*Oleh Rizky Ayu Hudita, S.Hum.
David and Goliath oleh Malcolm Gladwell adalah kompilasi cerita yang menggambarkan keadaan seseorang yang meraih keberhasilan dari kekurangannya. Kisah-kisah ini menggambarkan orang-orang yang menghadapi segala rintangan, mengatasi rintangan dan kesulitan yang terkait dengan cerita mereka dan kemudian meraih kesuksesan. Apa yang diungkapkan Gladwell adalah sisi lain dari cerita-cerita ini dan bagaimana karakter-karakter ini memiliki solusi atas penghalang yang mereka hadapi.
Buku ini dimulai dengan kisah tentang David dan Goliath. Goliath yang garang dan unggul secara fisik yang menantang musuh untuk pertempuran tunggal. Penggembala rendahan, David, dengan berani menghadapi raksasa itu dan membunuhnya di depan kedua pasukan. Dalam cerita pembuka, Goliath adalah raksasa yang mengintimidasi yang sukses besar dalam pertarungan tangan kosong.. Sementara David adalah gembala kecil menggunakan ketapel dan batu.
Goliath menderita penyakit yang membuat penglihatannya tidak normal. Ketika berhadapan dengan David, ia meminta David untuk mendekat, dan salah mengira senjatanya sebagai beberapa senjata. Selain itu, ia adalah petarung dengan baju besi berat sehingga sulit untuk gerakan cepat. Celah ini memberi David keuntungan besar di medan perang dan berhasil mengalahkan Goliath.
Dari detail cerita ini, seluruh perspektif cerita bergeser. Saat kita hanya memandang dari penampilan fisik, pasti yang ada dalam benak kita pasti David akan kalah dengan Goliath yang memiliki tubuh raksasa. Namun kita tak pernah menyangka ternyata seorang “raksasa” pun memiliki celah untuk disusupi “si lemah” dan membuatnya kalah. Sepanjang buku ini, Gladwell menyoroti cerita dengan tema ini untuk menggambarkan bahwa yang besar belum tentu selalu menang dan mereka yang kecil belum tentu mudah dikalahkan.
Kisah lain yang ada dalam buku ini adalah kisah seorang ayah yang mengajukan diri untuk menjadi pelatih bola basket untuk tim putrinya. Baik ayah maupun gadis-gadis itu tidak memiliki pengalaman dengan bola basket. Sang ayah datang dengan strategi yang mengubah tim menjadi bangkit.
Adapun kisah seorang disleksia dengan ketidakmampuan belajar itu dapat membantu menemukan bakat seseorang. Seseorang dengan disleksia, diberi bakat yang tepat, dapat mengatasi kelemahannya dan unggul di bidang lain yang di mana orang lain memiliki kemampuan yang lebih rendah.
Selain itu, ada kisah tentang sekolah elit. Dengan pengamatan yang sangat menarik, menyatakan bahwa lebih baik menjadi ikan besar di “kolam kecil” daripada ikan kecil di “kolam besar”. Jika berada di universitas di mana banyak orang tampaknya lebih pintar daripada kita, kemungkinan untuk dikeluarkan lebih besar daripada di universitas yang tidak terlalu besar namun kita bersungguh-sungguh bertahan untuk tidak dikeluarkan.
Kelebihan dari buku ini adalah untuk membantu memahami bagaimana kekurangan yang kita rasakan tidak perlu menjadi penghalang. Kita dapat mencapai kesuksesan dengan berpikir di luar kepala. Jika David dan tokoh lainnya tidak menganalisis situasi, berpikir kritis, dan menerapkan keterampilannya, mereka tidak akan berhasil. Saya sangat merekomendasikan buku ini kepada siapa pun yang tertarik dengan psikologi, sebagai salah satu referensiS tentang perilaku manusia. (*ykib/dita).
Identitas buku:
Judul Buku : David and Goliath : Ketika Si Lemah Menang Melawan Raksasa
Penulis : Malcolm Gladwell
Penerbit : Arvi Ardhi Publishing
Cetakan : 9 Mar 2021
Tebal : 320 halaman, 13,5 x 20 cm
ISBN : 978602060378411
*Penulis resensi buku adalah guru Kampung Ilmu Padangan

