*Oleh Tsamrotul Ulum, S.P.
Buku ini menceritakan tentang para perempuan luar biasa yang menginspirasi, memimpin, menggerakkan orang sekitarnya dan membawa perubahan. Para perempuan cerdas, percaya diri, independen dan anti galau.
Alpha Female digambarkan sebagai para perempuan luar biasa, ulet, pekerja keras dan percaya diri. Mereka bukan tipe perempuan yang diam dan pasif, justru sebaliknya mereka akan mengutarakan pendapat mereka tanpa harus diminta terlebih dahulu, mereka akan berkata jujur dan blak-blakan jika sebuah ide dianggap kurang baik, tetapi tentunya mereka menyampaikan itu semua dengan cara yang sopan dan profesional. Inilah yang membuat mereka disegani, dihormati bahkan mungkin ditakuti oleh sebagian orang.
Ada sebuah pertanyaan yang menggelitik yaitu “perempuan itu harus memiliki pendidikan tinggi nggak sih? Toh ujung-ujungnya dia akan di dapur juga. Tolong berikan alasan yang kuat mengapa perempuan harus memiliki pendidikan yang tinggi !”. Pertanyaan ini tentu saja mengagetkan karena di zaman yang semodern ini dan akses informasi yang sudah seterbuka ini masih ada saja pertanyaan demikian.
Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah pendidikan bagi semua orang terutama perempuan sangatlah penting. Karena dalam hidup ini tidak ada yang pasti. Maksudnya tidak ada yang bisa menjamin kebahagiaan dan kecukupan selamanya bagi seorang wanita. Bayangkan jika seorang perempuan semasa mudanya ia bergantung pada ayahnya dan keluarganya lalu setelah menikah dia menggantungkan hidupnya pada pasangan atau suaminya. Tapi bagaimana jika suami tiba-tiba ingin selingkuh atau berpoligami?. Bagaimana jika suami tiba-tiba terserang penyakit dan tidak mampu bekerja lagi?. Bagaimana jika ada suatu kejadian seperti kecelakaan atau penyebaran virus (contoh Covid 19) dan sebagainya yang mengganggu perekonomian keluarga?. Bagaimana jika tiba-tiba seorang perempuan menjadi single parents dan tetap harus menghidupi anak-anaknya dengan layak sedangkan si perempuan tidak memiliki bekal apapun sebelumnya?. Dan masih banyak kemungkinan lain yang tidak pasti dan mungkin bisa terjadi kapan saja. Sekali lagi itu semua karena tidak ada yang pasti dalam hidup ini. Tidak ada yang tidak mengalami perubahan dalam perjalanan hidup ini. Karena kehidupan yang bersifat dinamis.
Kalimat terakhir dalam pertanyaan tersebut yaitu “toh ujung-ujungnya di dapur” juga merupakan pernyataan ambigu yang justru menunjukkan kualitas si penanya. Kalimat tersebut menimbulkan beberapa asumsi seperti :
- Si penanya yakin bahwa dia akan mendapatkan “dapur” ( menikah dengan seseorang yang akan memberikan dia dapur).
- Asumsi si penanya akan terus-menerus memiliki “dapur” (tidak akan berpisah dengan pasangannya).
- Asumsi bahwa bisa tercapai memiliki suami setia dan pernikahan yang terjaga tetapi “dapur” akan terus mengebul (nafkah terjamin).
Kembali lagi pada jawaban awal. Bahwa semua tidak ada yang pasti. Dan segala kemungkinan baik maupun buruk bisa saja terjadi.
Seorang Alpha Girl’s melihat pendidikan sebagai bekal untuk kelak bisa hidup mandiri di dalam situasi apapun. Pendidikan bisa membuka pintu untuk bekerja dan mandiri secara finansial, yang artinya menjadi opsi. Opsi ini bisa diartikan seorang perempuan boleh saja memilih untuk tidak bekerja, tetapi minimal dengan bekal pendidikan akademis yang baik dia memiliki opsi untuk bekerja dan mandiri jika situasi tertentu dianggap memerlukan.
Sekarang penulis ingin bertanya : Apakah Alpha Female sama artinya dengan Miss Independen?. Jawabannya tidak. Karena Alpha Female sudah pasti Miss Independen tetapi Miss Independen belum tentu seorang Alpha Female. Yang membedakan adalah seorang Alpha Female memiliki power dan pengaruh terhadap orang lain, dia mampu menjadi leader of the pack (pemimpin atas kawanan). Sedangkan seorang Miss independen tidak harus ingin memimpin atau memengaruhi orang lain, dia hanya nyaman dengan dirinya sendiri. Sehingga Alpha Female jumlahnya lebih sedikit dari pada Miss independen, dan julukan Alpha Female itu merupakan penilaian dari orang lain bukan pengakuan dari diri seorang perempuan itu sendiri.
