*Oleh Arthamara Devina Arianto S.Psi
Masyarakat Jawa sejak zaman dulu dikenal sebagai masyarakat yang dekat dengan kehidupan spiritual. Pada dasarnya, masyarakat Jawa bisa dibilang selalu dalam pencariannya terhadap suatu kebenaran sejati. Sebuah hakikat hidup yang biasa ditebus dengan laku prihatin untuk mencari sebuah kesejatian yang dinamakan “kaweruh”. Jadi, kurang tepat rasanya jika orang kemudian beranggapan bahwa tujuan mencari kesejatian hidup itu kemudian dikait-kaitkan dengan kemampuan berinteraksi dengan sosok gaib yang tak kasat mata atau yang disebut lelembut. Padahal tujuan utama dari mencari “kaweruh” sendiri adalah untuk mencari keselamatan baik di dunia maupun di akhirat. Jagat lelembut atau dunia makhluk halus, sampai saat ini masih mendapatkan kesan yang mengerikan di mata banyak orang. Sosok yang selalu digambarkan seram seperti yang ditampilkan di televisi dan belum lagi sengaja dibuat dengan tujuan menakut-nakuti. Namun kenyataannya masyarakat awam justru makin penasaran dengan keberadaan dunia “mereka”, meskipun kebanyakan akan lari ketika dihadapkan penampakan “mereka”.
Perjalanan tim Kisah Tanah Jawa kala menjelajah lapisan dan hanya bisa menembus lapisan ke-11 dan jika di total jumlahnya ada 17 lapisan. Selebihnya samar dan tidak tertembus. Menembus di sini sifatnya tidak sekedar melihat, melainkan juga berkomunikasi serta melihat wujud aslinya. Klasifikasi usia masing-masing lelembut antara lain lapisan pertama berada di rentang usia 0-700 tahun, lapisan kedua 700-1.400 tahun, lapisan ketiga 1.400-21.000 tahun dan begitu seterusnya hingga lapisan ke-17, semakin tua usia lelembut, semakin tinggi kemampuan yang dimilikinya.
Kehidupan di alam “mereka” sebenarnya tidak jauh berbeda dengan alam manusia. Ada lelembut yang baik juga tekun beribadah, ada yang biasa-biasa saja hingga ada yang jahat. Dari investigasi tim Kisah Tanah Jawa, jumlah lelembut yang ada di dunia ini jumlahnya kurang lebih ada 70 ribu kali lipat dari jumlah manusia yang ada saat ini. Jika membuat perbandingan di antara yang baik dan yang jahat, kemungkinan 60% di antaranya bersifat jahat, 25% sifatnya baik, 10% netral dan 5% sisanya tidak diketahui. Golongan lelembut sangat susah untuk mati karena wujud mereka yang sifatnya gaib dan tak kasatmata. Namun, ada juga sebenarnya ilmu-ilmu yang bisa digunakan untuk membakar “mereka” yang sesat misalnya, amalan hizib maupun ilmu kulhu geni. Namun, ilmu itu tidak disarankan untuk digunakan mengingat bagaimana kita tidak berhak membunuh makhluk ciptaan-Nya.
Lalu, selain klasifikasi berdasarkan usia, golongan lelembut juga bisa dijabarkan menjadi 3 alam (lelembut yang menghuni daratan, lautan dan langit). Sosok-sosok yang berusia tua dan memiliki kemampuan tinggi, cenderung menjahui alam manusia. Andaikan ada di daratan pun, golongan ini akan memilih menyepi di gunung-gunung maupun di dalam tanah yang tidak tersentuh hawa manusia. Begitu juga dengan mereka yang menghuni lautan, sosok-sosok tersebut sejatinya bersembunyi di kedalaman samudera. Sementara yang menempati langit, “mereka” yang memiliki kemampuan tinggi akan menyepi jauh di atas angkasa.
