Oleh Eti Nurjanah, S.Pd.
Boril adalah nama ayam yang berbeda dari ayam lainnya. Boril berbadan besar, cakarnya melengkung, memiliki paruh yang runcing. Boril mempunyai empat saudara yang bernama Bara, Biri, Boro dan Bere. Suatu hari Bara, Biri, Boro, Bere dan Boril mencari makan seraya menikmati pemandangan alam perbukitan. Saat sedang asyik bercanda di puncak bukit, Biri tanpa sengaja menyenggol Boro. Ia pun terpeleset, jatuh menuju dasar bukit. Boril yang melihat kejadian itu pun spontan mengepakkan sayapnya. Dan mencengkeram Boro dengan cakarnya lalu menurunkannya di kaki bukit. Boril ayam yang bisa terbang, tetapi dengan keanehannya Boril sering ditakuti oleh teman-temannya. Sebenarnya Boril adalah telur elang yang dierami oleh ayam, tetapi induk ayam sangat mengasihi Boril. Karena diketahui Boril bukanlah ayam, ayam jantan pun mengusir Boril karena takut kelak dewasa akan menyerang dan memakan anak anaknya. Mendengar hal tersebut Boril meninggalkan kawasan hutan yang telah membesarkan nya, dan mendekap ibu serta keempat saudara lainnya dengan menggunakan sayap yang panjang dan mengucap salam perpisahan, ia pun pergi.
Selain Boril ada teman yang bernama Galuh, gajah yang lucu. Hari ini adalah hari pertama Galuh sekolah, dia sangat semangat untuk belajar dan bertemu teman baru. Dengan berjalan menuju sekolahnya, ternyata gedung sekolah sudah ramai dengan aneka hewan penghuni hutan lainnya. Ada kancil, monyet, kambing, sapi, kelinci dan hewan lainnya. Galuh gugup melihat keramaian di sana. Dia langsung menghentikan langkahnya. Sang ibu mencoba menenangkan Galuh dengan menggandeng belalainya dengan mengajaknya masuk menuju kelas. Setelah sampai di kelas, Galuh sendiri bersama teman-teman barunya. Dia berada duduk di bangku yang paling depan. Dengan badan besarnya, Galuh jadi bahan omongan teman-temannya dan ia pun menangis terisak isak. Kemudian bu guru datang dan mengatur posisi duduk agar adil. Galuh adalah gajah yang penurut. Dia selalu patuh pada ibunya. Segala bentuk perintah dan larangan sang ibu, semua dilaksanakan dengan sepenuh hati. Tak heran jika semua teman dan guru sangat menyukai Galuh.
Tak kalah menarik juga kisah burung unta dan telur Brontosaurus. Di tepian sungai, seekor burung unta minum dengan tenang. Setelah hausnya hilang, burung unta tersebut menatap langit, berterima kasih pada sang Pencipta. Burung unta itu merasa sangat puas dapat minum air yang jernih dan sejuk. Tiba-tiba burung unta melihat sesuatu yang menarik hatinya, yaitu ada sebutir telur yang sangat besar. Karena merasa takut burung unta itu pun meninggalkannya. Keesokan harinya burung unta masih penasaran, telur apakah yang seperti raksasa itu. Kemudian dia pun menunggui telur itu seharian. Setelah lama duduk di depan telur itu pun retak. Burung unta sangat terkejut. Telur raksasa itu pecah dan keluarlah anak Brontosaurus dari dalamnya. Bayi Brontosaurus itu langsung mendatangi burung unta dan memanggilnya “ibu”. Dan Brontosaurus itu mengejar dan naik kepala burung unta. Brontosaurus kecil tidak bermaksud kurang ajar, namun dia hanya tidak tahu bahwa burung unta bukanlah ibunya. Sejak saat itu Brontosaurus kecil diangkat burung unta sebagai anaknya. Kini Brontosaurus berteman dengan bebek dan setiap hari mereka bermain bersama.
Kisah Lulu dan persahabatan. Disebut lautan yang biru dan jernih, terdapat sekumpulan hewan laut bersiap memulai kelas mereka. Di antaranya ada Lulu si lumba-lumba, Kika si kepiting dan Cici si cumi-cumi. Mereka bercakap-cakap sambil menunggu kedatangan pak guru. Namun ketika mereka asyik bercakap-cakap, ada sesosok tubuh besar lewat di tengah mereka bertiga dengan kencang, lalu menghempaskan diri di sudut belakang kelas. Hewan tersebut yaitu Harry si ikan hiu. Siapa yang bisa menandingi Harry?. Seluruh sekolah juga tahu, badannya paling besar, sekaligus paling nakal di sekolah ini. Ketika pulang sekolah, Harry mengibaskan ekornya saat melewati Cici, membuat cici terpelanting dan membentur karang. Mereka sangat kesal dan memikirkan cara bagaimana memberi pelajaran pada Harry. Benar saja saat di sekolah Harry mulai membuat keributan lagi. Harry sangat sombong dengan mengandalkan badan besar dan lebih kuat. Mereka membuat perjanjian bagaimana kalau ada yang bisa menandingi Harry makan Harry siap menjadi pesuruh. Namun keesokan harinya, Harry tak nampak di kelas dan hari berikutnya. Rupanya musim perburuan hiu oleh manusia telah dimulai. Harry dan keluarganya terluka parah, terkena alat penjerat manusia. Sekarang mereka masih melawan. Mendengar hal itu mereka bersiap untuk membantu Harry dan keluarganya. Mereka meminta bantuan Pipo si ikan paus. Akhirnya berkat bantuan Pipo, Harry dan keluarganya selamat dari jeratan manusia itu, dan bisa kembali ke lautan. Sejak saat itu, Harry berubah menjadi ikan yang ramah dan suka membantu teman temannya. Dia sadar badan yang besar bukanlah segalanya. Kepintaran, kebaikan dan persahabatan dengan teman temannya merupakan hal yang lebih berharga.
Mari menjalin pertemanan dengan siapa saja. Jangan menghina siapapun, karena tidak setiap hal selalu seperti yang terlihat. Bisa jadi suatu saat terbukti bahwa seseorang itu lebih hebat dari kelihatannya. Ingatlah Allah maha adil dan pengasih pada semua hambanya.
Yuk, kita berteman. (*/ykib)

