*Oleh Rizky Ayu Hudita, S.Hum.
Insecurity Is My Middle Name merupakan buku dengan genre self-improvement karya Alvi Syahrin. Alvi Syahrin merupakan pemuda yang lahir di Ambon, 20 Januari 1992. Kini menetap di Surabaya. Seorang alumni Jurusan Teknik Informatika, yang dapat dikatakan tidak berhubungan dengan dunia sastra. Awalnya Alvi hanyalah seorang anak laki-laki yang menyukai robot-robotan dengan alur cerita, seiring bertambah dewasa ia mulai menulis lirik-lirik lagu yang kemudian ia menjadi tertarik untuk menuliskan imajinasinya ke dalam bentuk tulisan novel. Ia menuliskan apa yang ingin ia baca dan berharap dapat bermanfaat untuk orang lain. Beberapa buku Alvi dengan tema self-improvement yaitu “Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta”, “Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-Apa”, “Jika Kita Tak Pernah Baik-Baik Saja”, dan “ Loneliness Is My Best Friend”.
“Penjahat dalam kisah kita bukanlah ibu tiri yang kejam, teman yang berkhianat, orang-orang yang merendahkan kita. Tapi… our own insecurity.”
Kutipan di atas merupakan pembuka yang dapat kita temui di buku ini. Dari kutipan tersebut dapat diartikan bahwa musuh terbesar dari setiap individu adalah rasa ketidak percayaan diri atau sering kita kenal insecurity. Rasa tersebut ada pada semua orang tanpa terkecuali. Meskipun hanya ada secuil atau sekedar lewat di pikiran. Tak peduli tua atau muda, perempuan atau laki-laki. Jenisnya pun beragam. Mulai dari fisik, keterampilan, dan banyak hal lainnya yang selalu bisa menjadi alasan insecurity itu ada.
Buku Insecurity Is My Middle Name disajikan menjadi 5 bagian, yaitu;
I : Fisik yang Kurang Menarik
II : Masa Depan yang Buram
III: Jauh Tertinggal dari Teman-Temanku
IV: I Hate My Self
V : Berdamai dengan Insecurity
Di dalam buku ini terdapat total 45 bab yang dapat membantu berdamai dengan insecurity. Kerap kali kita merasakan insecure terhadap sesuatu. Adanya perasaan tidak yakin, takut, kecemasan, atau tidak percaya pada diri sendiri sering kali membuat kita minder, menarik diri, menyalahkan diri, dan sulit berdamai dengan diri sendiri. Berbagai pikiran negatif pun menumpuk. Di dalam buku karya Alvi ini kita bisa belajar bagaimana menghadapi insecurity, bukan menghilangkannya namun menerima dan belajar proses berdamai dengan diri sendiri. (*/ykib).
Kelebihan buku:
Buku ini memiliki cover yang bagus. Jika biasanya buku semacam ini bernuansa gelap, buku Insecurity Is My Middle Name ini menggunakan cover yang cerah. Selain itu juga cara penyampaian yang digunakan oleh penulis memberikan kesan bahwa kita sedang berbincang dengan kawan kita membahas tentang insecurity.
Kelemahan buku:
Terdapat banyak kosa kata dalam Bahasa Inggris yang tidak disertai dengan artinya.
Identitas buku:
Judul Buku : Insecurity Is My Middle Name
Penulis : Alvi Syahrin
Penerbit : Arvi Ardhi Publishing
Cetakan : Cetakan Pertama, Mei 2021
Tebal : 264 halaman, 13 X 19 cm
ISBN : 978-623-97002-01
*Penulis resensi buku adalah guru Kampung Ilmu Padangan

