Oleh Min Qurin Amaliya Qoria, S.Pd.
Hujan turun, setelah jauh berkelana sejak zaman dahulu air menguap dan turun kembali menjadi hujan. Dalam prosesnya uap air menyatu akan menjadi awan. Bila semakin berat, awan akan menjadi tetesan air lalu jatuh ke tanah. Tetesan air hujan yang jatuh ke tanah akan berkumpul menjadi genangan. Genangan itu akan meresap ke dalam tanah. Air hujan yang tidak terserap oleh tanah akan menggenang di atas permukaan tanah. Setelah mendapat sinar matahari, air tersebut akan menjadi uap air dan naik ke langit air yang menguap ke langit, diterbangkan oleh angin ke sana-kemari. Lalu berkumpul menjadi awan dan kembali menjadi hujan. Air terus mengalami perjalanan jauh, pulang pergi dari langit ke bumi sejak bumi pertama kali muncul. Air hujan adalah air hebat yang menyelamatkan kehidupan manusia dan lingkungan.
Nenek moyang kita zaman dulu, hidup dengan bercocok tanam atau menanam padi. Air hujan sangat di butuhkan mereka untuk menanam padi. Tanaman padi memerlukan air maka dari itu mereka membuat bendungan untuk menampung air hujan guna untuk bisa mengaliri sawah mereka.
Pada tahun 2004, Aceh dilanda tsunami yang hebat yang mengakibatkan kerusakan parah dan banyak korban. Waktu itu air sudah tercampur dengan air laut. Sehingga warga memanfaatkan air hujan untuk minum. Air hujan sangat berguna pada saat bencana alam tersebut. Sayangnya sekarang hampir tidak ada bendungan khusus menampung air hujan. Orang-orang sekarang banyak menggunakan air PAM atau air tanah (air tanah adalah air hujan yang diserap oleh tanah) karena kepraktisannya dengan cukup memutar keran, maka air akan mengalir dengan sendirinya.
Air hujan sangat bermanfaat oleh sebab itu kita harus memanfaatkannya sebaik mungkin, contohnya bisa digunakan untuk membersihkan jalan, buat mengaliri sawah atau bahkan juga bisa buat kolam-kolam kecil di taman sehingga bisa menjadi tempat rekreasi bagi orang yang jalan-jalan ditaman.
Air hujan juga digunakan di kebun binatang, untuk bersihkan kandang dll, di Singapore air hujan juga dimanfaatkan atau didaur ulang melalui sistem reklamasi air pembuangan digunakan sebagai air untuk toilet. Pada saat Piala Dunia tahun 2002 Di Korea Selatan, air hujan juga dimanfaatkan untuk merawat rumput lapangan sepak bola. Air hujan juga digunakan untuk memadamkan kebakaran hutan dan banyak lagi kegunaan air hujan.
Dengan menggunakan air hujan sebagai sumber daya yang berharga, kita dapat menjaga kesehatan bumi. Sebab air hujan adalah air hebat yang dapat menyelamatkan lingkungan dan kehidupan kita.
Akhir-akhir ini air hujan menjadi tercemar, ini disebabkan karena kita menggunakan energi terlalu banyak, seperti asap knalpot motor, limbah pabrik, asap pabrik, debu berhamburan dimana-mana hingga radiasi, sehingga saat ini masalah polusi atau pencemaran air hujan menjadi kian serius.
Untuk mengatasi masalah ini tentu ada banyak hal yang bisa kita perbuat. Jika kita ingin berusaha melindungi lingkungan, menjaga kebersihan dan menggunkan energi secukupnya jika dekat jalan kaki atau bersepeda. Kita harus mencegah pencemaran air hujan dan menciptakan sumber daya yang aman.
Jika air hujan tercemar dan mengaliri semua sumber air, entah sungai atau sawah maka itu sangat berbahaya, hewan dan tumbuhan yang hidup didarat akan terkena penyakit, begitu juga makhluk hidup yang ada di sungai atau di laut. Alhasil, saat kita mengonsumsi hewan atau tumbuhan tersebut, kita juga akan bisa menjadi sakit, dengan kata lain masalah ini juga sangat mengancam kelangsungan hidup kita.
Diharapkan dengan membaca buku ini, kita akan menjadi lebih peduli dengan air. Buku ini juga mengajarkan cara-cara untuk menyelamatkan air, misalnya dengan menampung air hujan untuk dikonsumsi. Kita juga diajarkan cara menghemat air. Buku ini juga memberi informasi tentang peran air di negara-negara maju. Jadi, dengan merawat air, kita juga turut merawat Bumi dan kita dapat mewariskan air bersih kepada generasi berikutnya.
Buku ini sangat cocok dibaca oleh anak-anak SD, agar mereka tahu bagaimana siklus air hujan yang selalu berputar dan tahu bagaimana memanfaatkan air hujan. Dengan gambar-gambar yang ada di buku anak-anak akan semakin menyukai dan semakin mengerti. (*/ykib)
Identitas buku
Judul buku : Selamatkan Bumiku: Dari Mana Datangnya Hujan?
Pengarang : Kang, Gyeong A
Penerbit : Bhuana Ilmu Populer
Tahun terbit : 2018
Tebal halaman : 60
ISBN : 978-602-455-709-6

