Animal Farm

*Oleh Puguh Prianggoro, S.Pd.

Animal Farm merupakan sebuah novel karya George Orwell yang ditulis pada tahun 1945 dan telah diterjemahkan oleh Prof. Bakdi Soemanto dalam Bahasa Indonesia. Novel terjemahan ini pertama kali terbit pada tahun 2015 oleh penerbit PT Bentang Pustaka. Novel Animal Farm ini menceritakan tentang pemberontakan hewan-hewan yang ada di peternakan Manor. Pemilik peternakan Manor adalah seorang pria bernama Pak Jones.

Cerita dalam Animal Farm ini diawali dengan kisah binatang-binatang yang hidup dengan semestinya hewan yang diternakkan oleh manusia, namun pada suatu malam ada seekor babi bernama Major dia adalah babi tua yang gemuk dan dianggap sebagai babi yang memiliki pemikiran yang bijaksana. Suatu malam Major mengumpulkan semua binatang-binatang yang ada di peternakan untuk menceritakan tentang sebuah mimpi dan pemikirannya tentang kehidupan para binatang ternak yang serba sengsara dan terus dimanfaatkan oleh manusia. Major menganggap manusia adalah makhluk yang hanya bisa mengambil tanpa bisa menghasilkan apa-apa, manusia adalah makhluk yang jahat dan keji, tidak seperti para binatang yang dapat menghasilkan berbagai hal yang dapat dimanfaatkan seperti susu, telur, daging, tenaga dan lain-lain. Dalam ceritanya Major berhasil membangkitkan semangat para binatang untuk bisa merebut kemerdekaan mereka dengan melakukan pemberontakan pada Pak Jones.

Tiga hari berlalu setelah Major bercerita dia ditemukan sudah mati dan warisan pemikiran dari Major tetap diikuti oleh para binatang peternakan terutama pada dua babi muda yang bernama Napoleon dan Snowball serta satu babi yang bernama Squealer. Napoleon dan Snowball merupakan babi yang cerdas dan memiliki pemikiran yang paling beda dari binatang-binatang lainnya, sedangkan Squealer merupakan seekor babi yang sangat mahir dalam berbicara bahkan dapat merubah putih menjadi hitam dan sebaliknya.

Napoleon dan Snowball sekarang telah menjadi pemimoin dari peternakan tersebut dan mereka mengembangkan pemikiran yang telah ditinggalkan oleh Major dan menamainya dengan “Binatangisme” dalam aturannya sendiri binatangisme memiliki 7 aturan yang harus di patuhi oleh semua binatang di peternakan Manor. Melalui beberapa kali pertemuan rutin tiap Minggu mereka juga menciptakan sebuah lagu yang berjudul “Binatang Inggris” lagu tersebut mengisahkan tentang pemberontakan yang akan mereka lakukan namun belum tahu kapan itu akan terjadi.

Suatu ketika Pak Jones yang terlalu banyak minum dan mabuk telah lupa tidak memberi makan para binatang yang ada di peternakan terjadilah pemberontakan yang tidak direncanakan karena sudah tidak tahan dengan kelakuan Pak Jones. Singkat cerita pemberontakan tersebut berhasil dan memaksa Pak Jones pergi membawa keluarga dan anak buahnya dari peternakan Manor. Malam setelah pemberontakan para binatang merayakannya dengan pesta dan menyanyikan lagu “Binatang Inggris” sepanjang malam dan sepakat mengubah nama peternakan Manor menjadi peternakan binatang. Beberapa hari kemudian Pak Jones bersama anak buahnya berusaha kembali dan merebut peternakannya namun digagalkan karena perlawanan dari binatang-binatang yang diketuai oleh Snowball dan Napoleon. Pertempuran kala itu diperingati dengan nama “Pertempuran Kandang Sapi”.

Napoleon dan Snowball kedua pemimpin ini merupakan pemimoin yang selalu memiliki pemikiran yang berbeda untuk mengelola peternakan bersama hewan-hewan lainnya. Sering kali perbedaan pendapat mereka berdua berakhir dengan keputusan yang diambil bersama, namun pada sebuah ide tentang pembangunan kincir angin yang menjadi tragedi bagi peternakan tersebut. Saat rapat mingguan pembahasan kincir angin Snowball menceritakan idenya yang tentu ditolak oleh Napoleon yang berteriak dan memanggil beberapa ekor anjing garang yang telah dibesarkannya dan memerintah mereka untuk menyerang Snowball dan mengusirnya. Melalui kejadian tersebut Napoleon kini telah menjadi pemimpin tunggal yang diakui oleh binatang-binatang di peternakan. Squealer salah satu babi yang mengikuti Napoleon adalah babi yang pandai dalam berbicara dan memperdaya para binatang agar mengikuti setiap keputusan dari Napoleon dan perlahan melanggar semua aturan yang telah ditetapkan dan tanpa mereka sadari Napoleon telah menjadi sosok pemimpin yang kejam dan licik. Bahkan telah terjadi pembantaian sesama binatang ternak yang ada di peternakan binatang ini. Banyak hal yang dilakukan oleh Napoleon untuk kepentingannya sendiri dan memfitnah Snowball melalui Squealer yang pandai berbicara di depan binatang-binatang yang lain.

Semasa kepemimpinan Napoleon, binatang-binatang ternak kembali merasakan perbudakan seperti saat peternakan dimiliki Pak Jones dan bahkan mereka lebih sengsara karena Napoleon telah melanggar 7 peraturan peternakan binatang. Napoleon menjadi pemimpin yang kejam dan telah melanggar semua peraturan dan bahkan telah bekerja sama dengan manusia, meminum minuman beralkohol, tidur di ranjang, membunuh sesama binatang, makan seperti manusia, menempati rumah selayaknya manusia. Napoleon telah memanipulasi aturan yang ada demi kepentingannya sendiri.

Dari novel Animal Farm ini kita akan mempelajari banyak hal penting tentang sifat dan watak orang-orang, mulai dari pemalas, licik, suka menghasut atau memutar balikkan fakta, pekerja keras, dan sifat seseorang yang telah dibutakan oleh kekuasaan. Animal Farm mengajarkan kita untuk berhati-hati saat kita memiliki kekuasaan dan tidak semena-mena. Novel Animal Farm merupakan novel klasik yang menyuguhkan cerita yang ringan dan di dalamnya walau diisi dengan tokoh-tokoh fabel sebagai analogi manusia, novel ini berhasil membuat kita sebagai pembaca menikmati dan memahami tentang kerasnya persaingan politik pada masa itu. (*/ykib).

Judul Buku   : Animal Farm

Penulis          : George Orwell

Penerjemah  : Bakdi Soemanto

Penerbit         : PT. Bentang Pustaka

Tahun Terbit : 2015

Cetakan         : Pertama

Tebal Buku    : 142 Halaman

ISBN               : 978-602-291-070-1

*Penulis resensi buku adalah guru Kampung Ilmu Kalitidu

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *