Oleh Ainun Dyan Suttie P, S.Pd.
Buku ini menceritakan tentang perjalanan Philip, Jack, Dinah dan Lucy Ann yang sedang berlibur. Selama satu semester sebelum liburan Philip terkena demam scarlet kemudian disusul cacar air. Karena ia ketinggalan pelajaran, kepala sekolah lantas menulis surat pada paman dan bibinya agar Philip diizinkan menginap di salah satu rumah gurunya agar bisa mengejar ketertinggalan pelajarannya.
Liburan musim panas sudah tiba tapi Philip justru harus memeras otaknya untuk menyelesaikan soal aljabar, mempelajari ilmu bumi, dan menghafal sejarah. Bukan bersenang- senang dengan adiknya Dinah yang sudah kembali ke rumahnya, di Craggi – Top.
Philip menumpang di rumahnya Pak Roy, dia senang tapi dia juga merasa bosan dengan dua anak yang tinggal di rumah pak guru tersebut. Kedua murid tersebut juga sakit ketika semesteran berlangsung jadi juga harus mengejar ketertinggalan bersama Philip. Dua anak tersebut yang satu suka merengek, takut namanya Oliver dan lebih menyenangkan dari si Sam yang lebih tua darinya.
Ketika Philip membuka pintu pagar, ia melongo melihat anak yang rambutnya merah, agak ikal, bola matanya hijau dan kulitnya putih. Tapi perempuan itu di sana bukan untuk belajar melainkan mengantarkan saudaranya yang bernama Jack untuk mengikuti bimbingan belajar. Jack adalah saudaranya yang mempunyai nilai sangat jelek tapi dia mempunyai keahlian mengajari burung kakak tua hingga pandai berbicara.
Perempuan tadi bernama Lucy-Ann, memiliki burung kakak tua yang diberi nama Kiki. Philip merasa sangat senang karena berjumpa dengan teman yang asyik untuk mengisi liburannya yang sebenarnya harus belajar.
Jack, Philip dan Lucy- Ann dengan cepat menjadi sahabat karib. Jack dan Philip senang pada makhluk hidup, sebelumnya Jack tidak mempunyai sahabat laki- laki, Ia senang dengan Jack karena gemar menggoda dan melucu. Lucy- Ann juga senang pada Philip meski terkadang merasa cemburu karena Jack selalu membanggakan Philip. Mereka saling bercerita tentang kehidupan masing- masing. Philip dan Dinah yang sudah tidak punya orang tua karena mereka sudah meninggal dan diasuh oleh paman dan bibinya yang tidak menyayangi mereka.
Setelah beberapa hari Philip menerima sepucuk surat dari Dinah adiknya yang merasa kesepian dan menyuruhnya segera pulang, bersamaan dengan itu Pak Roy juga menerima surat dari paman Jack yang tidak memperbolehkan Jack dan Lucy- Ann pulang.
Tiba- tiba Philip mempunyai sebuah ide untuk mengajak Jack dan adiknya pulang ke Craggy- Tops menemui Dinah. Mereka bertiga berniat untuk pergi tanpa izin kepada pak Roy karena tidak akan diberi izin ke Craggy- Top.
Ketiga anak itu menggabungkan uang yang mereka miliki untuk membeli karcis. Rencana mereka memang dikatakan berhasil dengan diam- diam Jack menurunkan koper Lucy Ann melalui loteng ketika sedang tidak ada orang di rumah pak Roy.
Ketika Philip berpamitan pada pak Roy, Jack dan Lucy Ann juga meminta izin untuk ikut mengantar Philip ke stasiun. Philip naik kereta dengan Jack dan Lucy Ann yang ikut kabur bersamanya tanpa diketahui oleh siapa pun.
Ketika sampai mereka disambut oleh seorang wanita kurus, rambutnya tipis berwarna kuning keputihan. Kelihatan lesu dan capek, namanya bibi Polly dan juga Jojo. Philip mengenalkan teman- temannya kepada bibi Polly dan meminta izin untuk tinggal di rumah ini. Meskipun mendapat penolakan keras dari bibi Polly, Philip berusaha untuk meyakinkan agar diberikan izin temannya tinggal.
“Kasihan Polly, Polly yang malang”, kata Kiki sang burung kakak tua. Kiki sering mengoceh ketika melihat bibi Polly, hal itu membuat bibi Polly merasa semakin kesal.
Hari- hari berlalu Lucy Ann dan Dinah merasa senang karena dapat tidur sekamar dan kamar mereka langsung menatap lautan lepas. Sedangkan Jack dan Philip tidur di kamar menara. Philip dan teman- temannya senang berenang di laut yang tenang, menjelajahi gua- gua yang gelap dan lembab di kaki tebing. Duduk memancing di atas batu dan menangkap ikan besar pun mereka lakukan untuk mengisi waktu di Craggy Top
Ketika mereka sedang bermain- main di tepian kaki bukit Philip tergelincir ke dalam gua, dan diikuti oleh Jack, Dinah, Lucy Ann dan Kiki si burung kakak tua.
Jack dan Philip melihat gua dan melangkah pergi menyususri lorong gelap tersebut, Dinah dan Lucy Ann menunggu dan tidak mengikuti mereka. Lama sekali Jack dan Philip sampai adik- adiknya merasa cemas dan meminta bantuan Jojo. Philip dan Jack terus melangkah menyusuri lubang tersebut meski udara di dalam lubang itu pengap sampai mereka menemukan tingkap di atas kepalanya. Sebuah tingkap dari kayu yang menutupi sebuah lubang. Dengan bantuan batu- batu yabg ada disekelililng, mereka berhasil membuka tingkap tersebut dan ternyata mereka ada di gudang bawah tanah Craggy Top.
Meskipun Jojo selalu menakut- nakuti mereka dengan cerita yang mengerikan mereka tidak mudah percaya. Philip dan teman- temannya masih senang untuk menjelajahi pinggir pantai hingga mereka seakan melihat Pulau Seram. Mereka melihat perahu besar seperti milik Jojo ternyata pemiliknya adalah Bill Smugs.
Bill mengajak Philip dan teman- temannya untuk berlayar dengan perahunya. Mereka sangat senang sekali. Sampai mereka melihat sebuah daratan yang Bill sebut dengan Pulau Seram. Pulau tersebut berbatu dan berbukit- bukit. Sangat sepi seperti tidak berpenghuni. Namun anehnya Jack seperti melihat burung aul yang besar.
Mereka masih menjelajahi setiap sudut dari pulau tersebut, ternyata sebuah misteri diungkap oleh Philip dan teman- temannya bahwasanya di sana yang terlihat seperti tempat tambang tembaga ternyata digunakan untuk mencetak uang palsu. Dan orang yang berada di dalamnya salah satunya Jojo. Jojo merupakan orang yang bertugas untuk ke kota menukarkan dan membelanjakan uang palsunya kepada masyarakat kota dengan menaiki perahu menuju pulau terpencil dan membaginya ke kota dengan menggunakan mobil.
Petualangan ini ternyata juga membuat Philip dan teman- temannya mendapatkan uang dari hasil pengungkapan kejahatan pembuatan uang palsu yang dilakukakn oleh Jojo dan komplotannya.
Amanat : Cerita ini mengisahkan tentang perjalanan sahabat yang meskipun banyak kekurangan tapi saling mengasihi dan berjuang bersama untuk suatu hal yang membanggakan.
Kelemahan buku: Banyak kata yang mungkin belum dimengerti anak- anak.
Kelebihan buku: Cerita yang diangkat sangat bagus untuk menumbuhkan persahabatan yang baik dan tidak memandang kekurangan sahabatnya.
Identitas buku :
Judul buku : Petualangan di Pulau Suram
Penulis : Enid Blyton
Penerbit :Gramedia Pustaka Utama Jakarta
Tebal buku : 323 Halaman

