Atomic Habits

*Oleh Anggara Putra Yudha, S.Hut.

Atomic Habits karya James Clear merupakan buku pengembangan diri (self improvement) yang menjelaskan tentang perubahan kecil yang memberikan hasil luar biasa. Buku ini sangat menarik untuk dibaca terutama bagi seseorang yang ingin mengubah kebiasaan buruk dan menjadi pribadi yang lebih baik. Atomic Habits memiliki dua puluh bab dengan pembahasan yang tidak membosankan karena banyak kisah  inspiratif dari berbagai sudut pandang. Analogi yang disampaikan cukup ringan sehingga pembaca tidak kesulitan dalam memahami setiap penjelasan.

Awal pembahasan buku adalah tentang dasar-dasar mengenai apa itu kebiasaan, bagaimana kebiasaan akan mempengaruhi sistem kehidupan, dan mengapa perubahan kecil dapat menghasilkan perbedaan yang besar. James Clear menjelaskan bahwa ada tiga lapisan perubahan perilaku yang akan mempengaruhi bagaimana kebiasaan bisa terbentuk. Tiga lapisan ini meliputi hasil pada bagian terluar kemudian diikuti proses dan identitas sebagai bagian paling dalam. Arah perubahan seseorang akan menjadi kebiasaan berbasis hasil jika tujuannya adalah  capaian atau hasil, dan akan menjadi kebiasaan berbasis identitas jika dimulai dengan membangun identitas. Cara paling efektif untuk mengubah atau membentuk kebiasaan menurut James adalah bukan fokus dengan apa yang ingin dicapai melainkan identitas apa yang ingin Anda ciptakan.

Bagian inti dari buku Atomic Habits adalah membongkar empat kaidah perubahan perilaku untuk merancang kebiasaan baik dan menghilangkan kebiasaan buruk. Empat kaidah yang digunakan dalam menghilangkan kebiasaan buruk merupakan kebalikan dari empat kaidah merancang kebiasaan baik. James Clear mengungkapkan bahwa menciptakan kebiasaan melalui empat kaidah dapat dimulai dengan menjadikannya terlihat (kaidah pertama), kemudian buatlah agar menarik (kaidah kedua), menjadikannya mudah (kaidah ketiga), dan jadikan memuaskan (kaidah keempat).

Kaidah pertama membuat suatu kebiasaan menjadi terlihat dengan memberikan petunjuk pada setiap kegiatan yang kita kerjakan. Meletakkan buku di sebelah tempat tidur dapat memberikan petunjuk bagi tubuh dan otak untuk membaca saat sebelum tidur. Menempatkan benda atau hal yang ingin kita lakukan di tempat-tempat yang sering kita lewati atau singgah dapat membentuk kebiasaan. Kaidah pertama pada dasarnya ingin menunjukkan bahwa penglihatan sekitar dapat mempengaruhi kebiasaan.

Jika Anda terlalu banyak menonton televisi, pindahkan televisi dari kamar tidur. Jika Anda terkesan tidak dapat menyelesaikan apa pun, tinggalkan ponsel di ruangan lain selama beberapa waktu, hal ini merupakan langkah untuk menghapuskan kebiasaan atau kebalikan dari kaidah pertama dalam pembentukan kebiasaan. Kaidah kedua dalam membangun kebiasaan adalah membuatnya menjadi menarik. Kebiasaan dapat dibangun karena adanya hasrat terhadap sesuatu sehingga peluang untuk mengulangi hal tersebut menjadi lebih besar. Contoh saja seperti saat berolahraga, Anda bisa sambil mendengarkan musik sehingga membuatnya lebih menarik. Bergabung pada sebuah komunitas atau lingkungan yang mendukung kebiasaanmu juga bisa menjadi salah satu cara, hal ini akan membuat anda tidak mudah bosan. Intinya adalah memasukkan hal yang Anda senangi ke dalam kebiasaan yang ingin Anda bangun. Kebalikan dari kaidah  ini adalah membuatnya menjadi tidak menyenangkan dan membosankan.

Kaidah ketiga yaitu buatlah menjadi mudah, karena jika pada awal pembentukan kebiasaan kita sudah dibebankan oleh hal yang berat atau sulit maka tubuh dan otak kita juga akan berpikir demikian. Jika tujuan awal Anda adalah ikut lomba maraton maka itu akan sangat sulit, turunkan intensitasnya menjadi lari lima kilo meter, jika masih berat turunkan lagi menjadi berjalan sepuluh ribu langkah, jika masih terkesan sulit turunkan lagi menjadi berjalan sepuluh menit atau lakukan hal yang paling mendasar yaitu mengenakan sepatu lari. Cara ini mengajarkan kita untuk memulai dari hal yang paling mudah kemudian tingkatkan kesulitannya hingga kita merasa mudah lalu tingkatkan lagi hingga kita akhirnya dapat mencapai tujuan kita. Kebalikan dari kaidah ketiga adalah membuatnya menjadi lebih sulit dan akan semakin sulit untuk kita kerjakan.

Buat kebiasaan menjadi suatu hal yang memuaskan, catatlah setiap capaian yang anda lakukan untuk membentuk kebiasaan. Semisal saat berolahraga Anda menggunakan aplikasi atau smartwatch agar dapat melihat berapa kalori yang terbakar atau berapa lama waktu anda berolahraga sehingga akan terasa lebih memuaskan dan membanggakan setiap Anda berhasil melampaui rekor Anda sebelumnya. Membuat catatan pencapaian juga bisa menjadi langkah untuk menjadi lebih baik karena kita akan dibawa untuk melampaui pencapaian sebelumnya demi mendapat kepuasan. Sebaliknya jika Anda ingin menghilangkan kebiasaan maka buatlah kebiasaan tersebut menjadi mengecewakan.

Sebuah analogi menarik yang dikemukakan oleh James Clear adalah kisah tentang pemecah batu. Seorang pemecah batu sedang berusaha memukul batu yang besar dengan palunya, terlihat pada pukulan pertama batu itu tidak bergeming sama sekali. Begitu pula pukulan kedua batu itu tampak belum ada retakan, bahkan hingga pukulan ke-20 batu itu masih belum pecah. Tepat pada pukulan ke-21 batu itu pun pecah, lantas pertanyaanya apakah pukulan ke-21 yang membuat batu itu pecah. Pukulan pertama atau kedua mungkin tidak memberikan hasil yang signifikan, analogi ini mengajarkan untuk tidak menilai kesuksesan atau kegagalan berdasarkan upaya awal. Setiap pukulan yang diberikan walaupun kecil namun jika dilakukan dengan konsisten dan tekad yang kuat maka akan mewujudkan hasil yang maksimal. Tidak ada pencapaian 100 % tanpa hadirnya usaha yang dimulai dari 1%, karena partikel terkecil seperti atom bahkan dapat menyebabkan ledakkan besar. (*/ykib/angga).    

Identitas buku:

Judul Buku                  : Atomic Habits

Penulis                        : James Clear

Tahun Terbit    : 2018

Penerbit                       : Gramedia Pustaka Utama

Halaman                      : 341 halaman

*Penulis resensi buku adalah guru Kampung Ilmu Padangan

 

  

 

             

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *