*Oleh Nisa Nur Aini, S.Pd., Gr.
Buku Tanah Para Bandit adalah buku bergenre fiksi aksi thriller politik yang ditulis oleh Tere Liye yang mengisahkan tentang seorang wanita Vigilante bernama Padma. Buku ini merupakan buku ke-7 dari seri aksi yang ditulis oleh Tere Liye. Seri aksi Tere Liye sebelumnya yaitu pertama, buku Negeri Para Bedebah menceritakan kisah Thomas seorang konsultan keuangan yang terlibat dalam krisis ekonomi dan politik. Kedua, buku Negeri di Ujung Tanduk merupakan kelanjutan dari kisah Thomas melawan konspirasi ekonomi. Ketiga, buku Pulang mengenalkan Bujang/Agam anak desa yang tumbuh menjadi Tauke Besar pemimpin dalam dunia Shadow Economy. Keempat, buku Pergi menceritakan petualangan Bujang/Agam mencari tujuan hidup dan masa lalu keluarganya. Kelima, buku Pulang Pergi kolaborasi Thomas dan Bujang dalam misi internasional yang intens. Keenam buku Bedebah di Ujung Tanduk menceritakan Thomas yang mengalami ancaman tingkat tinggi. Ketujuh buku Tanah Para Bandit kisah baru tentang wanita Vigilante berfokus pada misteri sebuah wilayah. Dalam buku Tanah Para Bandit dengan tokoh utama Padma bertemu dengan Bujang, Thomas, dan Zaman (Tokoh di buku Tentang Kamu). Buku Seri ini ceritanya saling berhubungan dan mengandung plot cerita yang menarik.
Dalam buku ketujuh “Tanah Para Bandit” menceritakan seorang tokoh wanita Viglante bernama Padma yang tinggal di sebuah desa terpencil bernama Talang berada di sebuah lembah tandah hujan yang dikelilingi oleh bukit barisan. Pada awal cerita Padma yang masih berumur lima belas tahun hidup bersama kakeknya bernama Abu Syik. Namun, kehidupan Padma tidak seperti gadis pada seusianya, Padma harus memasak, mengurus rumah, dan latihan fisik. Latihan fisik yang dilakukan Padma atas perintah kakeknya Abu Syik sangatlah berat misalnya latihan lari mengisi tong dengan dua ember dengan waktu terbatas dan harus penuh, berlatih melompat namun kakinya diikat dengan batu. Namun ketika Padma gagal mencapai latihanya dia kerap kali marahi dan dihukum oleh Abu Syik.
Saat dimarahi dan dihukum oleh Abu Syik Padma mencari tempat untuk bersembunyi kemudian dia menemukan sebuah tempat rahasia di atas bukit barisan. Di tempat ini menjadi tempat favorit Padma ketika dimarahi oleh Abu Syik. Tempat tersebut menjadi tempat pelarian dan tempat ternyaman Padma di Talang. Suatu hari Padma menemukan orang asing yang menempati tempat favoritnya. Orang itu adalah anak laki laki yang seumuran dengan padam yaitu Agam/bujang. Mereka berkenalan dan menemukan kesamaan di antara mereka yang lari ke bukit untuk mencari ketenangan.
Anak laki-laki tersebut kemudian menjadi teman Padma bercerita. Mereka saling bertukar cerita satu sama lain. Karena menemukan kesamaan akhirnya mereka menjadi teman. Namun setelah beberapa kali bertemu, mereka berpisah ketika Agam sudah tidak lagi datang ke tempat favorit mereka. Agam telah pergi meninggalkan Talang.
Selain melewati berbagai latihan fisik Padma juga dilatih cara mengenal berbagai taman racun dan cara membuat racun yang mematikan. Setelah melewati latihan Padma akhirnya mendapatkan misi pertamanya yaitu membakar ladang ganja. Karena Agam sudah tidak pernah ke tempat favorit mereka Padma juga tidak pernah ke sana lagi. Sekarang Padma fokus pada latihan dan mendapatkan misi kedua yaitu menghentikan mobil yang mengangkut ganja. Setelah misi kedua Padma masih harus latihan dengan Abu Syik. Setelah 3 tahun kemudian pada usia Padma ke-18 tahun kondisi Abu Syik menurun tanpa disadari oleh Padma. Tidak lama setelah itu Abu Syik meninggal. Sebelum meninggal Abu Syik bercerita tujuan latihan yang dilakukan selama ini yaitu karena Padma adalah disiapkan untuk menjadi wanita Viglante. Selain itu Abu Syik meninggalkan pesan agar Padma pergi meninggalkan Talang dan pergi ke kota menemui organisasi.
Kemudian Padma pergi ke kota, namun tidak menemui orang yang Abu Syik tunjukan. Padma memiliki cara yang unik untuk bertahan hidup, yaitu mencuri uang hasil dari penyuapan yang dilakukan oleh sebuah toko buku bajakan. Di saat waktu yang telah ditentukan, pemilik toko akan memberikan setoran uang untuk mengamankan barang dagangannya berupa buku-buku bajakan.
Secara diam-diam Padma akan mengambil uang tersebut. Padma tidak menemui orang Organisasi tetapi memilih kuliah di universitas ternama. Tentu saja tidak terdaftar sebagai mahasiswa. Padma asal masuk kelas lalu mendengarkan dosennya. Istimewanya, Padma justru bisa kuliah di 12 jurusan. Di kampus itulah Padma kenal dengan Thomas, mahasiswa Fakultas Ekonomi yang kelak menjadi seorang konsultan keuangan dan konsultan politik sekaligus kawan Bujang. Ia juga kenal dengan Zaman Zulkarnain, mahasiswa FakultasHukum yang kelak bekerja di sebuah firma hukum di Belgrave, London. Dialah yang menjadi tokoh utama yang berhasil mengungkap kisah hidup Sri Ningsih dan membagikan warisan konglomerat merakyat itu.
Padma juga ditemukan dengan teman-teman yang memiliki kemampuan. Padma mempunyai teman akrab. Ia Nina mahasiswa Fakultas Komputer, tetangga kosnya. Nina ahli komputer. Tingginya sebahu Padma, berbadan besar, keriting dan pakai kacamata tebal. Di kamar kosnya ada berbagai macam komputer canggih dan jaringan internet sendiri yang membuat Padma tercengang. Ia adalah hacker.
Misi Padma masih mencuri uang setoran di basement sebuah mall dengan menguping percakapan di toko buku bajakan. Mereka memindahkan lokasi dan jadwal barunya. Padma berhasil mengelabui tiga polisi. Mereka menemukan Kaisar yang merupakan pimpinan kelompok polisi bandit. Namun, kelompok polisi bandit yang menyebut dirinya jiwa korsa ini buka kelompok sembarangan. Mereka adalah pasukan berani mati yang siap bunuh diri tatkala penyamaran terbongkar.
Misi kedua Padma, dibantu Nina, adalah mencari suami dari pemilik kos, buruh karyawan pabrik yang hilang. Tak disangka masih melibatkan polisi-polisi itu lagi. Padma meyelidiki ke rumah-rumah kawasan mewah. Ia bertemu komisaris besar polisi. Memeras informasi darinya tapi memilih bunuh diri, untuk memutus tali agar tidak bocor, dengan menarik pelatuk pistol. “Hidup jiwa korsa”. Tidak tahu, belum jelas semboyan itu.
Misi selanjutnya Padma ke Singapura dibantu Nina mencari lokasi terkini pemilik pabrik. Disinilah ia bertemu teman barunya, Sapti, mahasiswa Fakultas Sastra tahun keempat, seorang plagiator dokumen penting seperti membuat paspor aspal yang kepalsuannya hamper 0%. seperti Nina sang hacker handal dan Sapti pemalsu dokumen penting yang sangat berbakat. Bersama teman-temannya Padma berhasil memecahkan satu persatu masalah yangmelibatkan bandit-bandit kelas atas, hingga mereka bertemu dengan kelompok jiwa korsa. Sebuah kelompok di atas kelompok bandit yang telah Padma singkirkan.
Novel Tanah Para Bandit ini seolah merupakan wujud kritik sosial terhadap kondisi saat ini, baik pemerintahan maupun seluruh elemen masyarakat. Dalam novel ini mengkritik bagaimana kehidupan dalam tatanan yang kacau ketika dikuasai oleh oknum-oknum bandit tersebut, seolah pepatah uang adalah raja benar-benar ada dan diterapkan dalam novel ini. Tere Liye dengan berani mengungkapkan bagaimana para bandit beroperasi dalam kehidupan nyata, tidak selalu dengan senjata dan kekerasan fisik, tetapi dengan kekuasaan, uang, dan tipu daya.
Kekurangan buku:
- Ada beberapa cerita yang diulang beberapa kali.
- Ada adegan aksi yang tidak cocok dibaca oleh anak anak.
Kelebihan buku:
- Seri aksi yang menarik dari awal cerita dan akhir cerita
- Para tokoh yang memiliki karakter yang baik.
- Alur cerita yang menceritakan kehidupan sehari hari
- Terdapat pesan moral tentang kegigihan, keadilan, kebenaran, dan melawan ketidakadilan. (ykib/nisa).
Identitas buku
Judul : Tanah Para Bandit
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Sabakgrib
Halaman : 436
ISBN : 9786238829675
*Penulis resensi buku adalah guru Kampung Ilmu Padangan