Berbicara tentang indigo, sebagian dari kita tidak akan jauh-jauh menghubungkan dengan kata “indigo”. Mereka mampu melihat dan mampu berkomunikasi apakah lantas bisa dibilang indigo? Jawabannya, mungkin, bisa jadi. Arti indigo sebenarnya juga masih bisa dimaknai lebih dari sekedar kemampuan untuk melihat hantu, tetapi indigo juga merupakan nama dari aura warna, yakni perpaduan antara ungu dan biru. Beberapa kaum spiritual menyebutkan bahwa anak-anak indigo pada dasarnya adalah “jiwa tua” yang terlahir kembali dengan membawa misi masing-masing di kehidupan yang sekarang ini. Aura indigo tidak semata-mata hanya berasal dari bawaan lahir. Anak indigo bisa juga dilatih dengan melakukan latihan-latihan yang tentunya harus didampingi oleh pembimbing yang benar sehingga tidak terjerumus di jalan yang sesat. Anak-anak indigo biasanya akan melewati pejalanan hidup yang sangat berliku dan terjal. Seolah semesta memang dengan sengaja menggembleng mereka untuk menjadi pribadi yang tangguh. Jika ia sanggup melewati, nantinya mereka dipercaya akan menjadi pribadi yang berpengaruh dalam kejayaan bangsa ini. Namun jika tidak mampu melewati prosesnya, banyak pula risiko yang harus dihadapi di antaranya benturan kehidupan berupa masalah-masalah yang tak henti menerpa, bahkan tidak hanya itu saja, nyawa mungkin juga bisa menjadi taruhannya.
Penguasa gaib pesisir laut selatan
Secara teritori, wilayah karaton laut selatan terbagi menjadi 3 bagian yakni, sisi barat (Pelabuhan Ratu) yang dipercaya sebagai alun-alun depan. Wilayah tengah (pantai parang kusumo) yang dipercaya sebagai kedaton. Sedangkan wilayah timur (Semenanjung Blambangan, Bali) yang dipercaya sebagai alun-alun belakang.
Ratu Kenconosari, beliau adalah Kanjeng Ratu Karaton Pesisir Laut Selatan, pemimpin bangsa gaib yang ada di Samudera. Konon, beliau adalah salah satu murid dari Nabi Khidir AS.
Kanjeng Nyai Riyo Kidul, adalah pepatih dalem yang mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan urusan dalam negeri keraton pesisir laut selatan.
Kanjeng Nyai Roro Kidul, adalah pepatih luar yang bertugas mengurusi segala sesuatu yang berhubungan dengan kerajaan-kerajaan di luar pesisir laut selatan.
Simbok Nyai Kidul, adalah abdi layan kinasih atau semacam asisten pribadi Gusti Kanjeng Ratu Kenconosari. Konon katanya beliau pengasuh anak-anak terpilih (indigo) yang ada di Nusantara.
Dewi Lanjar, yang bertugas menjaga harta karun yang tertinggal di dasar laut pantai Utara Jawa dari orang-orang yang keblinger menarik emas di sana. Harta tersebut dipercaya berasal dari kapal-kapal era kolonial yang tenggelam.
Dewi Ayu Sekar Kawi adalah sosok abdi kinasih utusan Kanjeng Eyang Sunan Kawi dari Karaton Gunung Kawi. Dengan kata lain, Dewi Ayu Sekar Kawi adalah utusan dari para priyayi agung di atas dan didaulat sebagai koordinator bangsa jin, lelembut, dedemit, dan segala urusan gaib wilayah timur Pulau Jawa dan bekedudukan di keraton Gunung Kawi.
Dewi Pohaci, atau dikenal dengan Dewi Shri, adalah dari kesuburan yang dianggap sebagai pelindung, kehidupan serta dipercaya mengatur kekayaan dan kemakmuran.
Nyai Gadung Melati, beliau adalah salah satu sosok abdi kinasih dari sunan merapi yang bertugas melindungi flora dan fauna di lingkungan wilayah Gunung Merapi.
