Oleh Tsamrotul Ulum, S.P.
Buku yang berjudul 7 Keajaiban Rezeki ini membahas tentang 7 langkah sukses dalam mengubah nasib dan mendatangkan rezeki dengan lebih cepat, yaitu dengan pendekatan cara berpikir menggunakan otak kanan manusia dan dengan sentuhan nilai-nilai Islami.
Rezeki bisa berupa keuangan, kesehatan, impian, prestasi, hubungan, jodoh atau apa saja. Yang untuk meraihnya terdapat lingkar pengaruh. Lingkar pengaruh itu dimulai dari lingkar diri, lingkar keluarga, lingkar sesama, lingkar semesta, sampai lingkar pencipta. Ketika kita mampu menggenggam erat 3 lingkar yang pertama maka kita akan dengan mudah untuk meraih 2 lingkar berikutnya, begitu sebaliknya.
7 Keajaiban Rezeki itu yaitu sebagai berikut :
- Sidik Jari Kemenangan (Lingkar Diri)
Setiap manusia itu adalah unik. Setiap orang mempunyai cara tersendiri untuk meraih kemenangan, dengan lebih cepat. Yang mana cara tersebut mungkin hanya berlaku pada dirinya, namun tidak berlaku pada orang lain. Hal ini ibarat sidik jari manusia yang unik dan berbeda setiap orangnya. Kami menyebutnya sidik jari kemenangan.
- Sepasang Bidadari (Lingkar Keluarga)
Pada bagian ini juga dijelaskan tentang hukum tarik menarik atau LOA (Law of Attraction) yaitu apa yang kita pikirkan itulah yang akan semesta berikan. Pikiran kita lah yang menarik segala sesuatu itu terjadi. Oleh karena itu, kita sebaiknya berpikir yang positif, berangan setinggi mungkin, bercita-cita setinggi langit karena itu ibarat doa kita yang akan menarik semua impian itu untuk terwujud.
Selanjutnya keajaiban rezeki itu juga dapat datang dari bidadari pertama, yang dimaksud di sini adalah orang tua kita. Karena ridha Allah tergantung pada ridha kedua orang tua kita dengan kata lain bahwa lingkar Pencipta itu tidak terlepas dari lingkar keluarga. Dengan berbakti kepada kedua orang tua akan menguak langit dan memanggil rezeki.
Turunnya bidadari kedua yaitu adalah pasangan hidup kita (Istri/suami). Menikah akan membuka pintu rezeki. Jangan takut dan jangan menunda untuk menikah. Luruskan niat menikah itu karena Allah dan segerakan. Allah pasti mencukupkan rezeki kita, pasangan kita dan anak-anak kita. Di setiap pria yang berhasil, pasti ada seorang wanita yang mendampinginya dan wanita itu adalah istrinya.
Menyelaraskan impian itu tidak gampang. Namun, apabila kita berhasil meyakinkan sepasang bidadari untuk menyelaraskan impian, maka terbukalah lebar-lebar pintu rezeki.
Sepasang bidadari tersebut adalah doa orang tua dan doa pasangan hidup kita.
- Golongan Kanan (Lingkar Diri)
Rezeki terkadang tidak masuk akal, karena angka pengeluaran kita perbulannya lebih tinggi atau lebih besar daripada pendapatan kita, tetapi nyatanya ?. Dan akhirnya kita tersadar bahwa Allah Maha Mencukupkan Rezeki. Sampai kapan pun matematika manusia tidak akan mampu menyaingi matematika Tuhan.
Otak kiri berhubungan dengan ilmu pasti, algoritma, teratur. Otak kanan berhubungan dengan gambar, musik, imajinasi.
Berpikir menggunakan otak kiri yaitu rezeki, jodoh dan maut adalah sesuatu yang pasti terjadi. Tetapi jika berpikir dengan otak kanan itu semua serba tidak pasti, berapanya, siapanya, dimananya, kapannya dan bagaimananya. Dengan pola pikir lateralnya orang yang kuat otak kanannya mampu menyikapi ketidakpastian, perubahan dan resiko. Maka jadilah mereka penemu dan pemimpin.
- Simpul Perdagangan (Lingkar Sesama)
Seorang Kristiani keturunan Chinese mengatakan “Nabi Muhammad itu kan pengusaha harusnya muslim itu juga jadi pengusaha”. Nabi Muhammad itu adalah pengusaha tepatnya pedagang. Pada usia 20-an perdagangannya sudah menembus negara-negara tetangga. Istri kesayangan Nabi, sahabat – sahabat nabi banyak yang menjadi pedagang, bahkan Islam dibawa masuk ke Indonesia juga melalui perdagangan. Kesimpulannya Islam sudah tidak asing dengan perdagangan. Seperti wasiat Nabi. “Berdaganglah engkau, karena 9 dari 10 pintu rezeki itu berada di perdagangan”.
