*Oleh Tsamrotul Ulum, S.P.
Pada kesempatan kali ini penulis akan meresensi buku dengan judul “KHULAFAUR RASYIDIN”. Khulafaur Rasyidin berasal dari 2 kata, yaitu khulafa’ yang merupakan bentuk jamak dari kata khalifah yang berarti pemimpin, sedangkan rasyidin berarti cerdas dan bijaksana. Jadi Khulafaur Rasyidin artinya pemimpin yang cerdas dan bijaksana.
Khulafaur Rasyidin ada 4 orang yaitu Abu Bakar Ash shidiq, Umar bin Khattab, Ustman bin Affan dan Ali bin Abi thalib. Mereka adalah para sahabat nabi yang meneruskan kepimpinan dan perjuangan Rasulullah dalam menyebarkan dan menegakkan agama Islam. Berikut penjelasan tentang Khulafaur Rasyidin :
- Abu Bakar Ash Shidiq
Beliau lahir di Mekkah tahun 572 M, usianya berjarak 1 tahun lebih muda dari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Nama asli Abu Bakar adalah Abdullah bin Utsman bin Amir bin Amru bin Ka’ab bin Lu’ai. Abu Bakar adalah khalifah pertama setelah Rasulullah Saw. Abu Bakar memiliki tubuh yang kurus, berkulit putih, bermata hitam, berkening lebar dan memiliki jenggot.
Banyak sekali keteladanan dari sifat Abu Bakar Ash Shidiq di antaranya yaitu Abu Bakar yang memiliki ketakwaan tinggi, hal ini dibuktikan dengan kejadian saat beliau merasa sangat lapar kemudian beliau menyuruh budaknya untuk mencarikan makanan. Setelah menunggu beberapa saat, budaknya pun datang dengan membawa makanan, karena sangat lapar beliau tidak sempat menanyakan dari mana makanan itu berasal. Setelah selesai makan, Abu Bakar baru menanyakan kepada budaknya dari mana makanan itu, sang budak kemudian menjelaskan bahwa makanan itu adalah bentuk imbalan para pedagang kepadanya karena budak ini dulunya peramal yang memberikan mantra kepada para pedagang agar dagangannya laris. Mendengar hal tersebut, seketika Abu Bakar memuntahkan semua makanan yang baru saja dimakan, hal ini karena makanan yang diperoleh budaknya itu didapat dengan cara tidak baik dan tidak halal. Karena memeras orang lain dan mempercayai peramal atau kekuatan selain Allah adalah syirik dan dosa besar.
Keteladanan sifat Abu Bakar Ash Sidiq selanjutnya adalah penyabar. Hal ini ditunjukan dengan kisah saat Abu Bakar sedang berada di rumahnya bersama Rasullullah mereka didatangi seorang Arab Badui yang menjelek-jelekannya, Abu Bakar tidak membalas dan hanya memberikan senyuman, kemudian kedua kalinya orang Arab Badui itu mengejeknya beliau tetap sabar dan tersenyum, tetapi ketika ketiga kalinya beliau di maki-maki barulah Abu Bakar tersulut emosi dan menjelek-jelekan orang tersebut. Mendadak Rasullullah pergi meninggalkannya, Abu Bakar pun bertanya dengan heran. “Mengapa Engkau pergi ya Rasullullah?”. Rasullullah kemudian menjelaskan, ketika sekali dua kali Abu Bakar diejek oleh orang Arab Badui itu dan Abu Bakar tidak membalas ejekannya, Rasullullah tersenyum karena melihat banyak malaikat yang datang mendekati Abu Bakar, tetapi ketika ketiga kalinya Abu Bakar diejek dan tersulut emosi, malaikat itupun pergi dan datanglah iblis didekat Abu Bakar. Kemudian Rasullullah pergi dan enggan memberikan salam. Sejak saat itulah Abu Bakar kian bersabar dan mampu mengendalikan amarahnya. Di lain waktu ketika beliau mengalami hal yang sama, Abu Bakar hanya tersenyum dan bersabar.
Abu Bakar juga dikenal dengan sifatnya yang adil, bijaksana dan dikaruniai otak yang cerdas oleh Allah SWT. Beliau mampu memberikan solusi-solusi kepada para sahabatnya ketika sedang ada masalah, misalnya pembagian ghanimah yang harus adil sama rata, ghanimah adalah harta rampasan yang diperoleh ketika memenangkan suatu perang. Abu bakar juga sahabat nabi yang cerdas, meskipun beliau dulu belum masuk Islam dan keluarganya penyembah berhala, Abu Bakar bersumpah tidak mau menyembah berhala karena mana mungkin patung bisa mengabulkan doa dan memberi petunjuk bagi kehidupan manusia.
Abu Bakar adalah orang yang masuk Islam pertama dari golongan laki-laki saat itu. Sehingga disebut Assabiquunal awwalun atau orang yang pertama kali masuk Islam. Abu bakar juga mendapat gelar Ash Sidiq dari Rasullullah yang berarti membenarkan hal ini karena Abu bakar jiwanya sangat mudah menerima kebenaran yang disampaikan Rasulullah. Firman-firman Allah, kejadian luar biasa yang dialami, juga kabar dari langit yang disampaikan selalu Abu Bakar benarkan dengan sepenuh hati. Maka Abu Bakar adalah sahabat yang paling setia dan sering mendampingi Rasullullah.
- Umar bin Khattab
Khalifah kedua setelah Abu Bakar. Sebelum masuk Islam, Umar dikenal dengan sifafnya yang keras dan tegas, banyak ditakuti orang sehingga tidak satu pun yang berani melawannya. Bahkan setan pun takut kepada Umar karena sifatnya yang tegas dan keras dalam membela agama Allah. Setelah masuk Islam, Umar menjadi salah satu kekuatan umat Muslim. Umar mendapat gelar Al-Faruq yang berarti pembeda. Karena Rasullullah menganggap Umar dapat membedakan antara yang haq dan batil. Umar adalah orang yang pertama kali menetapkan tahun Hijriyah sebagai penanggalan resmi umat Islam.
Keteladanan sifat dari Umar bin Khattab adalah pemberani, sederhana, berhati lembut, adil, tegas, bertanggung jawab dan memiliki kecintaan yang tinggi pada Allah dan Rasullullah.
Ada satu kisah dari Umar yang sangat menarik. Pada masa itu Kota Mekkah sedang mengalami kekeringan, di suatu malam Umar dan pengawalnya berjalan-jalan untuk melihat keadaan rakyatnya, karena Umar tidak ingin ada rakyatnya yang kelaparan sedangkan Umar hidup berkecukupan. Tibalah di suatu rumah yang terdengar suara tangisan anak kecil, kemudian mereka masuk dan bertanya pada ibu dari anak tersebut, ternyata anak kecil tadi menangis kelaparan dan si ibu sedang memasak untuk anaknya. Ternyata yang dimasak adalah batu, pantas saja jika makanannya tidak matang-matang dan anaknya menangis kelaparan karena belum makan sejak pagi tadi. Umar pun bergegas pulang dan mengambil bahan makanan untuk keluarga itu, Umar mengambil gandum, daging, mentega dan kurma. Umar kembali kerumah tadi dan beliau juga yang memasakkan keluarga itu. Hal ini menunjukkan bahwa selain bersikap tegas dan pemberani, Umar juga memiliki hati yang lembut.
- Ustman bin Affan
Sahabat Rasullullah yang memiliki sifat pemalu, sampai-sampai malaikat pun malu kepadanya. Memiliki julukan dzun nurani yang artinya pemilik dua cahaya karena Ustman bin Affan menikahi dua putri Rasullullah yaitu Ruqayah dan Ummu Kaltsum.
Utsman adalah orang yang paling dermawan, beliau selalu ingin membantu kaum Muslimin. Beliau pernah menyumbangkan 950 ekor unta, 59 ekor kuda dan uang 1000 dirham kepada kaum Muslimin yang hendak berperang melawan pasukan Byzantium.
Khalifah Ustman memiliki banyak prestasi diantaranya yaitu Ustman berhasil memperluas pembangunan Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah, membuat kelompok yang terdiri atas beberapa orang untuk menyeragamkan cara penulisan Alquran menjadi satu dan menggandakannya agar lebih banyak penghafal Alquran. Ustman juga membentuk pasukan Angkatan Laut yang tangguh. Ustman juga banyak dan rajin memberikan sedekah dan berhasil memperluas wilayah kekuasaan Islam dan berkembang hingga Armenia, Afrika, Libya dan Konstatinopel.
- Ali bin Abi Thalib
Khalifah Ali sangat terkenal dengan kecerdasannya, selain itu Ali juga sangat menghormati orang yang lebih tua. Ada satu kisah, suatu hari ketika akan sholat subuh berjamaah di masjid Ali terburu-buru agar tidak terlambat. Namun di depannya ada kakek tua beragama Yahudi. Kakek itu berjalan sangat lambat tetapi Ali tidak mau mendahului kakek itu karena tidak sopan dan takut sesuatu akan terjadi pada kakek tua dan lemah itu. Langit subuh semakin terang, tetapi Ali masih sabar menunggu kakek itu dan mengira bahwa shalat subuh berjamaah telah Usai. Akhirnya Ali sampai di masjid, ternyata shalat berjamaah belum usai bahkan masih berada di rakaat pertama, kala itu jamaah sedang dalam posisi rukuk, sehingga masih dapat satu rakaat. “Alhamdulillah kata Ali”. Ketika selesai shalat Ali bertanya pada Rasullullah mengapa rukuk yang pertama lama sekali tidak seperti biasanya. Rasullullah menjawab bahwa beliau pun tidak tahu, saat rukuk tiba-tiba malaikat jibril datang dan menahan punggungnya sangat lama sampai Rasullullah susah berdiri. Ternyata malaikat Jibril menahan punggung Rasulullah untuk menunggu Ali agar tidak terlambat shalat subuh berjamaah.
Ali dikenal sebagau khalifah yang pemberani, beliau pernah ikut perang badar dan pernah menggantikan posisi Rasullullah ketika akan dibunuh oleh kaum Musrikin. Karena keberaniannya Ali dijuluki Assadullah, artinya singa Allah SWT.
Karena terkenal dengan kecerdasannya sehingga dijuluki Bab Al Madinah yang artinya gerbang kota ilmu/gerbang pengetahuan Ali juga berhasil membangun Kota Kuffah sebagai kota Ilmu Pengetahuan.
Kelebihan buku ini:
Bukunya menarik, dilengkapi gambar, percakapan, beberapa game sederhana, pertanyaan seputar materi dan bahasa yang digunakan mudah dipahami.
Kelemahan buku ini:
Alur bercerita yang maju mundur.
Identitas buku:
Nama :Tsamrotul Ulum
Judul buku : Khulafaur Rasyidin
Penulis : Isnaeni DK
Penerbit : Cerdas Interaktif
Cetakan : Kesatu, Jakarta 2017.
ISBN : 978-979-788-457-4
*Penulis resensi buku adalah guru Kampung Ilmu Purwosari