Beberapa pengelompokan dari Alpha Female :
- Alpha student : seorang alpha girl bersekolah tinggi karena masa depan itu serba tidak pasti. Dia tidak bisa menggantungkan dirinya pada orang lain, bahkan ia akan cenderung membantu orang lain. Alpha student akan mengejar nilai yang baik tetapi juga mementingkan proses elegan (tidak hasil mencontek atau membeli soal). Berusaha mengetahui dan mengembangkan minat dan bakatnya. Tidak minder dan aktif berorganisasi.
- Alpha Friend : seorang alpha girl akan mementingkan kualitas pertemanan dari pada kuantitas pertemanan. Dia akan tulus, setia, ikhlas, bersikap apa adanya, menghargai teman dan mengisi circle dengan bertukar pikiran atau ide-ide keren dan menjauhi obrolan tidak penting seperti bergosip.
- Alpha Lover : seorang alpha girl apabila memiliki sebuah hubungan tetap akan mementingkan prinsip utamanya dalam hidup dibandingkan hubungan itu sendiri, misalnya mementingkan pendidikan dari pada pacaran. Alpha lover tidak akan bertindak ceroboh dan menjatuhkan harga dirinya demi seorang laki-laki, tidak mengirim foto yang tidak pantas, tidak akan melakukan seks bebas. Ketika patah hati, ia menyadari ada beberapa tahap yang harus dilalui sebelum ia benar-benar move on, tapi itu tidak akan berlarut karena Alpha girl anti galau. Alpha lover akan menikah dengan alasan yang tepat dan waktu yang tepat dan tidak akan mengambil resiko dengan berharap “dia (laki-laki) nanti akan berubah”.
- Alpha Profesional / Alpha Worker : seorang perempuan bisa menjadi pemimpin di dunia pekerjaan tanpa harus meninggalkan sifat keperempuannya. Nilai/ IPK yang bagus dapat membantu mendapatkan pekerjaan yang baik, communication skill dan keuletan sangat membantu untuk meniti karir. Mengetahui dan menghindari faktor-faktor penghambat kesuksesan seperti suka bergosip, kurang disiplin, tidak mau mencoba hal baru dan lain sebagainya.
- Alpha Look : tidak semua perempuan terlahir cantik (parasnya) tetapi semua perempuan berhak dan bisa tampil menarik. Modal utama dari berpenampilan menarik adalah kesehatan karena dengan tubuh yang sehat, fit, energik maka akan terlihat lebih mudah untuk tampil menarik. Kunci kesehatan ada 3 : makan, bergerak (olahraga) dan tidur yang berkualitas. Alpha Look juga dinilai dari postur tubuh dan pemilihan busana yang sesuai dan dapat menaikkan rasa percaya diri.
- Alpha Care : seorang alpha girl harus selalu waspada dan peka terhadap kebutuhan keluarga, teman atau karyawannya. Because the leader also cares. Sang pemimpin juga menjadi sang perawat atau sang pelindung.
Dari berbagai sisi positif menjadi seorang alpha girl, ternyata memiliki sisi gelap juga. Seorang alpha girl/ female cenderung akan bersifat dominan dan tidak mau mengalah, sulit mempercayai orang lain, menganggap dirinya paling mampu sehingga merendahkan orang lain (bullying).
Kelebihan buku : Bahasa yang digunakan mudah dipahami dan tidak baku sehingga ringan untuk semua kalangan pembaca, desain cover yang menarik, ada beberapa lelucon, disertai beberapa gambar sehingga seperti komik.
Kekurangan : ada beberapa bagian yang diceritakan secara tidak runtut (alur meloncat-loncat) dan beberapa kalimat cenderung ditulis berulang sehingga menjadi monoton. (*ykib/ulum).
Identitas buku :
Penulis : Henry Manampiring
Editor : Alaine Any
Penerbit : GagasMedia
Edisi : Edisi kedua, cetakan ke 20, tahun 2023.
Tebal buku : 264 halaman ( 13 x 19 cm)
ISBN : 978 – 979- 780- 954 – 6
*Penulis resensi buku adalah guru Kampung Ilmu Purwosari

