*Oleh Arum Nila Nadiya, S.Pd.
Novel berjudul “Bidadari Bermata Bening” ini mengisahkan tentang kehidupan di pesantren yang mana salah satu tokoh utamanya yaitu Ayna Mardeya dari Desa Kaliwenang, Kecamatan Tanggung Harjo, Kabupaten Grobogan. Tempat itu merupakan desa kelahiran Ayna. Di sana ia dilahirkan oleh ibunya. Ayna hanya tinggal bersama ibunya saat SD dan SMP setelah itu ia dimasukkan ke dalam pesantren bernama Kanzul Ulum oleh ibunya. Di pesantren, Ayna menjadi seorang khadimah. Setiap pagi ia dan khadimah lainnya bangun sebelum subuh untuk menyiapkan sarapan untuk anak-anak santri lainnya. Ayna sangat senang bertugas seperti ini. Selain belajar ia juga bisa membantu orang lain.
Tetapi ada satu orang teman Ayna yang sangat tidak suka kepadanya. Neneng namanya, setiap hari ia selalu saja mengatakan bahwa Ayna adalah seorang anak yang dilahirkan dari perkawinan yang tidak sah. Mendengar hal tersebut, Ayna biasa saja menanggapinya. Karena ibunya telah bercerita siapa dia dan siapa ayahnya. Hingga akhirnya pengumumaan hasil nilai ujian sudah keluar. Dan Ayna mendapatkan nilai tertinggi di sekolahnya dan menjadi salah satu siswa yang mendapatkan nilai tertinggi se-Jawa.
Mendengar hal itu Neneng sangat tidak terima. Akhirnya ia berkata kepada semua orang bahwa Ayna adalah seorang anak yang haram. Ayna marah dan menemui Neneng yang sedang menyebarkan gosip kepada teman-temannya di pesantren. Saat itu terjadilah perkelahian hebat antara Ayna dan Neneng. Sampai akhirnya Neneng terjatuh dan mengalami luka yang sangat berat, Neneng pun dilarikan ke rumah sakit.
Ayna melapor kejadian tersebut kepada Bu Nyai, dan Bu Nyai pun meminta Ayna menjelaskan asal-usulnya. Ayna berkata bahwa ibunya pernah menjadi tenaga kerja wanita di Arab, ibunya tinggal di rumah yang hanya ditinggali oleh pengantin baru yang baru saja memiliki satu anak perempuan.
Tetapi setelah berapa lama istri dari majikan ibunya itu mengalami sakit yang sangat berbahaya dan pada saat itu juga istri dari majikannya tersebut berkata bahwa ia ingin ibunya Ayna menikah dengan suaminya itu dan mengurus anak mereka yang bernama Ameera yang masih sangat kecil, karena majikannya tersebut merasakan umurnya tidak lama lagi. Setelah beberapa hari menikah istri dari majikannya tersebut meninggal dunia dan majikannya yang sekarang menjadi suaminya itu sangat merasa sedih. Pada saat itu ibu Ayna telah mengandung Ayna selama 3 bulan. Pada saat itu juga ibu Ayna bertekad untuk pulang ke kampung halamannya dan meninggalkan suami dan Ameera tetap di Arab.
Begitulah cerita yang diceritakan Ayna kepada Bu Nyai. Ayna juga menunjukkana bukti foto pernikahan ibunya dengan ayahnya yang dilaksanakan di Arab. Akhirnya semua orang percaya bahwa bukan Ayna yang salah. Setelah tamat SMA Ayna memilih menetap di pesantren, karena ia merasa itu adalah rumah kedua baginya. Sampai pada suatu hari, adik dari Bu Nyai ingin melamar Ayna menjadi istrinya, ia seorang duda beranak dua. Ayna berpikir dan menyetujuinya, tetaapi Ayna masih memiliki Paman dan Bibi. Ibunya berkata hormatilah Paman dan Bibi seperti ia menghormati ibunya. Karena sekarang ibunya telah meninggal dunia maka Bu Nyai menyuruh untuk Ayna berdiskusi dulu kepada Paman dan Bibinya untuk meminta izin.
Akhirnya Ayna pun pulang kekampungnya, ia pun menjelaskan maksud kedatangannya. Tetapi Paman dan Bibinya tidak setuju, mereka berkata bahwa mereka memiliki laki-laki lain yang bukan duda dan sudah dijodohka dengan Ayna. Ayna merasa sangat hancur. Ia ingin melarikan diri dan melaksanakan pernikahan dengan kiai adik dari Bu Nyai tersebut. Tetap ia teringat oleh ibunya. Akhirnya ia menerima dengan ikhlas.
Disamping itu ternyata Afif anak dari Bu Nyai sangat menyukai Ayna dan ingin melamarnya menjadi istrinya, tetapi Afif terlambat, karena undangan pernikahan Ayna dengan laki-laki yang dijodohkan tersebut sudah disebar. Afif pun merasakan sedih dan sakit yang luar biasa. Sampai beberapa tahun setelah menikah, Ayna memiliki celah untuk keluar dari pernikahan tersebut. Suaminya dipenjaara karena korupsi , dia pun diceraikan oleh suaminya.
Ayna pergi entah kemana tanpa arah dan tujuan yang jelas. enam tahun berpisah dari suaminya Ayna pun bertemu kembali dengan Afif, suami yang ia idamkan. Afif pun masih sangat mengharapkan Ayna. Akhirnya mereka berdua menikah dan hidup bahagia di Jordania sambal kuliah. Dan Ayna telah menemukan keluarganya yang ada di Arab yaitu Ameera. (*/ykib)
Kelebihan
Sampul bukunya cantik sesuai isinya. Novel ini terdapat banyak motivasi dan arti pentingnya kehidupan, juga kaya akan hikmah dan akhlak sehari-hari yang bisa dicontoh. Novel ini juga memiliki bayangan tentang bagaimana Allah mengatur jodoh di antara hamba-Nya.
Kekurangan
Buku ini masih banyak tanda baca yang salah dan masih ada salah ketik sehingga membingungkan. Terlalu banyak bahasa asing meskipun sudah ada terjemahannya namun hanya sebagian. Tidak adanya judul per subabnya.
Identitas buku:
Judul : Bidadari Bermata Bening
Penulis : Habiburrahman El Shyrazy
Penerbit : Republika Penerbit, 2017
ISBN : 978 602 0822 64 8
*Penulis resensi buku adalah guru Kampung Ilmu Kalitidu

