*Oleh Ananda Silviana Putri
Buku ini salah satu karya Febriawan Jauhari untuk yang sedang, akan, dan sudah jatuh cinta. Buku ini berisi percakapan yang saling balas membalas antara laki-laki dan perempuan mengenai sebuah definisi cinta.
Perempuan itu berkata, “Bagaimana mungkin aku bisa mempercayai laki-laki yang menjadikan WA-nya Asmara Putri?. Jangan bercanda”.
Dan laki-laki itu berkata, “Jika dihitung-hitung, setidaknya belakangan ini aku jatuh hati kepada lima wanita yang berbeda. Jika kelak aku akan menikah ada wanita lebih cantik dari istriku, akankah aku meninggalkannya?. Kemudian tersadar sangat tidak bijak menjadikan wajah sebagai tolak ukur melabuhkan cinta karena saat ada lebih cantik dari istriku aku akan meninggalkan istriku mungkin secara tubuh tidak tapi hati akan mendua. Pasti menyakitkan mencintai seseorang yang ternyata tidak mencintai kita, malah mencintai orang lain.”
Lalu dia berprinsip jika demi mendapatkan cinta Allah, aku harus meninggalkanmu maka pasti akan kutinggalkan. Kelak Allah mencintaiku akan aku minta untuk mencitaimu. Dengan begitu mudah-mudahan Allah berkenan mengumpulkan dua orang yang dicintai di bawah naungan atap-Nya mudah-mudahan aku dan kamu.
Lalu dia berkata, “Bukannya aku berhenti mencintaimu, hanya saja definisi mencintai kita sudah tak lagi sama. Bagimu, mencintai adalah menghabiskan malam minggu di rumahmu, menjemputmu saat pulang kuliah, dan mengirimimu pesan singkat sebelum tidur. Bagiku, mencintaimu adalah mendekatkanmu ke surga dan menjauhkanmu dari neraka. Semua yang kita lakukan adalah maksiat. Jika aku terus-terusan bersamamu, sama saja dengan mendekatkanmu ke neraka dan menjauhkanmu dari surga. Aku tak rela melihatmu menderita di akhirat kelak. Bahkan, sebuah duri yang melukaimu, aku tak akan pernah rela. Aku mencintaimu karena itu aku menghindarimu. Bukannya aku berhenti mencintaimu, hanya saja definisi mencintai kita sudah tak lagi sama.”
Lalu perempuan itu menjawab “Aku tahu kita tidak bisa memilih kepada siapa kita jatuh cinta, tapi kita selalu bisa memilih siapa yang harus dicintai. Setelah kebersamaan pengorbanaanku selama ini, tidak itu cukup menjadi alasanmu mencintaiku selama ini?”.
Lelaki itu menjawab, ”Sungguh aku mencintamu sepenuh hati lalu bagaimana jika Rasulluhah tepat di depan kita berdiri?. Lantas menatap kita yang berduaan seperti ini?,” seketika perempuan itu menangis dan pulang.
Dia tahu batasan-batasan agama dengan betul saling memiliki tanpa ikatan adalah sebab kemurkaannya Allah maka lebih baik dia mencintai dalam senyap, menyibukkan diri dengan membaca Al-Quran, berzikir kepada Allah, belajar ilmu agama dan menahan diri.
Allah jodohkan dia dengan sang pujaan hati sebagai balasan ketakwaannya selama ini. Jika pun tidak Allah mempertemukan seseorang yang senyumannya menghapus semu memori tentang sang pujaan hatinya tadi.
Beberapa laki-laki menyederhanakan definisi cantik sebagai berikut :
Selalu berusaha tersenyum meski susah, tidak banyak mengeluh juga meminta, dan mau dibimbing untuk lebih dekat ke surga, itu sudah lebih dari cukup.
Beberapa perempuan menyederhanakan definisi ganteng sebagai berikut :
Tidak cepat marah apalagi kasar, bertanggungjawab juga tidak kekanak – kanaan, dan
mampu membimbingnya lebih gekat ke surga, itu sudah lebih dari cukup.
Ketika kedua orang ini bertemu, teduh nian rumah tangga yang akan dibangun
Kelebihan buku ini :
Buku sangat menarik cover buku estetik, menyugguhkan kata-kata puitis, tidak full teks sehingga pembaca tidak bosan dan tidak mudah mengantuk.
Kekurangan buku ini :
Terdapat dua nomor halaman yang membuat pembaca bingung.
Identitas buku
Judul buku : Hanya Saja Definisi Cinta Kita Berbeda
Penulis : Febriawan Jauhari
Penerbit : Penerbit Sahima
Tahun terbit : 2020
Tebal halaman : 184 halaman
*Penulis resensi buku adalah guru Kampung Ilmu Purwosari

