Gadis Kretek

*Oleh Puguh Prianggoro, S.Pd.

Novel Gadis Kretek merupakan sebuah novel karya salah satu penulis Indonesia yang bernama Ratih Kumala. Novel Gadis Kretek ini merupakan sebuah karya sastra fiksi sejarah yang berkisah tentang perkembangan rokok kretek dari masa penjajahan Jepang, masa awal kemerdekaan, dan masa modern. Dalam rentangan waktu yang mengisahkan dari masa ke masa tentang perkembangan kretek, walau sangat panjang namun cerita yang disuguhkan sangat menghibur. Dalam novel ini kita akan disuguhkan cerita tentang kisah cinta, sejarah kretek dan banyak pengetahuan tentang kretek juga.

Dalam novel ini diawali dengan kisah keluarga Pak Soeradja yang memiliki bisnis kretek yang sangat terkenal dari Kudus yang bernama Kretek Djagad Raja. Cerita dimulai saat Pak Soeraja sekarat dan mulai mengigaukan nama seorang perempuan yang dipanggilnya Jeng Yah. Ketiga anak Pak Soeradja diminta untuk mencari perempuan yang diigaukan oleh romonya itu yang ternyata Jeng Yah merupakan kekasih Pak Soeradja pada saat muda. Tegar merupakan anak tertua yang akan menjadi penerus Pak Soeradja memimpin pabrik kretek dan semenjak kecil Tegar sudah diajak ke kebun tembakau atau ke tempat pembelian tembakau yang berkualitas bagus serta sudah diberi tahu semua rahasia tentang saus yang digunakan dalam pembuatan kretek Djagad Raja yang membuatnya menjadi kretek yang terkenal akan kenikmatannya dan mampu bertahan dari pergantian zaman. Berbeda dengan anak kedua Karim dan anak ketiga Lebas yang tidak diberi tahu tentang rahasia kretek Djagad Raja. Lebas merupakan anak termuda yang menerima permintaan Pak Soeradja untuk mencari Jeng Yah ke kota M. Dalam pencarian sosok Jeng Yah, Lebas dan Tegar menemukan kisah tentang asal usul dari kretek keluarganya dan begitu juga tentang kisah cinta yang rumit yang membawa mereka pada kisah tentang bisnis kretek 3 generasi.

Kisah Gadis Kretek ini bermula pada zaman penjajahan, saat Idroes Moeria memulai bisnis kreteknya dan bersaing dengan temannya sendiri yang bernama Soedjagat. Dalam novel ini diceritakan bahwa Idroes Moeria merupakan seorang yang memiliki kemauan kuat untuk belajar dan memiliki sikap yang pekerja keras dan cerdas serta banyak ide. Idroes Moeria memiliki bisnis kretek yang diberi nama Kretek Merdeka, sedangkan Soedjagat memiliki bisnis kretek yang diberi nama Kretek Proklamasi. Persaingan antara Idroes Moeria dan Soedjagat dimulai saat mereka masih muda dan saling menyukai perempuan yang sama yaitu Roemaisa, namun yang berhasil mendapatkan Roemaisa adalah Idroes Moeria.

Idroes Moeria menghasilkan kretek yang laku keras di pasaran juga bisa mengalahkan kretek yang dibuat Soedjagat. Kretek yang dibuat Idroes Moeria semakin terkenal dan menjadi istimewa karena dalam pembuatannya menggunakan saus khusus yang didapat dari sisa-sisa hasil melinting kretek yang menempel ditangan anak gadisnya yang bernama Dasiyah. Dasiyah sendiri merupakan anak Idroes Muria dengan Roemaisa. Kretek buatan Dasiyah menjadi kretek yang istimewa karena memberikan rasa yang khas dan nikmat dibandingkan kretek yang lain, semua itu dikarenakan Dasiyah selalu mengumpulkan sari-sari kretek yang menempel saat setiap hari dia membantu melinting kretek di tempat usaha bapaknya. Kretek buatan Dasiyah inilah yang dikabarkan menjadi kretek yang terkenal dan diperebutkan banyak orang, karena Dasiyah hanya bisa membuat sedikit kretek dengan mengumpulkan sari-sari tembakau yang menempel ditangannya. Rokok buatan Dasiyah ini diberi nama Kretek Gadis.

Perseteruan Idroes Moeria dan Soedjagat semakin menjadi, mereka berusaha saling mengungguli dan merebut pangsa pasar yang ada. Mulai dari membuat etiket untuk promosi lalu selang beberapa waktu sudah ada yang menirunya, lalu muncul berbagai macam nama kretek yang mirip dengan warna bungkus yang mirip pula namun yang membedakan adalah saus yang digunakan dalam kreteknya. Namun dari sekian banyak nama-nama kretek yang bermunculan Kretek Gadis menjadi kretek yang semakin populer mengalahkan kretek Soedjagat di pasaran.

Semakin populernya Kretek Gadis buatan Dasiyah, Idroes Moeria tidak menyangka akan kehadiran seorang lelaki bernama Soeraja yang ternyata nantinya akan mengancam bisnis kreteknya. Singkat cerita Soeraja ini menaruh hati pada Dasiyah karena setiap hari mereka bertemu di tempat pelintingan kretek dan semakin akrab dengannya bahkan Soeraja menjadi seorang yang diberi kepercayaan oleh Idroes Moeria untuk membantu mengembangkan kreteknya dan diberi jabatan sebagai mandor, namun banyak omongan dari pekerja yang mengatakan kalau Soeraja hanya numpang hidup pada kebaikan Idroes Moeria. Soeraja yang merasa tidak terima dia ingin memulai bisnis kreteknya sendiri.

Setelah Soeraja menjadi calon menantu dari Idroes Moeria dan telah belajar banyak tentang pembuatan kretek Soeraja membuat produk kreteknya sendiri dengan nama Kretek Tjap Arit Merah yang disponsori oleh salah satu partai politik besar pada masa itu yaitu partai PKI. Dari sinilah awal mula kemalangan yang menimpa keluarga Idroes Moeria. Soeraja menjadi buronan karena terlibat dengan partai PKI sedangkan Idroes Moeria dan Dasiyah ditangkap karena diduga terlibat dengan PKI. Bisnis kretek Idroes Moeria mengalami kehancuran karena kretek Merdeka buatannya dilarang diedarkan sebab memiliki warna merah dan dianggap terlibat dengan PKI. Sedangkan dalam pelariannya Soeraja bertemu dengan seorang perempuan anak dari pengusaha kretek. Soeraja mendapat bantuan darinya dan mampu mengembangkan kreteknya menjadi kretek yang terkenal dengan nama Kretek Djagat Raja. Pengusaha kretek yang menolong Soeraja dan menjadikannya menantu disini ternyata adalah Soejagat yang selama ini kalah dalam persaingan kretek dengan Idroes Moeria. Sekarang Soedjagat berhasil mengambil resep saus untuk digunakan di kreteknya dan menjadi kretek yang terkenal.

Dari sinilah muncul dendam pada diri Jeng Yah yang membuat Soeraja sulit mati sehingga mengutus anak-anaknya mencari Jeng Yah untuk meminta maafnya. Singkat cerita Lebas, Karim, dan Tegar berhasil menemukan jejak keberadaan Jeng Yah di rumahnya, namun diketahui bahwa Jeng Yah sudah meninggal dan mereka hanya bertemu dengan anaknya. Di sini mereka memintakan maaf Romonya dan sekaligus dengan resmi membeli resep Kretek Jeng Yah.

Novel Gadis Kretek memilili cerita yang padat dan alur yang panjang namun nyaman untuk dibaca. Novel Gadis Kretek memiliki cerita kisah cinta yang unik kaya akam aroma tembakau dan cerita sejarah yang memberi banyak pengalaman bagi pembaca, namun kisah cinta yang diceritakan harus diakhiri dengan kegetiran karena sebuah penghianatan. Dalam penggambaran ceritanya novel Gadis Kretek ini sangat detail mulai dari keluarga Idroes Moeria dan bagaimana penulis menceritakan sejarah kretek dari masa penjajahan Jepang sampai masa setelah kemerdekaan.

 

Identitas buku:

Judul Buku  = Gadis Kretek

Pengarang   = Ratih Kumala

Penerbit       = Gramedia Pustaka Utama

Terbit            = Cetakan Ketiga, Juli 2019

Tebal             = 275 halaman

*Penulis resensi buku adalah guru Kampung Ilmu Kalitidu

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *