Cinta di Dalam Gelas

*Oleh Iin Vina Noviana, S.Pd.

Novel ini ditulis oleh Andrea Hirata, ia adalah penulis novel fenomenal Laskar Pelangi. Banyak sekali karya novel Andrea Hirata seperti Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, Maryamah Karpov, Padang Bulan, Cinta di Dalam Gelas.

Novel ini adalah kedua dwilogi Padang Bulan yang menceritakan tentang perjuangan perempuan yang bernama Maryamah Binti Zamzami, atau dikenal dengan panggilan Enong yang tinggal di Belitung. Enong pada novel Padang Bulan diceritakan bahwa umur 14 tahun sudah menjadi tulang punggung keluarga untuk merawat serta membesarkan adik-adiknya. Untuk itu Enong bekerja sebagai pendulang timah menggantikan ayahnya yang sudah meninggal. Novel ini merupakan kelanjutan dari novel Padang Bulan, diceritakan bahwa ketiga adiknya sudah menikah. Ketiganya pergi mengikuti rumah suaminya masing-masing, sehingga Enong hanya tinggal bersama sang Ibu.

Ketika adik Enong pergi ikut suaminya, ibu Enong sedih memikirkan Enong yang tidak kunjung menikah, hal tersebut membuat ibunya sedih. Selama ibunya sakit, Enong sering memperhatikan ibunya yang sedih, sehingga ia ingin melihat ibunya bahagia dengan menerima pinangan dari seorang laki laki yang bernama Matarom, seorang juara catur di kampungnya. Pernikahan Enong tidak seberuntung ketiga adiknya, karena kelakuan Matarom yang buruk terlihat waktu awal menikah, namun Enong masih tetap bertahan. Pertahanan Enong berakhir ketika ada perempuan sedang mengandung anak Matarom yang mengaku sebagai istri Matarom, dari situlah Enong menggugat Matarom.

Matarom yang dikenal sebagai seorang juara catur, dengan ketenarannya ia memanfaatkan nama besarnya untuk mencari perempuan lain atau dikatakan sebagai laki-laki hidung belang. Dengan sikap Matarom membuat Enong ingin balas dendam kepada Matarom, ia ingin mengalahkan Matarom dalam pertandingan Catur, dengan meminta bantuan kepada Ikal/teman kecil Enong/pelayan kafe. Namun Ikal pun juga tidak begitu mengerti tentang catur, namun melalui temannya yang bernama Ninovhka Stronovsky asal Georgia, ia bisa belajar catur.

Keikutsertaan Enong yang akan mengikuti pertandingan catur beredar luas, kaum tua banyak yang tidak setuju, namun karena adanya demonstrasi dengan wanita Belitung, Enong diizinkan mengikuti pertandingan asalkan memakai Burkak atau selendang untuk menutupi mukanya. Dari hal tersebut Enong adalah perempuan pertama yang mengikuti  pertandingan catur di Belitung.

Menjadi pemenang merupakan hal sulit, apalagi Enong pertama kali bertanding catur. Untuk menjadi pemenang, Enong harus melawan 74 pencatur lelaki, apabila babak penyisihan sudah 2 kali kalah maka Enong akan gugur. Detektif M. Nur dan temannya bertugas mengetahui siapa lawan Enong dan mencatat pola permainan lawan, yang nantinya akan dikirimkan kepada Ikal untuk Ninoka. Dari situ Ninoka memberikan pola bertahan yang harus dilakukan Enong untuk menang. Pertandingan pertama Enong awalnya dipandang sebelah mata, namun karena selalu menang dan baru satu kali kalah, mulai banyak orang yang mendukung. Banyak rintangan yang harus dilewati,  Enong harus bisa mengalahkan seperti Aziz Mugi Kempot/pemotret, Syamsuri Abidin, guru senior dan lain-lain.

Saat-saat yang dinantikan Enong yaitu melawan Matarom, Matarom menggunakan papan catur terbuat dari perak, banyak yang beranggapan bahwa banyak hantu yang bergentayangan di papan catur milik Matarom, sehingga tidak ada orang yang dapat mengalahkannya. Ninoka ikut hadir untuk mendukung Enong bermain, Ninoka heran saat menyaksikan pertandingan catur yang berbeda dengan negara asalnya, karena di Belitung pertandingan sangat ramai dengan suara penonton, selain itu Ninoka memberikan Enong gelar Karpov yang berarti seorang perempuan juara catur dunia yang teknik bermainnya sama dengan Enong, sehingga nama Enong menjadi Maryamah Karpov.

Permainan catur dimainkan  tiga kali, pertama Matarom dengan mudah mengalahkan Enong, babak kedua Enong hampir kalah, namun dengan sifat Enong yang pantang menyerah, ia  dapat mengalahkan Matarom hingga skor sama yaitu satu satu. Babak terakhir yang merupakan babak penentuan, di babak ini Enong dapat mengalahkan Matarom dan menjadi perempuan pertama yang menjuarai pertandingan catur tahunan di Belitung (lomba 17 Agustus). Sejak saat itu mulai banyak perempuan yang mengikuti pertandingan catur dan Enonglah yang menjadi juara pada perlombaan berikutnya.

Permainan catur Enong juga melawan kesombongan yang dimiliki oleh Matarom, serangan demi serangan yang dilakukan oleh Matarom tidak ada hentinya  yang membuat Enong pantang menyerah dan pantang semangat. Dari kemenangan catur tersebut, balas dendam Enong tersampaikan.

Novel ini sebenarnya tidak menjelaskan tentang bagaimana bermain catur, tetapi menceritakan terkait suasana yang terjadi saat permainan catur tersebut dilakukan. Sesungguhnya novel ini juga menampilkan kisah catur dan kebiasaan unik yang dilakukan oleh orang Melayu, namun ceritanya bukan sepenuhnya tentang kartun, melainkan tentang bagaimana menjadi seorang wanita yang menegakkan martabatnya dengan cara yang sangat elegen tentang perspektif politik. Novel ini juga bercerita tentang kebiasaan masyarakat Melayu khususnya para lelaki yang sering minum kopi di warung kopi untuk membangkitkan semangat sebelum bekerja dan menghilangkan lelah setelah bekerja sembari bercerita tentang kisah hidup dan politik. Makna Cinta di Dalam Gelas yang terkandung di dalam novel ini pun merupakan secangkir kopi yang dibuat dengan perasaan cinta.

Sedangkan teman Enong yang bernama Ikal tetap memilih menjadi pelayan di warung kopi pamannya yang mencalonkan diri sebagai anggota DPR, detektif M Nur hijrah ke Jakarta untuk belajar terkait teknik Parabola dan Giok Nio berhasil menjadi aktivis wanita pertama di kampung tersebut. (ykib)

Kelebihan

  1. Cara penulis dalam menyampaikan alur ataupun latarmya jelas sehingga pembaca tidak bingung walaupun bahasanya sulit untuk dipahami.
  2. Penulis kreatif dalam mencantumkan hal yang membuat pembaca mendapatkan ilmu baru.
  3. Dari isi cerita banyak mengandung motivasi menjadi perempuan tidak boleh bergantung dengan laki-laki dan buktikan bahwa perempuan bisa.
  4. Menurut saya Novel ini cocok untuk remaja karena banyak pesan positif yang ada pada sifat Enong yang pantang menyerah.

Kelemahan

  1. Ada kalimat atau kata yang mencerminkan pertandingan catur dengan berbeda, sehingga membuat pembaca bingung belum mengetahui permainan catur dengan jelas

Identitas buku :

Judul Novel                 : Cinta di Dalam Gelas

Pengarang                   : Andrea Hirata

Penerbit                       : PT Bentang Pustaka

Tahun Terbit                : 2011

Cetakan                       : Ke 12

Jumlah Halaman          : 316 Halaman

*Penulis resensi buku adalah guru Kampung Ilmu Purwosari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *