa lalu, serta tekanan dari lingkungan, misalnya tuntutan untuk selalu berhasil atau kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain. Selain itu, overthinking dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti stres, kecemasan, kelelahan mental, dan menurunnya kemampuan untuk berkonsentrasi. Oleh karena itu, penulis menyarankan agar pembaca belajar menyadari pikiran yang muncul tanpa langsung mempercayainya serta berusaha lebih fokus pada masa sekarang daripada terus memikirkan masa lalu atau terlalu khawatir terhadap masa depan.
Selain itu, buku Hidup Damai Tanpa Berpikir Berlebihan mengajarkan pentingnya mengubah pola pikir negatif menjadi lebih positif dan realistis. Dengan melihat suatu masalah secara lebih seimbang, seseorang dapat mengurangi kecemasan dan menghindari kebiasaan berpikir berlebihan. Buku ini juga memberikan beberapa latihan sederhana untuk membantu mengendalikan pikiran, seperti menuliskan kekhawatiran agar masalah dapat terlihat lebih jelas serta melakukan aktivitas yang menenangkan, misalnya berolahraga atau berjalan santai. Penulis juga menekankan bahwa tidak semua hal dalam hidup dapat dikendalikan, sehingga lebih baik fokus pada hal-hal yang masih bisa dilakukan daripada memikirkan sesuatu yang tidak dapat diubah.
Secara keseluruhan, buku ini memberikan banyak pelajaran tentang cara memahami dan mengelola pikiran dengan bahasa yang sederhana serta contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Walaupun beberapa bagian terasa sedikit berulang, buku ini tetap memberikan pesan penting bahwa dengan melatih pola pikir dan kesadaran diri, seseorang dapat mengurangi kecemasan dan menjalani hidup dengan lebih tenang dan damai.
Buku Hidup Damai Tanpa Berpikir Berlebihan karya Tsuneko Nakamura dan Hiromi Okuda memiliki beberapa kelebihan. Salah satu kelebihannya adalah penggunaan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh berbagai kalangan pembaca. Selain itu, buku ini tidak hanya menjelaskan tentang masalah overthinking, tetapi juga memberikan berbagai solusi dan langkah praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Penjelasan dalam buku ini juga disertai dengan contoh yang dekat dengan kehidupan pembaca sehingga lebih mudah dipahami.
Namun, buku ini juga memiliki beberapa kekurangan. Pada beberapa bagian, penulis mengulang penjelasan yang hampir sama sehingga terasa sedikit berulang. Selain itu, pembahasan dalam buku ini cenderung sederhana sehingga bagi pembaca yang sudah terbiasa membaca buku psikologi atau pengembangan diri mungkin terasa kurang mendalam. Meskipun demikian, buku ini tetap bermanfaat bagi pembaca yang ingin belajar mengendalikan pikiran dan mengurangi kebiasaan berpikir berlebihan. (ykib/umi).
Identitas buku
Judul buku : Hidup Damai Tanpa Berpikir Berlebihaan
Penulis : Tsuneko Nakamura dan Hiromi Okuda
Penerjemah : Faizal
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : 2021
Halaman : 154
*Penulis resensi buku adalah guru Kampung Ilmu Cepu

