Merintis Hari Esok

Oleh Ananda Silviana Putri

Buku ini menceritakan  Hasan seorang siswa yang sangat pandai, rajin  dan berprestasi di sekolah. Tepat hari kesembilan meninggal ayahnya Hasan terpaksa meninggalkan sekolah karena harus membantu ibunya menghidupi adik-adiknya dan  mengurus kakaknya yang sakit . Setelah ayah meninggal tanggung jawab yang dipikul Hasan sangat berat. Guru dan teman teman Hasan yakni Kusen, Andi Bahur, dan Ali sangat menyayangkan Hasan  keluar dari sekolah. 

“Menuntut Ilmu bukan hanya di sekolah saja, di mana-mana ilmu  ada dan dapat  dipelajari  asalkan kita mau untuk  mempelajari. Belajarlah pada teman-temanmu kalau ada waktu senggangmu” pesan dari bapak kepala sekolah.

Di kampung  Hasan akan diadakan   Kelompok Belajar  Pendidikan Dasar (KBPD). Kusen, Andi Bahur, dan Ali   sangat berantusias mendaftarkan Hasan  untuk mengikuti  kelompok belajar  pendidikan dasar.  Mereka meluangkan waktu  untuk membantu Hasan serta membujuk Hasan agar mau mengikuti Kelompok Belajar  Pendidikan Dasar. Sering mereka membujuk Hasan  namun Hasan terdiam  acuh bukannya  Hasan tidak mau  tetapi dia sadar akan tanggumg jawabnya.  Teman-teman Hasan tidak menyerah  mereka berjuang dan kukuh  agar Hasan setuju  mengikuti  KBPD  bahkan mereka rela  mengorbankan waktunya   untuk membantu pekerjaan Hasan di malam hari agar pada malam hari Hasan bisa mengikuti KBPD.  Hasan melihat usaha teman-temannya, hatinya mulai tersentuh  dan ibu telah memberikan izin kepada Hasan. Semangat Hasan  bangkit kembali.

Pada saat mendaftar  Pak Umar  guru Hasan  waktu masih sekolah  yang menjadi tutor  semua pun bersalaman. Ada  percakapan Pak Umar “Sekolah di mana nak sekarang kok gak pernah lihat kamu,” Hasan diam lalu berkata pelan”saya tidak sekolah lagi  Pak ” kemudian Hasan menceritaakan alasan ia tidak sekolah lagi dan Pak Umar memahaminya.

 Pak Umar membicarakan keuangan  bahwa akan mendapat bantuan uang sebesar Rp 100.000 untuk menambahi modal  jadi KBPD akan mendirikan  mendirikan koperasi. Dengan berdirinya  koperasi KBPD  Tungkas ini  bukan berarti  pelajaran mereka terlantar  atau terbengkelai sama sekali tidak. Bahkan dari koperasi ini  mereka semakin merasakan berapa besarnya hasil yang mereka dapat.

Lomba cepat  tepat  yang diikuti  oleh KBPD Kecamatann Pringgabaya  para peserta nampak tegang karena dalam menjawab soalnya  hambir semua regu menjawab dengan baik. Pak Umar mendekati regunya  yang tampak  sudah tidak sabar menunggu pengumuman. Babak final skor kedua regu sama  KBPD  Tungkas dan KBPD Puncangsari. Kini kedua regu  duduk dengan tenang dan juri  menerangkan cara  jawaban 10 soal. Hasan  menjawab lebih cepat  mendapat nilai 100 lawannya mendapat score 75 jadi pemenang  pertama regu KBPD  Tungkas dengan score 600. Tepuk tangan mulai bergema dan sekarang tepuk tangan paling panjang.  Andi, Ali,Kusen dan teman teman Hasan lainnya memberikan selamat  pada Hasan. Seminggu setelah lomba cepat tepat Hasan dan kelompok KBPD  Tungkas mengikuti ujian persamaan ujian berjalan dengan lancar, aman, tertib  dan  hasil akan diumumkan pada hari Sabtu . Mereka kembali ke desa dengan satu harapan  lulus.

Hari yang cerah mereka menunggu  pengumuman. Ada  5 peserta yang menapat nilai terbaik  akan mengikuti kursus  ketrampilan menjahit yang diadakan  oleh Departemen Sosial Kabupaten Lombok. Setelah menunggu tibalah pengumuman  5 peserta yang mengikuti kursus dan nama Hasan dan tim KBPD  Tungkas disebut. “Terimakasih atas prestasi kalian berjuang dua kali dengan baik” banyak yang bangga teman, orang tua, warga.  Air mata menetes  dari kelopak mata mereka dengan polos  mereka ingin mengucapkan terimakasih terutama kepada Pak Umar  yang telah merintis jala terang mereka, tapi tak sepatah kata pun keluar dari mulut mereka mengucapkan ribuan terimakasih di  dalam hati mereka. Mereka melangkah  menuju dusun mereka yang tenang dan damai. Mereka berjalan melangkah dengan pasti  menuju esok hari yang menanti dengan senyuman.

Identitas buku

Judul buku      :  Merintis Hari Esok

Penulis             :   Intisaruddin

Penerbit           :   PT (Persero) penerbit dn percetakan balai pustaka

Tahun terbit     :  Cetakan ke 3  2007

Tebal halaman :  110  halaman

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *