*Oleh Hidayatus Sholikhah, S.Pd.
Buku Tak di Ka’bah, di Vatikan, atau di Tembok Ratapan, Tuhan Ada di Hatimu ini merupakan buku perjalanan spiritual Islam yang ditulis oleh Habib Husain Ja’far Al-Hadar atau kerap disapa Habib Ja’far. Dalam bukunya, beliau menceritakan bagaimana cara pandang ia tentang ketuhanan. Buku ini akan membawa kita masuk dalam petualangan rohani untuk menemukan sang pencipta yang ada di dalam hati kita.
Salah satu latar belakang penulisan buku ini terjadi ketika pandemi COVID-19. Situasi itulah yang membuat seolah-olah dunia berhenti sejenak. Ketika Ka’bah yang selalu ramai menjadi sepi dan meninggalkan hikmah di balik itu semua. Seakan mengisyaratkan bahwa Ka’bah hanyalah kiblat bukan sebenar-benarnya sesembahan. Di saat bersamaan bukan hanya Ka’bah yang sepi namun di Vatikan dan tembok ratapan pun juga sepi. Meskipun semua tempat ibadah sepi tetapi tidak ada yang dapat menghalangi kita untuk tetap beribadah, karena sejatinya Tuhan akan selalu ada di hati kita. “Masjid bisa roboh, Ka’bah bisa sepi, tapi hati manusia yang beriman akan abadi dalam ketaatan dan kecintaan pada-Nya.”
Buku ini terdiri dari 5 bab yang sangat menarik. Pada bab awal pembaca disuguhkan dengan tema yang sekarang lagi trend, yaitu hijrah. Bagi penulis, ketika kita berhijrah jangan hanya sampai di situ saja, melainkan teruslah belajar dan memperbaiki amal tanpa merasa tinggi hati. Selain itu beliau menerangkan bahwa Islam adalah agama yang cinta akan perdamaian dan persaudaraan. Tidak mempersulit penganutnya dan tidak serumit yang difikirkan.
Dalam bukunya yang berisi filosofi ketuhanan ini, Habib Ja’far berusaha memberi tahu kita bahwa tuhan yang sebenarnya itu ada di hati. Karena rumusnya tubuh mengikuti hati, bukan hati mengikuti tubuh. Ia lebih menekankan pada kepercayaan akan masing-masing orang di muka bumi, tentang bagaimana kepercayaan itu memengaruhi kepribadian dan tingkah laku.
Kelebihan buku:
Habib Ja’far bisa membawakan karya ini dengan bahasa yang mudah dimengerti beserta ilustrasi-ilustrasinya. Serta kisah-kisah inspiratif yang membuat buku ini lebih menarik pembacanya. Selain itu kelebihan buku ini terletak pada penulisannya yang indah di sertai dengan quotes warna-warni di dalamnya. Kelebihan lain dari buku ini meskipun ia memberikan pandangan pribadinya, tapi tidak ada kesan memojokkan kepercayaan tertentu, melainkan seolah mengajak kita semua untuk saling menghormati dan menghargai perbedaan. Dan buku ini mengunakan bahasa yang universal sehingga tidak menonjolkan suatu agama saja, melainkan sangat terbuka untuk berbagai agama.
Kekurangan buku:
Meskipun judulnya seolah memberi kesan bahwa buku ini bisa dimengerti, tapi sebenarnya tidak semudah itu. Buku ini merupakan buku filosofi yang perlu dibaca oleh orang berpikiran terbuka dan hati yang terbuka, serta perlu analisa lebih lanjut tentang apa yang dibaca. (ykib/likha).
Identitas buku
Judul buku : Tak di Ka’bah, di Vatikan, atau di Tembok Ratapan, Tuhan Ada di Hatimu
Pengarang : Husain Ja’far Al-Hadar
Penerbit : Noura Books
Tahun terbit : 2020
ISBN : 9786232423534
Tebal halaman: 235 halaman
Genre : Agama Islam, Spiritualitas Populer, Pengembangan Diri.
*Penulis resensi buku adalah guru Kampung Ilmu Purwosari

