*Oleh Husnun Mahidin, S.Pd.
Novel Pulang-Pergi mengisahkan seorang tokoh utama bernama Bujang, dia adalah seorang mantan tukang pukul (pembunuh bayaran) terkenal dari keluarga salah satu shadow economy. Awalnya ketika Bujang berziarah di makam kedua orangtuanya, tiba-tiba ia diserang oleh Natascha yaitu orang kepercayaan Otets. Otets adalah ketua atau kepemimpinan tertinggi dari Brotherhood Bratva. Tujuan Natascha hanya sekedar menyampaikan pesan kepada Bujang agar jangan melewatkan acara pertunangan Bujang dengan putri Otets yang bernama Maria. Tidak hanya itu, jika si Bujang tidak datang di acara tunangannya dengan si Maria maka akan ada perang besar. Akhirnya bujang mendatangi Otets yang ditemani oleh Salonga (sahabat Bujang dan juga teman dekat Otets) Junior (orang kepercayaan Salonga).
Sebenarnya rencana awal Bujang menemui Otets bukan memenuhi keinginan Otets untuk bertunangan dengan putrinya, melainkan si Bujang ingin bernegosiasi agar acara tunangannya ditunda dahulu karena antara Bujang dengan Maria belum saling mengenal satu sama lain, sehingga Bujang memerlukan waktu untuk mengenal Maria dahulu. Namun ternyata di hari itu tidak ada pertunangan antara Bujang dengan Maria melainkan diganti langsung dengan pernikahan. Dengan berat hati Bujang pun mengikuti keputusan Otets, karena Bujang tidak mau membuat masalah dengan penguasa shadow economy paling kuat di Rusia.
Tak disangka di hari acara pernikahan tersebut, ada insiden yang membuat acara pernikahan menjadi sangat menakutkan. Ternyata si Natascha menyerang Otets di acara pernikahan tersebut, karena Natascha memiliki dendam pribadi kepada Otets dan pada acara tersebut Otets meninggal dibunuh oleh Natascha dengan pasukannya Black Widow. Namun Natascha belum secara resmi menjadi pemimpin Bratva jika Maria, Bujang, Salonga, dan Junior belum dapat ia singkirkan. Di tengah pelarian, Bujang dan kawan-kawan harus menghadapi berbagai kelompok pembunuh bayaran yang mengincar mereka. Dalam pelariannya Bujang berusaha untuk menyusun rencana bersama kawan-kawannya dan meminta bantuan kepada orang yang tepat untuk melawan balik Natascha.
Kelebihan novel Pulang-Pergi
Menurut saya ini adalah novel yang sangat baik karena buku ini bercerita tentang shadow economy. Maksudnya yaitu selain perekonomian yang legal/sah agar masyarakat membayar pajak, ada juga perekonomian yang tidak sah, tidak membayar pajak, dan tidak diketahui oleh masyarakat, istilahnya yaitu black market atau underground economy. Akan tetapi di dalam novel ini definisi tersebut sudah tidak relevan lagi karena menurut cerita di dalam novel ini, keluarga penguasa shadow economy itu sudah terlalu besar, maka kekuasaannya bukan hanya yang tidak membayar pajak akan tetapi mereka mampu merubah struktur negara hingga mengganti presiden. Tanpa disadari novel ini memberikan suatu poin penting tentang literasi keuangan yaitu bagaimana sistem perekonomian di suatu negara bekerja.
Banyak kata kata mutiara di dalam novel ini yang berkesan dan mewakili perasaan hati para pembacanya seperti:
“Terserah aku mau melakukan apa dengan hidupku sendiri. Aku mengurus hidupku, kau silahkan mengurus hidupmu sendiri, yang belum tentu juga lebih menarik dibanding milikku” (Thomas)
“Saat dia mati, bukankah dia hanya dikuburkan sendirian, harta sebanyak itu mau kalian bawa kemana saat dia mati, heh! Tidak ada satu koin emas pun yang dimasukkan ke liang kuburan, atau kalian bisa mentransfer uang ke alam kubur sana Bujang?”(Salonga)
Kekurangan novel Pulang-Pergi
Tere liye “Pulang-Pergi” adalah serial lanjutan dari “pulang” dan “pergi” akan tetapi penerbit serial ini berbeda dengan serial sebelumnya, sehingga cover dan gaya bahasanya sedikit berubah. Namun kekurangan ini tidak terlalu berpengaruh pada ceritanya. (ykib/husnun).
Identitas buku
Judul : Pulang Pergi
Penulis : Tere Liye
Penerbit : PT Sabak Grip Nusantara
Tahun terbit : 2024
Jumlah halaman : 414 Halaman
Genre : Novel Fiksi
*Penulis resensi buku adalah guru Kampung Ilmu Kota Bojonegoro