KI Juru Taman, mitos dan legenda seorang raksasa besar bernama ki juru taman, yang konon katanya ditugaskan untuk menjaga Yogyakarta dari amukan gunung merapi.
Raden Ngabehi Surakso Hargo Lawu, beliau adalah sosok abdi kinasih Eyang Sunan Lawu dari karaton Gunung Lawu yang menjadi duta atau perwakilan dengan kerajaan gaib lain yang tersebar di Pulau Jawa, Bahkan Nusantara.
Sosok makhluk halus yang fenomenal di Indonesia antara lain :
Pocong, pocong sebenarnya banyak sekali macamnya, tetapi yang paling spesifik yakni pocong asli dan pocong bukan asli. Pocong asli merupakan qorin putih atau adik ari-ari dari orang yang telah meninggal. Sosok ini menampakkan diri bukan bertujuan untuk menakuti, melainkan ada sesuatu hal yang harus disampaikan atau masih ada urusan di dunia yang masih mengganjal. Ciri pocong asli wajahnya identik tidak terlihat, kepala terbungkus rapat kain kafan serta tidak ada darah ataupun hal yang mengerikan lainnya. Sedangkan pocong bukan asli mereka dengan sengaja menampakkan diri dengan wajah terbuka, mata merah menyala atau kadang putih dengan titik hitam di tengah. Sifat pocong bukan asli ini cukup jahat dan lebih bahaya lagi jika pocong bukan asli dimanfaatkan oleh dukun-dukun aliran hitam untuk berbagai tujuan, yang tentunya menyimpang dan sesat. Macam-macam pocong yang jarang diketahui banyak orang antara lain; pocong gondrong, pocong merah, pocong beranak, pocong gundul, pocong sumi, dan pocong gendut.
Kuntilanak, adalah sosok yang dangat familier di jagat lelembut. Dalam klasifikasi spesies kuntilanak, asal-usulnya sangat beranekaragam. Dari yang mulai asli bangsa jin, hingga qorin beraura negatif orang meninggal tidak wajar yang lantas tertarik untuk menjelma menjadi sosok kuntilanak ini. Dalam dimensi mereka, akan tercipta juga sifat, karakter dan “gaun” yang berbeda-beda mengikuti aura bawaannya. Selain itu faktor usia juga akan berpengaruh terhadap bentukan karakter ini, kuntilanak yang memiliki usia lebih dari seribu tahun akan mampu mengubah dirinya menjadi seribu wujud (rupawan dan tidak bertaring, menyeramkan, atau pucat pasi) dengan kemampuan ekstrem yang dapat menjerumuskan manusia yang lupa akan Tuhannya. Maksud dari menjerumuskan yaitu menggoda iman manusia untuk tujuan tertentu (ngilmu, susuk atau pesugihan) sampai merasuk ke alam bawah sadar dan mengganggu manusia saat berkendara yang berpotensi berujung celaka. Spesies kuntilanak ada beberapa jenis yaitu; kuntilanak putih: usia 0-100 tahun, kuntilanak pink atau ungu: 100-200 tahun, kuntilanak hijau: 200-350 tahun, kuntilanak kuning: 500-700 tahun, kuntilanak merah: 0 hingga tak terhingga, karena muncul daro qorin merah manusia, kuntilanak hitam: 700 hingga ribuan tahun. Bisa dibilang ragam warna kuntilanak menggambarkan kekuatan dan kemampuan dari kuntilanak itu sendiri. Kuntilanak mempunyai berbagai macam nama antara lain; miss kuntiverse, kuntilanak merah, ratu kuntilanak, kuntilanak kembar, dan kuntilanak kuning.
Tuyul, merupakan sosok anak kecil pencuri uang yang sangat terkenal di tanah jawa, makhluk halus ini dari bangsa jin ifrit. Tuyul ini mengambil uang bukan di ambil untuk dirinya sendiri, melainkan atas suruhan orang tua asuh yang mempekerjakannya. Untuk membeli tuyul melalui juru kunci memerlukan mahar untuk di adobsi, harga mahar dapat berpengaruh dengan omzet yang diperoleh setiap harinya, semakin tinggi maharnya maka kualitas tuyul akan semakin baik, seperti jumlah uang dan wujud dari si tuyul tersebut. Sengangkan tuyul dengan harga yang murah, maka yang di hasilkan akan sedikit dan berwajah seram, ingusan, bibir vertikal, liar dan suaranya mirip dengan anak ayam. Sosok tuyul dipelihara sebagai pesugian dan memperlakukan tuyul sebagai anak sendrii yaitu sang istri wajib memberikan ASI kepada tuyul, ASI yang dimakasud bukan air susu tetapi yang dihisap darah yang mentebabkan istri menjadi kurus kering. Pelaku pesugihan tuyul juga wajib menyediakan baju, mainan, bubur kacang ijo, biskuit, pampers, hingga lilin layaknya seorang anak kecil. Jika ada yang bisa menangkap sosok tuyul dan kemudian menyiksanya, otomatis pemilik tuyul tersebut juga akan merasakan sakit yang sama. Karena qorin kuning si pemilik terkoneksi dengan si tuyul.
Genderuwo, merupakan salah satu golongan makhluk astral yang menghuni tanah jawa. Wujudnya seperti kera besar nan kekar yang sekujur tubuhnya berwarna hitam dipenuhi banyak bulu, dan juga bermata merah. Genderuwo menyukai tempat yang lembab, berair dan gelap untuk ditinggali. Seperti pada bangunan kosong, batu besar, rumpun bambu, pohon rindang, bahkan tak jarang menetap pada benda. Genderuwo mempunyai kemampuan berinteraksi dengan manusia, ia juga bisa berubah wujud menyerupai fisik manusia, kemudian menggoda manusia untuk hal-hal yang tidak baik seperti untuk hal cabul, memberikan nomor judi togel, pesugihan, pengasihan, dan ilmu tertentu.
Wewe, atau orang Jawa menyebut wewe gombel, wewe ini merupakan sosok lelembut yang wujudnya cukup menyeramkan dengan wujud mirip genderuwo dengan payudara yang nyaris menyentuh tanah, dan sosok ini suka dengan anak kecil. Sosok ini sebenarnya tidak bermaksud sepenuhnya mengambil atau mencuri anak, melainkan hanya berniat untuk momong dan menimang sebentar, yang nantinya akan di kembalikan lagi. Bagaimanapun kita sebagai manusia harus tetap menjaga anak-anak agar tidak dipinjam “wewe”, salah satunya dengan menemani ketika maghrib dan mengawasi ketika si kecil bermain di dekat tempat-tempat yang suka dihunu koloni genderuwo.
Dan masih banyak lagi macam-macam makhluk halus di tanah jawa yang jarang diketahui orang-orang yaitu antara lain sundel bolong, suster ngesot, suster gepeng, suster muka rata dan lain-lain.
Di Tanah Jawa juga terdapat hantu Belanda antara lain;
Helena Van Der Linder, merupakan putri seorang direktur pabrik gula bernama Hendrikus van der Linden, yang memiliki kisah kelam di tahun 1920-an, yaitu mencintai salah seorang pekerja pabrik gula pribumi di salah satu pabrik gula di eks-karesidenan surakarta, namun sayangnya hubungan mereka tidak direstui Tuan Hendrikus. Pada akhirnya helena memutuskan mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri meminum racun, dan sosok ini menampakkan dirinya beberapa kali ketika ada pengunjung yang menginap di salah satu kamar yang disewakan pengelolah kompleks pabrik gula tersebut.
Jolanda, merupakan anak seorang administrateur atau pejabat tinggi sebuah pabrik gula di brebes, jawa tengah. Saat itu keluarganya mengalami perampokan dan jolanda Sempat mengalami pelecehan seksual, jolanda sempat lari tetapi malah tersungkur jatuh dan matanya tertancap besi dan juga kepala jolanda dihantam benda berat hingga pecah.
Meneer Belanda, merupakan sosok jin qorin di salah satu pabrik gula di klaten, jawa tengah. Dahulu ia meninggal lantaran diracun oleh bawahannya karena berselisih paham.
Sinyo bakar, merupakan sosok penampakan anak kecil yang berada dipinggiran sungai tuntang, jawa tengah. Ia menjadi korban kebiadapan serdadu Noppon di rentang tahun 1942-an, anak-anak ini sengaja dibakar hidup-hidup karena ingin menghilangkan jejak setelah orang tua mereka terlebih dahulu di culik, dibawa, diintrogasi, dieksekusi dan dibuang.
Di Tanah Jawa juga terdapat hantu Jepang antara lain;
Kishimoto, merupakan qorin salah satu tentara jepang yang memberi info sejarah mengenai situs gua jepang pesisir selatan.
Matsumoto, merupakan qorin salah satu komandan bala tentara jepang yang kejam dan Sosok ini yang memiliki aura negatif.
Prajurit tanpa kepala, merupakan penampakan merah para tentara jepang yang melakukan ritual seppuku (harakiri) atau tradisi para samurai di jepang yang kemudian diteruskan bala tentara Nippon pasca kekalahannya pada perang dunia ke II.
Kitsune, merupakan sosok siluman yang terkurung di kawasan gua jepang selatan kota yogyakarta, kitsune berusia cukup tua sekitar 3700-an tahun yang dikenal sebagai siluman rubah. Sosok ini dipercaya membawa kekuatan serta kejayaan bagi pasukan nippon.
Sebenarnya masih banyak sekali lelembut dari Tanah Jawa yang dipaparkan di sini, tetapi saya meresensi buku ini hanya mengambil inti sari dari buku kisah Tanah Jawa Jagat Lelembut ini. Sedikit paparan yang sudah dituliskan di buku ini, para pembaca khususnya yang masih awam diharapkan bisa paham dan mengerti bahwa alam semesta khususnya jagat lelembut sungguh teramat luas. Dan sisi lain, bagi teman-teman yang ingin dibuka mata batinnya, bahwa memiliki mata batin yang terbuka itu tidak senikmat serta seindah yang dibayangkan.
Banyak sosok seram, lengkap dengan aroma serta suara yang mengerikan yang akan menampakkan diri dengan tujuan bermacam-macam. Ada golongan jin sesat yang suka mengganggu, ada pula yang sifatnya meminta tolong untuk didoakan dan lain sebagainya. Pada intinya buku ini sangat direkomendasikan untuk dibaca oleh pecinta hal-hal mistis atau horor.
Kelebihan dari buku ini yaitu buku ini menceritakan berbagai lelembut yang ada di Tanah Jawa secara lengkap mulai dari yang fenomena atau dikenal banyak orang sampai yang belum dikenal oleh banyak orang. Buku ini juga menampilkan beberapa gambar makhluk halus yang mungkin bisa diketahui banyak orang dan juga buku ini mengajarkan kita agar untuk berserah diri kepada Sang Pencipta.
Kelemahan dari buku ini yaitu ada beberapa cerita yang terlalu pendek dan pada bagian tengah buku mungkin bagi yang bukan dari Jawa dan kurang suka dengan cerita sejarah terkesan membosankan. Akan tetapi, jika ada yang kurang paham atau kurang jelas mengenai cerita yang ada di buku ini, maka bisa langsung menonton youtube tentang Kisah Tanah Jawa. (*/ykib).
Identitas buku
Judul : Kisah Tanah Jawa Jagat Lelembut
Karya : Mada Zidan (mada KJ) dan Bonaventura D.Genta
Penerbit : GagasMedia
Penulis resensi buku adalah guru Kampung Ilmu Purwosari
*Penulis resensi buku adalah guru Kampung Ilmu Padangan

