*Oleh Min Qurin Amalia Qori’a, S.Pd.
Sekarang ini, kerap terlihat kaum wanita yang tak lagi memiliki rasa malu. Dengan ringannya mereka memamerkan aurat di tempat umum. Padahal Islam sudah mengajarkan bahwa wanita wajib berpakaian menutup seluruh tubuhnya. Allah memerintahkan demikian agar mereka senantiasa terhindar dari fitnah dan kemuliaan mereka tetap terjaga.
Wanita juga diperintah untuk menjaga kehormatannya di hadapan laki-laki yang bukan suaminya. Selain itu, di zaman serba canggih ini, para wanita harus ekstra waspada terhadap alat-alat komunikasi dan elektronik modern. Sebab, bisa jadi alat-alat itu tanpa sadar menjadi sarana mereka berbuat maksiat, melalaikan tugas-tugas, dan menjadi sebab kehancuran.
Buku ini disusun sebagai pengingat bagi para wanita agar sadar betapa pentingnya kedudukan mereka. Sebab, wanita adalah kunci kebaikan suatu umat, bagaikan fondasi dalam sebuah bangunan, pembangun generasi manusia, dan guru pertama bagi anak-anaknya. Jika kaum wanita baik, baiklah suatu generasi. Namun sebaliknya, jika kaum wanita itu rusak, rusak pulalah generasi tersebut. Jadilah wanita muslimah yang sejati, wanita yang senantiasa menjaga kehormatannya, yang menjunjung tinggi hak Rabb-nya, dan yang setia menjalankan sunnah rasul-Nya.
Buku Affaf: Menjaga Kesucian Diri membahas tentang pentingnya menjaga kehormatan dan kesucian diri dalam kehidupan seorang muslim. Dalam ajaran Islam, sikap ‘affaf berarti kemampuan seseorang untuk menahan diri dari perbuatan yang dilarang serta menjaga kehormatan dari hal-hal yang dapat merusak moral dan martabat.
Buku ini menjelaskan bahwa menjaga kesucian diri tidak hanya berkaitan dengan perbuatan, tetapi juga mencakup menjaga hati, pikiran, pandangan, serta pergaulan. Di tengah perkembangan zaman yang penuh dengan berbagai godaan, setiap muslim dituntut untuk memiliki keimanan yang kuat dan mampu mengendalikan dirinya agar tidak terjerumus pada perbuatan yang dilarang.
Di dalam buku ini juga dijelaskan beberapa contoh sikap menjaga kesucian diri dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah menundukkan pandangan ketika melihat sesuatu yang tidak pantas, karena menjaga pandangan dapat membantu menjaga hati dari godaan. Selain itu, seseorang juga dianjurkan untuk menjaga pergaulan dengan lawan jenis sesuai dengan batasan-batasan yang diajarkan dalam Islam, sehingga terhindar dari perbuatan yang dapat merusak kehormatan diri.
Contoh lainnya adalah menghindari tempat atau lingkungan yang dapat membawa seseorang kepada perbuatan yang tidak baik. Dengan memilih lingkungan pergaulan yang baik, seseorang akan lebih mudah menjaga dirinya dari pengaruh buruk yang dapat merusak akhlak. Selain itu, buku ini juga menekankan pentingnya memperbanyak ibadah seperti shalat, membaca Al-Qur’an, dan berdoa agar hati menjadi lebih kuat dalam menghadapi berbagai godaan.
Buku ini juga menjelaskan bahwa jika seseorang tidak menjaga kesucian dirinya, maka hal tersebut dapat membawa dampak buruk, seperti rusaknya akhlak, hilangnya rasa malu, serta munculnya berbagai masalah dalam kehidupan pribadi maupun sosial. Oleh karena itu, menjaga kesucian diri sangat penting agar seseorang dapat hidup dengan terhormat dan dihargai oleh orang lain.
Secara keseluruhan, buku ini memberikan penjelasan, nasihat, dan contoh-contoh sikap yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar setiap orang mampu menjaga kesucian dirinya. Dengan memiliki sikap ‘affaf, seseorang dapat menjalani kehidupan yang lebih baik, memiliki akhlak yang mulia, memperoleh ketenangan hati dalam menjalani kehidupan, serta mendekatkan diri kepada Allah.
Kelebihan buku:
- Bahasa yang jelas dan mudah dipahami, sehingga cocok dibaca oleh berbagai kalangan.
- Isi mengandung nilai moral dan religius, sehingga dapat menjadi panduan dalam membentuk akhlak yang baik.
- Banyak memberikan nasihat dan motivasi, sehingga pembaca terdorong untuk memperbaiki diri.
- Relevan dengan kehidupan modern, terutama bagi generasi muda yang menghadapi banyak tantangan moral.
Kekurangan buku:
- Pembahasannya terkadang terasa singkat pada beberapa bagian, sehingga pembaca mungkin ingin penjelasan yang lebih mendalam.
- Contoh kasus dalam kehidupan sehari-hari tidak terlalu banyak sehingga sebagian pembaca mungkin membutuhkan ilustrasi yang lebih konkret.
Saran
Agar isi buku ini lebih mudah dipahami oleh semua pembaca, terutama generasi muda, akan lebih baik jika pada edisi selanjutnya ditambahkan lebih banyak contoh peristiwa nyata dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pesan yang disampaikan dalam buku ini dapat dipahami dengan lebih jelas dan mudah diterapkan. (ykib/amel).
Identitas buku
Judul buku : Affaf: Menjaga Kesucian Diri
Penulis : Muhammad bin Riyadh Al-Atsari
Penerbit : Tinta Medina Creative Imprint of Tiga Serangkai
Tahun terbit : 2016
Tebal halaman : 326
Genre : Agama Islam/Akhlak/Pengembangan Diri Islami
*Penulis resensi buku adalah Manajer Kampung Ilmu

