Oleh : *Yuni Puji Rahayu, S.Pd.
Dalam novel ini menceritakan berbagai konflik kehidupan sebuah keluarga dengan tokoh utama Sherly, Beni, dan Zulfikar. Sherly Wiryadinata adalah seorang wanita karir berusia 42 tahun yang berwatak keras dan suka mengatur. Ia menjadi wakil direktur utama di perusahaan ayahnya yang seorang pebisnis kaya raya. Sherly lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bekerja dan melalaikan kewajiban sebagai istri dan ibu bagi dua orang anak laki – lakinya. Sehingga anak – anaknya lebih menyayangi pengasuh mereka daripada Sherly.
Beni seorang pria yang berusia 46 tahun adalah suami Sherly. Awalnya pernikahan mereka ditentang oleh keluarga Sherly, tapi karena Sherly selalu berpihak kepadanya akhirnya mereka bisa menikah. Ia juga bekerja di perusahaan ayah Sherly, sebagai staf pemasaran yang jabatannya di bawah istrinya. Sehingga ayah Sherly menganggapnya bagai pesuruh. Beni pun merasa istrinya selalu mengaturnya dan merasa dikucilkan oleh keluarga Sherly. Perasaan tertekan dan penyesalan menikahi Sherly ada di benaknya.
Zulfikar anak pertama dari Sherly dan Beni yang berusia 18 tahun. Seorang anak laki – laki yang tampan dan pendiam. Ia pemuda yang membutuhkan kasih sayang dan akhirnya jatuh cinta pada seorang wanita yang umurnya terpaut jauh dari umurnya.
Dengan keadaan rumah tangga yang semakin tidak harmonis Sherly memutuskan cuti dari pekerjaannya demi memperbaiki hubungan rumah tangga yang menurutnya semakin merenggang. Sherly merasa terpukul saat keberadaannya tidak dianggap oleh suami dan anak – anaknya yang tidak menganggap keberadaannya dan lebih memilih menghabiskan waktu dengan pengasuh daripada dengan dirinya sendiri. Di sisi lain Sherly menaruh curiga terhadap suaminya, ia khawatir suaminya selingkuh dengan orang lain, sehingga ia selalu mengawasi dan memata – matai Beni tanpa pernah bertanya langsung kepada Beni karena dia tahu berbicara dengan Beni merupakan hal yang sia – sia karena dia tidak akan mendapatkan jawaban.
Kehadiran Karenina di rumah Sherly menguak kisah masa lalu Beni. Karenina adalah sepupu Sherly. Dia cantik dan belum menikah. Dulu Beni adalah guru les privat ekonomi dan matematika Karenina saat SMA, mereka pun manjalani kasih tanpa sepengetahuan ayah Karenina. Tetapi kehadiran Sherly membuat Beni jatuh cinta kepadanya dan lebih memilih Sherly untuk menjadi istrinya. Kisah masa lalu antara Beni dan Karenina diketahui Sherly ketika ia membereskan ruang kerja suaminya, ia tidak sengaja menemukan buku harian berwarna merah jambu atas nama Karenina. Hal tersebut memicu pertengkaran hebat antara Beni dan Sherly, sehingga Karenina terusir dari rumah Sherly. Alasan Karenina belum menikah adalah masih mengharapkan Beni kembali padanya.
Di sisi lain Zulfikar mendapat tantangan dari musuhnya yang bernama Desta untuk mendekati wanita berusia 31 tahun bernama April yang bekerja sebagai pelayan di sebuah klub malam. Lama – kelamaan mereka semakin akrab dan Zulfikar mengetahui kisah April bahwa dia telah menikah dengan pria yang bernama Dio dan mempunyai 2 orang anak. Namun April sudah bercerai dengan suaminya, Zulfikar jatuh hati padanya dan berjanji menikahinya setelah ia lulus SMA, meskipun hubungan mereka ditentang oleh Sherly. Pada saat itu Dio kembali dan meminta April untuk bersamanya, karena alasan anak – anak akhirnya April memilih Dio dan meninggalkan Zulfikar.
Pada saat itu Beni memiliki seorang teman wanita yang bernama Maggie, penyanyi kafe yang dikenalkan oleh teman – temannya. Beni hanya menganggap Maggie sekadar teman, namun Beni juga memberikan sebuah cincin safir yang sama dengan cincin Sherly, ia juga mencukupi semua kebutuhan Maggie.
Akhirnya Zulfikar, Beni, dan Sherly tetap bersama dalam kondisi yang tidak diceritakan lebih lanjut. Zulfikar menjadi pemuda yang terbuka dan senang berteman.
Keunggulan buku : kelebihan buku ini yaitu suasana yang diceritakan secara detail sehingga membuat pembaca dapat membayangkan seperti ada latar cerita yang sesungguhnya. Menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Cerita ini menggunakan alur maju mundur.
Kelemahan buku : Akhir dari cerita menggantung, sehingga pembaca tidak mengetahui bagaimana hubungan rumah tangga Sherly kembali harmonis atau tetap saling tidak peduli. Begitu juga dengan hubungan Beni dan Meggie, apakah keduanya tetap berteman atau menjalani hubungan yang lebih dari teman.
Sinopsis Novel : “Jangan kau kira cinta datang dari keakraban yang lama dan pendekatan yang tekun. Cinta adalah kesesuaian jiwa dan jika itu tidak pernah tercipta dalam hitungan tahun bahkan abad”. (Kahlil Gibran). (ykib/yuni).
Penerbit : Belabook Media
Kota Terbit : Jakarta
Tebal Buku : 255 Halaman
Jenis Buku : Novel
Penulis : Susi Irma S
*Penulis resensi buku adalah guru Kampung Ilmu Kalitidu