- Perisai Langit (Lingkar Diri)
Dalam buku diceritakan bahwa penulis mempunyai sebuah bisnis yang mana mempunyai plan target 2 bulan dan dapat dicapai hanya dalam waktu seminggu. Meskipun dia dan timnya mempunyai agama yang berbeda tetapi mereka mempunyai kebiasaan yang sama dan itulah kunci sukses bisnis tersebut yaitu sedekah. Karena orang atheis sekalipun yang bersedekah, Yang Maha Pembalas pasti akan membalas. Jadi bersedekah dan balasan bersedekah itu tidak memandang apa agama orang tersebut, melainkan niat tulus ikhlas dari orang tersebut. Dan inilah yang menjadi keyakinan penulis “Menabung itu baik. Investasi itu lebih baik. Sedekah adalah yang terbaik”.
Orang berpikir dengan otak kanan, agar sehat apa yang dianjurkan agama ?. Puasa, shalat tahajud, sedekah. Agar rezeki bertambah, apa yang dianjurkan agama? Jawabannya sedekah, shalat dhuha, salat tahajud, istigfar, zikir, syukur, menikah, berhaji (sekilas tidak masuk akal jika dipikir dengan otak kiri). Karena orang otak kiri berpikir puasa dapat menyebabkan sakit, salat tahajud mengurangi jam tidur dan sedekah mengurangi rezeki.
Tetapi pada kenyataannya memang cara-cara tersebutlah yang mampu membuka dan mendatangkan rezeki dengan lebih luas dan cepat.
- Pembeda Abadi (Lingkar Diri)
Buku ini menjelaskan jika kita ingin menjadi golongan orang yang berpikir dengan otak kanan dan menjadi pengusaha atau pemimpin, kita harus memiliki ciri khas yang disebut pembeda abadi. Seorang pemimpin harus memiliki sesuatu yang berbeda dari orang lain. Pembeda itu dapat kita ketahui dari apa yang kita minati, apa yang kita kuasai, apa yang Anda minati dan kuasai itu menghasilkan ?. Apa yang Anda minati dan kuasai itu membahagiakan ? Apakah itu sesuai dengan persepsi publik terhadap Anda ?. Jika kita telah mempu menjawab 5 pertanyaan diatas, berarti kita telah mampu menemukan kekuatan besar dan pembeda pada diri kita.
- Pelangi Ikhtiar (Lingkar Diri)
Pelangi Ikhtiar dihias oleh 7 bias yaitu impian, tindakan, kecepatan, keyakinan, pembelajaran, kepercayaan dan keikhlasan yang itu semua merupakan kebiasaan dari seorang pemenang.
Salah satu ciri otak kanan adalah imajinatif. Segala sesuatu itu serba mungkin, mereka cenderung optimis dan berani memiliki impian yang besar.
Sedangkan orang yang berpikir dengan otak kiri bersifat realistis, maka mereka cenderung pesimistis dan tidak berani memiliki impian yang besar.
Jika ketujuh bias di atas sudah kita lakukan sudah pasti pelangi ikhtiar akan berujung pada perubahan nasib. Dan agar semua tindakan kita bernilai ibadah, maka kita harus memperhatikan nilai keikhlasan. Karena segala sesuatu jika dilakukan dengan ikhlas akan terasa lebih ringan dan bernilai ibadah, jika tidak ikhlas maka pekerjaan akan menjadi berat dan tidak ada nilai ibadahnya atau sama dengan 0.
Kelebihan buku :
- Menggunakan bahasa dengan gaya si penulis. Ringan, mudah dipahami dan bacaannya bermanfaat.
- Terdapat nasihat, tips, tentang kesuksesan dengan pola berfikir otak kanan.
- Ada korelasi dengan ilmu agama, sehingga selain belajar tentang dunia kita juga diingatkan untuk selalu dekat dengan Yang Maha Pencipta.
Kekurangan buku :
Di bagian akhir buku ini, ada point “apa yang harus dilakukan sekarang”. Maksudnya setelah membaca ada panduan untuk langsung action. Hanya saja, terkadang panduan-panduan itu ada yang tidak begitu jelas. Yang artinya kita harus berfikir dan mencari jawabnnya sendiri.
Identitas Buku
Judul : 7 Keajaiban Rezeki
Penulis : Ippho “Right” Santoso
Jenis : Bisnis dan Motivasi
Penerbit : PT Elex Media Komputindo
Tahun Dicetak : 2010
Cetakan : Cetakan Pertama
ISBN : 978-979-27-6923-4
Tebal Buku : 192 Halaman

