Pembesaran Belut di Dalam Tong dan Kolam Terpal

*Oleh Z. A. Ainur Rafiq, S.ST

Buku ini ditulis oleh Drs. Ruslan Roy, MM dan Bagus Harianto. Drs. Ruslan Roy, MM sudah mulai mengamati perilaku belut sejak tamat SMA. Jebolan master salah satu universitas  di Manila-Filipina ini pernah bekerja sebagai Direktur PT Daya Petani Indonesia (DAPETIN) yang bertugas membina para petani belut di Indonesia. Bagus Harianto merupakan seorang penulis, reporter, dan editor yang memiliki minat yang besar pada dunia kewirausahaan.

Pada bagian awal buku ini, penulis menjelaskan tentang keunggulan dari komoditi belut dan budi daya belut. Di mana belut merupakan salah satu komoditi perikanan yang sudah dikenal dan banyak dipilih oleh masyarakat. Prospek pasar komoditi belut masih terbuka lebar. Belut dapat diterima pasar domestik maupun internasional. Belut yang berasal dari Indonesia masih lebih baik dibandingkan dengan negara lain, semisal dari Cina dan Taiwan yang mengandung merkuri cukup tinggi. Belut dapat digunakan sebagai bahan dalam pengobatan alternatif. Budi daya belut dapat dilakukan dalam skala kecil, sedang, hingga besar tergantung tempat pembudidayaan dan modal yang dimiliki pembudidaya.

Biaya perawatan budidaya belut relatif tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan budi daya perikanan lain, semisal dalam hal pakan, belut lebih menyukai pakan alami berbagai jenis hewan hidup, seperti cacing, keong mas, bekicot atau kecebong. Belut juga termasuk ikan air tawar yang relatif tahan terhadap serangan penyakit dibandingkan dengan jenis ikan lain. Sehingga budi daya belut merupakan salah satu budi daya perikanan yang dapat diandalkan.

Pada bagian kedua, penulis menjelaskan tentang kunci sukses dalam budi daya belut. Kunci sukses tersebut di antaranya adalah calon pembudidaya harus mempelajari segala aspek budi daya belut secara menyeluruh sebelum menjalankan usahanya. Setelah memiliki bekal yang cukup tentang gambaran awal pembudidayaan belut, calon pembudidaya dapat mengikuti pelatihan terkait budi daya belut, dan bergabung bersama komunitas yang memiliki minat yang sama tentang budi daya belut.

Keberhasilan budi daya belut sangat dipengaruhi oleh media pemeliharaan yang digunakan. Komposisi media pemeliharaan harus tepat dan sesuai tingkat kematangannya. Salah satu hal penting yang disampaikan oleh penulis dalam bab ini adalah, agar tidak menggunakan kotoran ayam/unggas sebagai campuran bahan media, karena kotoran ayam/unggas mengandung gas yang tidak habis hingga beberapa bulan.

Kunci sukses selanjutnya adalah penggunaan bibit yang berkualitas. Sebaiknya bibit yang digunakan berasal dari hasil budi daya karena ukurannya lebih seragam dan jarang terkena penyakit seperti yang mungkin terjadi pada belut hasil tangkapan dari alam. Bibit yang digunakan harus sehat dan tidak terdapat bekas luka yang dapat terjadi akibat disetrum, pukulan benda keras, atau perlakuan saat pengangkutan. Bibit yang dimasukkan ke dalam wadah pembesaran ukurannya harus seragam agar tidak terjadi kanibalisme pada belut.

Manajemen pakan pada budi daya belut, lebih diutamakan untuk menggunakan pakan alami. Pakan utama belut berupa pakan alami juga dapat dibudidayakan sendiri, sehingga dapat menekan biaya pakan. Selain itu, pemberian pakan alami juga dapat menjaga kualitas belut yang dihasilkan. Pada buku ini, penulis juga menyertakan cara pembudidayaan pakan alami belut seperti cacing tanah, maggot, keong mas, bekicot, dan kecebong. Selain pakan, pemberian vitamin pada belut juga harus dilakukan secara rutin sesuai dosis yang dianjurkan, agar kesehatan dan daya tahan tubuh belut terjaga.

Manajemen air pada budi daya belut menggunakan konstruksi kolam tong atau terpal harus dibuat sedemikian rupa agar terjadi pertukaran air di dalam tempat budi daya. Pertukaran air mutlak diperlukan agar sisa pakan dan kotoran belut tidak mengganggu kesehatan belut atau bahkan menyebabkan kematian. Kunci sukses yang terakhir adalah faktor manajemen sumber daya manusia dalam proses budi daya. Faktor manajemen sumber daya manusia tersebut antara lain pekerja, pengawasan, dan pemberdayaan masyarakat. Pekerja harus memiliki pengetahuan mengenai perawatan belut, dapat dipercaya dan memiliki rasa tanggung jawab akan keberhasilan budi daya yang dijalankan. Pengawasan proses budi daya harus dilakukan untuk meminimalisasi kesalahan dan segera menanggulangi setiap kesalahan yang terjadi. Pemberdayaan masyarakat juga dapat dilakukan melalui sarana budi daya belut, sehingga dampak positif dari budi daya belut juga dapat dirasakan oleh masyarakat sekitar.

Pada bagian ketiga, penulis menjelaskan tentang hal-hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan dalam melakukan budi daya belut dalam tong. Mulai dari bahan dan peralatan yang dibutuhkan, tahap persiapan budi daya, pembuatan media pemeliharaan, perawatan, dan tahap pemanenan dijelaskan di dalam bagian ini.

Pada bagian keempat, penulis menjelaskan tentang hal-hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan dalam melakukan budi daya belut dalam kolam terpal. Bahan dan peralatan yang dibutuhkan, tahap persiapan budi daya, pembuatan media pemeliharaan, perawatan, dan tahap pemanenan belut di kolam terpal dijelaskan pada bagian ini.

Pada bagian kelima, penulis menjelaskan tentang hama dan penyakit pada belut serta bagaimana cara penanganan dan penanggulangannya. Pada bagian terakhir buku ini, penulis memberikan analisis usaha budi daya belut di dalam tong dan juga analisis usaha budi daya belut di kolam terpal.

Kelebihan dari buku ini, proses dalam budi daya belut dalam tong dan kolam terpal dijelaskan secara terperinci. Buku ini juga disertai dengan gambar pendukung yang tidak sedikit dan berwarna. Dalam buku ini penulis juga memberikan info pendukung dalam budi daya belut secara rinci seperti cara budidaya pakan alami belut, cara membuat media pemeliharaan,  cara pembuatan suplemen belut agar panen lebih cepat dengan bobot sepuluh kali lebih berat. Selain itu pada bagian terakhir disertakan pula analisis usaha budi daya belut dalam tong atau kolam terpal.

Identitas Buku :

Judul                     : Pembesaran Belut di Dalam Tong & Kolam Terpal

Penulis                 : Drs. Ruslan Roy, MM & Bagus Harianto

Penerbit              : Agro Media Pustaka

Tahun Terbit      : 2009

Lembar Halaman : 72

ISSBN : 979-006-249-4

*Penulis resensi buku adalah guru Kampung Ilmu Kalitidu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *