Pulang

*Oleh Iin Vina Noviana, S.Pd. 

Novel ini ditulis oleh Leila Salikha Chudori yang lahir di Jakarta 12 Desember 1962. Leila menempuh pendidikan di Lester B. Person College of the Pasific (United World of Colleges) di Victoria, Kanada, dan dilanjutkan studi Political Science dan Comparative Development Studies di Universitas Tent, Kanada. Selama ini Leila S. Chudori menulis di majalah Zaman, Horizon, Matra, Jurnal Sastra Solidarity (Filipina), Menagerie (Indonesia), dan Tenggara (Malaysia), selain itu juga melahirkan kumpulan cerpen Malam Terakhir yang diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman Die Letzte Nacht.

Pada tahun 2012, Leila S. Chudori menghasilkan novel Pulang, yang kini sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris (Home), Prancis (Retour), Belanda (Naar Huis) dan Italia (Ritorno a Casa). Novel Pulang ini memenangkan prosa terbaik Khatulistiwa Award 2013 dan dinyatakan sebagai salah satu dari “75 Notable Translations of 2016  oleh World Literature Today”.

Dalam novel ini menceritakan tentang bagaimana keadaan wartawan Indonesia yang bermula pada April 1968, waktu yang menunjukkan sudah 3 tahun dalam melaksanakan misi untuk membumi hanguskan PKI serta orang-orang yang ikut bergabung dalam PKI. Menceritakan 4 sekawan yang terdiri dari Dimas Suryo, Nugroho, Tjai, dan Risjaf yang pada waktu itu adalah mantan wartawan di Kantor Berita Nusantara yang mempengaruhi sentimental terkait politik, sehingga pada masa itu 4 sekawan adalah buronan, yang dikejar-kejar karena ketidakadilan.

Pada April 1968 mereka mendapat kabar bahwa ada salah satu teman mereka yang bernama Hananto Prawira ditangkap dan dinyatakan tewas. Dimas yang pada saat itu berada di Perancis bersama puluhan wartawan dan seniman lain tidak bisa kembali ke Jakarta karena paspornya dicabut oleh pemerintah Indonesia. Kini hidup mereka diselimuti rasa bersalah karena kawannya mati dan menghilang begitu saja dalam pemburuan peristiwa 30 September.

Hananto Prawiro menjadi sahabat Dimas Suryo, namun mereka juga musuh di hadapan Surti Anandari. Surti ini merupakan tentangga kos mereka saat kuliah di Universitas Indonesia dan ia adalah cinta pertama Dimas Suryo. Surti merupakan wanita yang menjadikan Dimas Suryo mengeluarkan kata Kenanga, Bulan dan Alam dari kosa kata cintanya. Kata tersebut merupakan nama yang telah dipersiapkan Dimas Suryo untuk anak-anaknya kelak dengan Surti. Namun suatu ketika Surti pergi tanpa pamit dan menjauh dari Dimas Suryo, yang akhirnya Surti menjadi istri dari Hananto Prawiro dan memiliki anak yang bernama Kenanga, Bulan dan Alam.

Selain itu Hananto Prawira yang ditangkap dan dibunuh merupakan seorang jurnalis serta pengikut PKI, karena itulah kantor berita dianggap sebagai pengikut PKI, meskipun tidak semua wartawan atau karyawannya pengikut PKI. Kantor berita tersebut tidak luput dari razia tentara, polisi dan pemuda anti PKI pada hari-hari setelah peristiwa 30 September 1965. Hananto Prawira pun tertangkap pada April 1968.

Ceria Dimas Suryo dan teman lainnya yang menjadi buronan, yang dikaitkan dengan PKI, sehingga mereka tidak berani untuk pulang dan memilih pergi ke Peking, bertemu dengan orang-orang Indonesia yang mengalami nasib  sama. Dari Peking menuju ke Eropa dan pergi mendarat di Paris. Di Paris mereka melepaskan identitas dan mendapatkan keluarga baru untuk mendapatkan keadilan baru. Kedatangan mereka di Paris ternayata tidak tepat waktunya karena terjadinya lautan pergolakan pada tahun 1968. Pergolakan tersebut membuat mereka iri karena pertarungan yang terjadi sangat jelas keinginannya, jelas siapa yang dituntut dan siapa yang menggugat. Adanya perseteruan antara mahasiswa dan buruh yang melawan pemerintahan De Gaulle. Sedangkan di Indonesia akrab dengan kekacauan namun tidak tahu siapa kawan siapa lawan, tidak tahu apa yang dicita-citakan kecuali kekuasaan.

Setelah beberapa tahun menetap mereka memperoleh status sebagai warga negara Perancis, untuk bertahan hidup setelah menjalani sejumlah pekerjaan yang serabutan atau apa adanya, mereka akhirnya mendirikan restoran masakan Indonesia yang bernama “Restoran Tanah Air”. Selain itu Dimas Suryo bertemu perempuan yang bernama Vivienne Deveraux, perempuan yang akhirnya menjadi istri Dimas Suryo. Kemudian mereka menikah dan mempunya anak bernama Lintang Utara yang artinya pemberani. Putri yang akhirnya menitipkan separuh jiwanya untuk kembali ke Indonesia, negara yang menurutnya penuh dengan ketidakadilan, namun sangat dirindukan. Menginjak dewasa Lintang berhasil memperoleh visa masuk Indonesia untuk merekam pengalaman keluarga korban dan membuat film dokumenter yang berisi tragedi 30 September sebagai tugas akhir sinematografinya di Universitas Sorbonne, Monsieur Dupont (dosen pembimbing Lintang) memberikan tugas film dokumenter mengenai Indonesia. Lintang datang ke Indonesia  tahun 1998 saat keruntuhan Orde Baru, yang diwarnai dengan “kisruh” dan “kacau”
yang menjadi pembeda dengan pergolakan 1965, semua terasa jelas, antara pihak yang dituntut dan pihak yang menggugat.  Antara mahasiswa dengan Pemerintah. Kerusuhan Mei 1998 dan jatuhnya Presiden Indonesia yang sudah berkuasa selama 32 tahun. (*/ykib)

Kelebihan:

  1. Buku ini akan mempermainkan imajinasi yang bahkan belum pernah kita bayangkan sebelumnya sehingga membuat kita mengagumi keindahan sejarah.
  2. Kata per kata dalam novel seakan-akan memberikan makna yang tersimpan. sudut pandang yang lain beserta dampaknya yang besar, diceritakan dengan runut dan detail karena pendalaman riset yang dilakukan, sehingga tidak hanya bergelar “fiksi” belaka. juga banyak terdapat referensi tokoh atau literatur klasik yang menambah wawasan bagi para pembacanya.
  3. Dengan alur pengisahan cerita yang maju mundur dan menarik.

Judul Novel                 : Pulang 

Penulis                         : Leila S.Chudori

Penerbit                       : Kepustakaan Populer Gramedia (KPG)

Tahun Terbit                : 2012

ISBN                            : 978-602-424-275-6

Jumlah Halaman          : 452 Halaman

*Penulis resensi buku adalah guru Kampung Ilmu Purwosari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *