The Psychology of Money

*Oleh Frensi Agustina, S.Pd., M.Pd.

Buku ini mengajari kita bagaimana seharusnya memperlakukan uang secara bijaksana. Pastinya kita semua ingin memiliki cukup uang dan bahkan uang banyak agar segala yang kita butuhkan terpenuhi bukan?.  Kadang orang terlihat seperti orang kaya, terlihat kaya atau biasa-biasa saja. Defini kaya secara umum adalah orang yang memiliki banyak harta, aset di mana-mana, punya mobil mewah, rumah besar, perhiasan menempel di seluruh tubuh, baju bermerek dan ponsel termahal. Apakah memang demikian?. Memang sepertinya iya terlihat kaya namun apakah kita tahu bahwa penampilan dan barang yang dimiliki itu ternyata masih dalam masa kredit dan angsuran, bahkan terkadang orang tersebut kerepotan dalam mengangsur, karena lebih besar pasak daripada tiang. Cukup menggelikan bukan?. Ada juga orang yang berpenampilan sederhana, ponsel biasa-biasa saja, mobil biasa-biasa saja namun punya area perkebunan persawahan berhektar-hektar, tabungan ratusan juta bahkan terhitung miliaran di bank, punya investasi dalam bentuk saham di berbagai perusahaan nasional dan internasional. Kapan pun dia membutuhkan sesuatu yang terdesak sekalipun selalu ada jalan, tinggal gesek dan segalanya terwujud. Tergolong orang yang berpenampilan manakah kita?. Mari kita kupas lebih mendalam di bawah ini, bagaimana sebaiknya kita memperlakukan uang yang kita miliki.

Mengelola uang dengan baik berbanding lurus dengan tingkah laku dan pola pikir orang itu sendiri. Orang cerdas pun bahkan akan terjerumus dalam kebangkrutan ketika tidak bijak dalam mengelola uang. Sekalipun orang biasa jika mampu bijak mengelola keuangan maka dapat menumpuk kekayaan yang bahkan orang tidak mengira. Menjadi kaya dan tetap kaya selamanya tentunya impian banyak orang, dan ini bisa diwujudkan dengan tiga pola pikir. Pertama dengan kuat secara finansial, tidak sekadar hasil besar namun lebih dari itu, jadi bisa bertahan hidup selamanya walaupun sedang tidak bekerja. Kedua merencanakan sesuatu dan yang paling penting merencanakan sesuatu jika rencana tidak berjalan sesuai rencana, seperti menabung dan berinvestasi harus memikirkan jika investasi di masa depan tidak memberikan keuntungan. Rencana berguna jika bisa bertahan sesuai dengan kenyataan, masa depan terkadang dipenuhi ketidakpastian dan itulah kenyataan bagi semua orang. Ketiga optimistis mengenai masa depan tapi paranoid terhadap penghalang masa depan. Optimistis adalah percaya bahwa keadaan akan berjalan dengan baik  dan kepercayaan bahwa ada peluang besar yang pastinya akan dibumbui dengan adanya halangan dan penderitaan.

Apakah Anda ingin tahu apa itu kekayaan tertinggi yang dimiliki seseorang?. Pasti sangat ingin tahu sekali. Yaitu ketika seseorang bisa melakukan apapun yang ingin dilakukan. Dividen kekayaan adalah kebahagiaan. Ini merupakan pengertian bahagia secara universal yaitu orang memiliki kendali waktu atas hidupnya. Kemampuan berbuat apa yang diinginkan, kapan pun kita mau, dengan siapa pun yang kita kehendaki, selama yang kita bisa. Menggunakan uang untuk membeli waktu dan pilihan adalah manfaat gaya hidup yang tak tersaingi sekalipun dengan barang mewah.

Sejatinya kekayaan itu apakah terlihat kasat mata atau tersembunyi?. Apakah perbedaan memiliki kekayaan (wealthy) dan kaya (rich). Kita cenderung menilai kekayaan berdasarkan apa yang kita lihat, karena itulah informasi yang tersedia di depan kita. Kita tak bisa melihat rekening bank orang tersebut atau catatan utangnya. Jadi kebanyakan orang mengandalkan tampilan luar untuk menakar keberhasilan finansial seseorang punya rumah, mobil, pakaian bermerek yang terlihat di media sosial dan sungguh mereka terlihat seperti orang kaya. Padahal jika kita telusuri terkadang aset yang terlihat itu merupakan barang kredit, mereka membelanjakan uang yang kadang tidak mereka miliki. Sungguh ironis terlihat kaya namun sesungguhnya bergelimpangan utang. Sejatinya kekayaan adalah apa yang tak kasat mata, mobil mewah yang tak dibeli, arloji yang tak dikenakan, pakaian mewah yang tak terpakai, penerbangan kelas satu yang tak dinaiki. Kekayaan adalah aset finansial yang belum diubah menjadi barang yang bisa dilihat dan tak membelanjakan uang yang dimiliki. Jika merasa kaya maka senang membelanjakan banyak uang untuk membeli barang bagus dan bermerek namun setelah itu tidak punya uang sama sekali bahkan minus. Jika benar-benar orang kaya maka dia tak akan membelanjakan uang yang dimiliki untuk sekadar dijuluki sebagai orang kaya. Kekayaan itu tersembunyi, kekayaan adalah pendapatan yang tak dibelanjakan, pilihan yang belum diambil untuk membeli sesuatu kelak. Nilainya ada pada pemberian pilihan, keluwesan dan pertumbuhan agar kelak bisa membeli lebih banyak barang daripada yang dapat dibeli sekarang.

Bagi orang yang kaya (bukan terlihat kaya) punya uang tidak identik dengan membelanjakan uang, memiliki kemampuan menahan diri dari belanja yang berlebihan. Mereka cenderung suka menabung. Membangun kekayaan tidak banyak berhubungan dengan pendapatan atau hasil investasi namun berhubungan dengan tingkat tabungan. Tabungan pribadi dan gaya hidup sederhana, penghematan dan efisiensi keuangan, mampu mengendalikan uang sekarang dan masa depan. Membangun kekayaan bisa dilakukan tanpa penghasilan besar namun tabungan banyak bukan penghasilan besar tanpa tabungan. Kekayaan adalah kumpulan sisa penghasilan sesudah dibelanjakan. Tingkat tabungan tinggi berarti memiliki pengeluaran lebih rendah, dan pengeluaran rendah berarti tabungan bisa bertahan lebih lama ketimbang membelanjakan uang lebih banyak. Orang yang benar-benar kaya cenderung punya sikap tak peduli apa pikiran orang/pendapat orang lain terhadap dirinya.

Semua orang memiliki kebutuhan dasar, jika sudah terpenuhi ada lagi tingkat kebutuhan di atasnya yaitu kenyamanan, hiburan dan pencerahan. Hal pemenuhan kebutuhan tergantung dari perilaku seseorang yang disebut di buku ini adalah ego. Terkadang orang membelanjakan uang bukan didasari kebutuhan namun ingin terlihat jika ia punya uang dan pamer kekayaan. Jika ingin kaya maka mengurangi pengeluaran dan menambah tabungan. Menabung adalah berjaga-jaga terhadap kemampuan kehidupan yang penuh ketidakpastian dan mendapatkan kendali atas waktu. Menabung tanpa sasaran pembelanjaan memberikan pilihan dan keluwesan, kemampuan menunggu, kesempatan, punya waktu berpikir, mengubah arah atas kemauan sendiri. Lebih banyak kendali atas waktu dan pilihan ini adalah salah satu yang berharga di dunia.

Psikologi uang menyangkut apa yang kita putuskan terhadap uang yang kita miliki, dapat dirangkum sebagai berikut:

  1. Hidup sederhana dan rendah hati dalam keadaan baik dan buruk. Hindari pamer kekayaan.
  2. Menambah kekayaan dengan menabung dan kendalikan ego untuk membelanjakan barang yang tidak dibutuhkan. Kekayaan diciptakan dengan menekan belanja hari ini agar punya lebih banyak barang dan pilihan di masa depan.
  3. Menabung tanpa alasan khusus, salah satunya digunakan untuk menjawab keprihatinan di masa depan.
  4. Berinvestasi dengan optimistis, percaya bahwa ekonomi dunia akan menciptakan nilai keuntungan di masa depan.
  5. Mandiri secara ekonomi dan menguasai psikologi uang sendiri.

Kelebihan buku The Psychology of Money

Memberikan gambaran cukup jelas dan mendetail tentang bagaimana kita menggunakan uang kita secara bijak. Mengingatkan kita agar menerapkan pola hidup sederhana yang membawa kita menjadi orang yang benar-benar kaya. Mendorong kita untuk gemar menabung, karena tabungan memberikan keluwesan kepada kita untuk menentukan masa depan yang penuh ketidakpastian. Optimistis berinvestasi karena ekonomi global cenderung akan terus berkembang pesat. Menyadarkan kita bahwa kebahagiaan bukanlah terlihat kaya namun jaminan masa depan dengan memiliki banyak kendali atas waktu, kendali atas uang dengan tabungan dan investasi untuk masa depan lebih baik.

Kekurangan buku The Psychology of Money

Secara substansi buku ini memberikan gambaran yang agak sulit dicerna ketika menceritakan tentang  investasi sebagai salah satu keputusan finansial yang baik karena menganggap ekonomi dunia terus membaik, sedangkan kenyataannya bahwa terkadang dunia mengalami resesi ekonomi. Secara teknis buku ini merupakan terjemahan dari bahasa asing sehingga bahasa penerjemah terkadang saklek dan membingungkan pembaca, bagi pembaca yang terbiasa dengan buku terjemahan mungkin tidak ada kendala.

Rekomendasi buku The Psychology of Money

Sangat direkomendasikan secara khusus untuk penanggung jawab bagian keuangan/bendahara suatu lembaga atau keluarga. Secara umum sangat bermanfaat bagi siapapun yang ingin mengelola keuangan pribadi dengan benar dan tepat agar menguasai psikologi uang dan tidak terjerumus dalam kerugian. Mengubah mindset kita bagaimana membedakan bagaimana benar-benar menjadi orang kaya atau terlihat kaya saja. (*ykib/frensi).

Identitas buku:

Judul Buku                  : The Psychology of Money
Pengarang Buku         : Morgan Housel

Penerjemah                 : Zia Anshor

Penerbit Buku                         : PT Bentang Aksara Cahaya
Kota Terbit                 : Tangerang Selatan
Tahun Terbit               : 2021
Tebal Buku                 : 238 halaman

*Penulis resensi buku adalah guru Kampung Ilmu

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *